
JUARA MURAI BATU 120K
DENANYAR BC + DATA JUARA
Podium Puncak Love Bird dan Murai Batu Terbagi
Kelas Love Bird dan Murai Batu bisa dibilang jadi ikon di setiap gelaran Denanyar BC. Pesertanya meluber, dan kualitasnya di atas rata-rata hingga tidak ada satu gacopun yang mampu mendominasi podium puncak.
Kalau ngomongin Denanyar BC, dua kelas yang hampir selalu jadi magnet utama jelas: Love Bird dan Murai Batu. Bukan cuma soal jumlah peserta yang selalu meluber, tapi kualitas gaco yang turun benar-benar di atas rata-rata.

JUARA MURAI BATU 75K
Hasilnya? Podium puncak nyaris mustahil dikuasai satu nama saja. Siapa pun yang lengah sedikit, langsung disalip. Persaingan panas, poin mepet, dan juri benar-benar dipaksa kerja ekstra.
Cuaca memang sempat bikin was-was. Awan gelap menggantung, angin berhembus agak liar. Tapi anomali cuaca itu sama sekali tak menyurutkan nyali kicaumania.

Di Latpres Denanyar BC yang digelar di Lapangan Pasar Desa Denanyar, Jombang, Minggu 22 Februari 2026, gantangan tetap full. Kelas Murai Batu, Love Bird, Cucak Hijau sampai Cendet diserbu pemain dari berbagai daerah. Atmosfer panas sejak sesi awal!
Murai Batu G24 120K: Raka Menggila!
Kelas paling bergengsi, Murai Batu G24 tiket 120K, benar-benar jadi panggung adu kualitas. Raka, amunisi milik Andik dari Kedungrejo yang nangkring di nomor gantangan 17, tampil brutal. Senjata andalannya? Vokal kapas tembak tajam yang jadi suara pukulan, dipadu roll panjang yang rapat dan stabil.

JUARA LOVE BIRD FIGHTER P1 A
Karakter kerjanya ngotot, gaya mewah, durasi aman. Kombinasi itu cukup buat meredam perlawanan SP, andalan Rayhan dari Jombang yang juga tampil solid. Tapi kali ini, Raka lebih konsisten dan layak naik podium utama.
Di tiket 75K, cerita berubah. Podium puncak tak lagi milik nama yang sama. Jabal, gaco andalan Gus Ulum dari Turasy SF, sukses mencuri perhatian tim juri. Materinya komplit, tekanan stabil, dan mentalnya kelihatan matang.

JUARA LOVE BIRD LOS POIN
Yang jadi sorotan, Jabal mampu meredam Cebol milik H. Fery Seroja—gaco yang biasanya langganan terbaik di Denanyar BC. Kali ini Cebol harus rela turun tahta. Artinya apa? Persaingan makin gak bisa ditebak!
Love Bird: Adu Durasi, Adu Nafas!
Masuk ke kelas Love Bird, tensi makin naik. Di Love Bird Fighter P1 A, JA milik Aldo dari JA Tekhnik tampil meyakinkan. Poinnya paling tinggi, durasi aman, ngekek panjang dan stabil. Putri Ayu milik Gus Habib dari Tebuireng harus puas di posisi runner up.

Tapi drama belum selesai. Di Love Bird P1 B, dominasi JA tak berlanjut. Justru Jonggrang milik Mr. Guns dari OI SF yang naik podium satu. Putri Ayu tampil konsisten dan kembali mengamankan posisi dua. Stabilitas ini yang bikin Putri Ayu tetap diperhitungkan.
Lanjut ke sesi Fighter Los Poin, giliran Cit Cit, andalan H. Roni dari Arudam SF, yang unjuk taji. Penampilannya rapi, durasi terjaga, dan mampu mengunci podium utama. JA kembali naik, kali ini sebagai pendamping di posisi dua. Intinya? Love Bird Denanyar BC benar-benar ajang adu nafas dan mental. Tak ada yang benar-benar aman!

JUARA CENDET A
Cendet: Metrix Sang Double Winner!
Dari semua kelas yang dibuka, hanya satu nama yang benar-benar tampil dominan dan sukses mencetak double winner. Metrix, gaco milik Huda dari Restu Bunda, jadi bintang di kelas Cendet. Dua kali turun di kelas A dan B, dua kali pula naik podium juara I.
Gaya nyeklek, materi ngerol nancep, serta tekanan stabil jadi senjata utama Metrix. Rival seperti Sakera Jr milik Kacong dan Bintang Malam milik Luthfi sebenarnya tampil tak kalah apik, tapi kali ini Metrix memang sedang on fire! (juned/cemix)
BROSUR & AGENDA LOMBA, KLIK DI SINI

JUARA CUCAK HIJAU 75K
Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.


JUARA CUCAK HIJAU 50K

JUARA MURAI BATU PASTOL

BERITA LAINNYA
KATA KUNCI: denanyar bc data juara raka amunisi andik















