
JUARA MURAI BATU VIP
DENANYAR BC + DATA JUARA
Pertarungan Panas Rawarontex, Hummer dan Ciro
Denanyar BC kembali menyuguhkan pertarungan menarik. Kali ini, perhatian tertuju pada tiga gaco Murai Batu mapan yang sama-sama punya nama dan karakter permainan berbeda: Rawarontex, Hummer, dan Ciro.
Ketiganya turun di arena yang sama, Gantangan Denanyar BC di Lapangan Pasar Desa Denanyar Jombang dengan membawa misi masing-masing. Bukan cuma mengejar hadiah, gengsi juga ikut dipertaruhkan. Sebab kalau tiga gaco dengan kualitas seperti ini sudah bertemu, hasil akhirnya tentu tidak bisa ditebak hanya dari nama besar.
Di atas kertas boleh sama-sama jago, tapi di gantangan siapa yang paling siap, dialah yang punya peluang paling besar. Begitu sangkar mulai dibuka, tensi persaingan langsung terasa. Materi lagu, volume, gaya main, durasi kerja, sampai kestabilan performa menjadi modal utama untuk mencuri perhatian tim juri.

JUARA MURAI BATU A
HUMMER LANGSUNG PANAS
Hummer milik Dwi Jalu dari SMR turun di kelas Murai Batu A. Menariknya, gaco spesialis gaya sujud bongkar materi ini baru saja menuntaskan masa mabung. Namun, bukannya tampil malu-malu, Hummer justru langsung ngegas tanpa banyak basa-basi!
Sejak awal penilaian, karakter mainnya mulai terlihat. Dengan suara keras dan gaya sujud yang menjadi ciri khasnya, Hummer terus membongkar materi. Dalam waktu penilaian 10 menit, performanya mampu membuat namanya bertengger di posisi teratas. Juara 1 berhasil diamankan!
Sementara posisi kedua ditempati MVP milik Willy RCS, sedangkan Jolotunda yang dikawal Kembar dari Perak harus puas di peringkat ketiga. Menariknya, dua nama lain yang sejak awal ikut menjadi sorotan, Ciro dan Rawarontex, justru belum mampu masuk dalam jajaran lima besar di kelas ini.
Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

RAWARONTEX BALIK MENYENGAT
Masuk kelas VIP, konstelasi pertandingan mulai berubah. Hummer yang biasanya mampu tampil garang, kali ini terlihat kurang greget. Posisi nomor pojok yang memang bukan tempat favoritnya membuat penampilannya tidak semaksimal saat turun di kelas sebelumnya.
Kesempatan tersebut langsung dimanfaatkan Rawarontex milik Abah Tepozt. Kalau di kelas sebelumnya belum mampu berbicara banyak, Rawarontex seperti datang dengan membawa pesan sederhana: “Belum selesai, Bro!”
Begitu turun di kelas VIP, performanya langsung terlihat lebih trengginas. Rawarontex tampil dengan gaya bongkar materi yang membuat persaingan semakin panas. Vokal sogon, kenari, hingga pukulan kapas tembak dikeluarkan bergantian. Materi demi materi seperti tidak ada habisnya.

JUARA CUCAK HIJAU VIP
Bukan cuma rajin bunyi, tapi juga mampu menjaga alur permainan hingga akhir penilaian.
Hasilnya? Rawarontex tak terbendung dan berhasil merebut podium puncak. Sementara Ciro milik Bang Kojin yang sebelumnya belum mampu masuk lima besar, kali ini berhasil bangkit dan langsung merangsek ke posisi runner-up atau juara II.
Sebuah pembalasan yang cukup telak. Hummer yang sebelumnya berada di atas angin, kini harus mengakui keunggulan Rawarontex.

JUARA LOVE BIRD P1 A
RAWARONTEX KEMBALI UNJUK GIGI DI MURAI BATU B
Belum puas dengan hasil di kelas VIP, Rawarontex kembali turun di kelas Murai Batu B.
Dan lagi-lagi, gaco debutan Abah TEPOZT ini tampil percaya diri. Kalau pada kelas pertama Hummer yang menjadi penguasa, kini giliran Rawarontex yang seperti sedang mendapatkan “mode tempur maksimal.”
Materi yang dibawakan semakin berani. Variasi vokal terus dikeluarkan, diselingi pukulan-pukulan keras yang membuat pertarungan terasa semakin hidup. Rawarontex kembali berada di atas angin.

Bahkan Hummer yang sebelumnya sukses mengunci juara pertama, kali ini harus tunduk di hadapan Rawarontex.
Dari sini terlihat jelas, pertarungan tiga gaco tersebut memang tidak bisa dinilai hanya dari satu kelas. Hummer punya senjata. Rawarontex punya jawaban. Ciro pun punya kemampuan untuk bangkit kapan saja.
Itulah menariknya pertarungan di gantangan. Nama besar hanya modal awal. Begitu sangkar dibuka, semua kembali kepada performa burung masing-masing. Hari itu, Minggu 13 September 2026, Hummer berhasil membuka pertandingan dengan kemenangan. Namun setelahnya, Rawarontex mampu membalas dengan dua penampilan yang lebih menggigit.

JUARA LOVE BIRD FIGHTER A
Sementara Ciro, meski belum menjadi penguasa utama, juga berhasil menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar numpang lewat. Setelah gagal bersaing di kelas A, Ciro langsung memperbaiki posisi dan berhasil mencuri podium kedua di kelas VIP.
CEPROT: TIGA KALI NAIK PODIUM LOVE BIRD
Selain panasnya duel Murai Batu, kelas Love Bird juga tidak kalah menarik. Dari empat sesi yang dibuka, Ceprot andalan Tirto dari Lengkong tampil sangat konsisten. Gaco ini sukses membabat tiga podium puncak alias hattrick.
Bukan perkara mudah bisa mempertahankan performa hingga beberapa sesi. Apalagi Ceprot tidak hanya mengandalkan durasi kerja yang mewah. Gaco ini juga dikenal gacor dan fleksibel, sehingga bisa diturunkan di kelas Fighter Los Poin maupun P1.

JUARA CENDET A
Karakter seperti inilah yang membuat Ceprot menjadi gaco yang bukan cuma menyenangkan untuk dilombakan, tetapi juga punya nilai lebih bagi pemiliknya. Seperti yang disampaikan Doyok, pemain Love Bird dari Banjardowo, memiliki gaco seperti Ceprot tentu menjadi kebanggaan tersendiri.
“Punya gaco seperti Ceprot tentu membanggakan. Tidak hanya bisa mengangkat nama, tapi juga jadi andalan untuk ATM berjalan.”
Kalimat tersebut terdengar sederhana, tapi cukup menggambarkan betapa berharganya gaco yang bukan hanya punya kualitas, tetapi juga konsisten menghasilkan prestasi. (juned/cemix)
BROSUR & AGENDA LOMBA, KLIK DI SINI


JUARA CUCAK HIJAU A

JUARA CUCAK HIJAU B

BERITA LAINNYA
KATA KUNCI: denanyar bc data juara rawarontex hummer ciro













