JUARA MURAI BATU B

DENANYAR BC + DATA JUARA

MB Pattaya Comeback Pasca Mabung

Lama tidak muncul karena mabung, Patayya dari Slevensy Mastering tampil menawan di Denanyar BC. Masih dengan gaya sujud, Pattaya mampu mengobral suara pukulan panjang.

Dengan senyum khasnya, Aris kembali membawa salah satu amunisi andalan Slevensy Mastering, Pattaya, ke arena Denanyar BC, Lapangan Pasar Desa Denanyar, Jombang, Rabu 30 September 2026.

Kali ini bukan sekadar mengejar podium. Aris sengaja menurunkan Pattaya sebagai bagian dari evaluasi perdana pasca mabung. Maklum, sekitar tiga bulan lamanya gaco ini absen dari hiruk-pikuk arena lomba untuk menjalani masa istirahat sekaligus pemolesan materi.

 

 

Setelah dirasa cukup siap, Aris pun memilih Denanyar BC sebagai tempat untuk melihat sejauh mana hasil perawatan Pattaya. Rencananya, Pattaya dimainkan tiga kelas sekaligus. Menariknya, meski membawa gaco andalan, Aris justru tidak memasang target muluk-muluk.

“Saya akan mencoba Pattaya main tiga kelas. Soal target, saya tidak terlalu muluk. Belum berani menargetkan juara. Asal mau kerja, bongkar isian, saya sudah puas,” ujar Aris, bujangan yang baru saja menuntaskan kuliahnya.

Turun di kelas Murai Batu A, Pattaya memang belum menunjukkan performa terbaiknya. Beberapa kali gaco ini sudah berusaha membongkar materi yang selama ini menjadi senjatanya.

 

JUARA MURAI BATU VIP

 

Suara pukulan tajam ala cucak cungkok, kastem hingga cigun terdengar cukup jelas. Namun, Aris masih melihat ada satu pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi, yakni durasi kerja.

Secara materi sebenarnya sudah mulai terlihat. Hanya saja, ritme kerja Pattaya belum benar-benar stabil seperti yang diharapkan. “Sudah bagus sih, tapi durasi kerjanya belum maksimal,” cetus Aris.

Bagi Aris, sesi pertama tersebut justru menjadi bahan evaluasi penting. Sebab, setelah kurang lebih tiga bulan tidak turun arena, wajar jika Pattaya masih membutuhkan beberapa kali adaptasi untuk menemukan kembali performa terbaiknya. Dan benar saja, begitu memasuki kelas Murai Batu Vip, perubahan performa Pattaya mulai terasa.

 

JUARA MURAI BATU A

 

 

PATTAYA MULAI PANAS

Di kelas Murai Batu Vip, Pattaya tampil jauh lebih meyakinkan. Dengan gaya sujud, gaco ini mulai menunjukkan karakter tempurnya. Roll tembak menjadi salah satu senjata yang paling mencolok. Pukulan-pukulan tajam yang dibalut materi cucak cungkok membuat penampilan Pattaya terasa lebih berisi.

Bukan hanya lawan di sebelahnya yang dibuat harus waspada. Para juri pun beberapa kali terlihat memberikan perhatian ketika Pattaya mulai mengeluarkan suara pukulan andalannya. Inilah performa yang sejak awal ingin dilihat Aris.

Setelah sesi tersebut, rasa percaya dirinya mulai tumbuh. Setidaknya, hasil evaluasi di Denanyar BC memberikan sinyal positif bahwa proses pemasteran selama masa mabung mulai menunjukkan hasil.

 

 

Dan bicara soal pemasteran, nama Slevensy Mastering memang sudah cukup dikenal sebagai salah satu tempat yang serius dalam urusan materi isian murai batu.

Banyak gaco yang menjalani proses pemasteran di sana dan kemudian mampu tampil kompetitif di berbagai arena. Menurut Aris, Pattaya selama masa mabung mendapatkan kesempatan mendengar banyak karakter suara master yang berbeda.

“Di mabes banyak burung master bagus, mulai cucak cungkok, cililin, kastem, cigun, kenari, love bird, glatik watu, cucak jenggot, dan lain-lain. Tadi saya amati, variasi guru vokal itu bisa masuk ke Pattaya selama proses mabung,” jelas Aris.

 

JUARA CUCAK HIJAU VIP

 

Dengan kombinasi materi tersebut, Aris kini semakin optimistis. Apalagi setelah melihat Pattaya mulai berani mengeluarkan pukulan yang menjadi salah satu materi andalannya.

 

PATTAYA KE SUMBER INDAH CUP

Penampilan di Denanyar BC sekaligus menjadi pemanasan penting sebelum Pattaya dibawa ke even yang lebih besar. Target berikutnya sudah jelas: Sumber Indah Cup, yang akan digelar di Gerdupapak Reborn Jombang. Aris pun mengaku semakin pede setelah melihat perkembangan Pattaya hari ini.

“Kalau melihat Pattaya pas buang suara pukulan, saya makin pede untuk membawa Pattaya ke Sumber Indah Cup. Nanti kalau Bos Irwan lihat videonya, pasti langsung beli tiket SBI,” cetus Aris penuh percaya diri.

 

JUARA CUCAK HIJAU A

 

Tentu saja, tantangan di SBI bakal berbeda. Namun setidaknya Pattaya sudah memberikan tanda-tanda positif. Tinggal bagaimana Aris bersama tim Slevensy Mastering menjaga kestabilan kerja, terutama durasi dan konsistensi bongkar materi.

 

GIMBUL BALAS KEKALAHAN

Bukan hanya Pattaya yang mencuri perhatian di gelaran Denanyar BC kali ini. Dari kelas Cucak Hijau, ada Gimbul, amunisi milik Samsul SN yang dikawal langsung oleh Bogang. Gaco yang satu ini juga menunjukkan performa yang tidak kalah menarik.

Turun di kelas Cucak Hijau A, Gimbul sebenarnya tampil cukup meyakinkan. Karakter jamtrok, gacor, serta materi lagu mewah menjadi senjata utamanya. Namun kali ini Gimbul harus mengakui keunggulan Sanri, andalan Andri dari Sparepart Team.

 

Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

 

Kekalahan tersebut ternyata tidak membuat Bogang patah semangat. Justru pada kelas berikutnya, Cucak Hijau Vip, Gimbul langsung memberikan jawaban. Tampil lebih lepas dan lebih agresif, Gimbul akhirnya berhasil merebut juara I.

Penampilan kali ini memperlihatkan karakter asli Gimbul. Jamtroknya keluar, volume stabil, sementara materi pukulannya terus mengalir. Salah satu kelebihannya adalah durasi pukulan yang panjang dengan jeda rapat.

Yang lebih menarik, Gimbul juga dikenal anti didis alias tidak gampang kehilangan materi saat bekerja. “Gimbul ini bukan gaco kaleng-kaleng. Kalau kondisinya pas, memang enak dilihat kerjanya,” ujar Bogang.

 

JUARA CUAK HIJAU B

 

Kemenangan di kelas Vip sekaligus menjadi bekal penting sebelum Gimbul turun di even yang sudah ditunggu-tunggu. Bogang memastikan, Gimbul bakal ikut ambil bagian di Sumber Indah Cup pada 11 Oktober mendatang. Bahkan tiketnya sudah diamankan langsung oleh sang bos, Samsul SN.

“11 Oktober Gimbul akan saya bawa ke Sumber Indah Cup. Tiket sudah dibelikan Bos Samsul. Hari ini memang sengaja melakukan pemanasan sekaligus evaluasi akhir sebelum turun di SBI Cup,” ungkap Bogang.

Jadi, kemenangan Gimbul di Denanyar BC bukan sekadar tambahan koleksi podium. Ada misi yang lebih besar di baliknya: mematangkan kondisi sebelum tempur di SBI Cup.

 

JUARA LOVE BIRD P1 A

 

Pattaya sudah mulai menemukan kembali performanya setelah mabung. Gimbul juga sukses membalas kekalahan dengan podium puncak. Dua gaco, dua cerita, tapi punya satu tujuan yang sama: datang ke Sumber Indah Cup dengan kondisi paling siap dan membawa nama besar masing-masing.

11 Oktober, Gerdupapak Reborn bakal menjadi panggung pembuktian berikutnya. Pattaya siap dengan senjata barunya, Gimbul datang membawa modal juara. Tinggal tunggu siapa yang benar-benar meledak saat lampu gantangan menyala. (juned)

BROSUR & AGENDA LOMBA, KLIK DI SINI

 

 

 

 

KATA KUNCI: denanyar bc data juara mb pattaya

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp