
MURAI BATU G24 FULL
DENANYAR BC + DATA JUARA
Mandala Kuasai Kelas Utama Murai Batu
Mandala, gaco andalan Ayana BF ini sudah tidak asing bagi pemain Jombang. Selain tampil apik, gaco ini stabil di podium. Di Latpres Denanyar BC, Mandala berhasil menguasai podium kelas utama.
Karena agenda Minggu ketiga di Denanyar BC adalah Latpres, kelas Murai Batu kali ini sengaja dikemas dengan format G24. Bukan tanpa alasan, skema ini diterapkan untuk memaksimalkan penilaian sekaligus memberikan ruang lebih leluasa bagi para juri dalam memantau performa setiap gaco. Strategi tersebut ternyata mendapat respons positif dari para pemain.
TOPSONG dengan bangga memperkenalkan TOPSONG PREMIUM kemasan baru dengan botol, dengan tambahan pengaman. Infomasi, hubungi 0813.2941.0510.

Terbukti, dari empat kelas Murai Batu yang dibuka, tiga di antaranya sukses full gantangan. Antusiasme pemain menjadi bukti bahwa format G24 masih menjadi salah satu pilihan menarik untuk menciptakan persaingan yang lebih kompetitif dan memberikan kesempatan bagi setiap gaco untuk menunjukkan kualitas terbaiknya.
“Untuk Latpres, kami memang memakai format G24 di kelas Murai Batu agar penilaiannya lebih maksimal dan pemain bisa lebih menikmati performa gaconya,” ujar Haikal Pratama, CEO Denanyar BC.

JUARA MURAI BATU UTAMA 120
Dengan kuota yang lebih terbatas, persaingan di setiap kelas pun berlangsung semakin panas. Para pemain tak hanya dituntut membawa gaco berkualitas, tetapi juga harus memastikan burung andalannya mampu tampil maksimal sejak awal hingga akhir penilaian.
MB MANDALA MENGGILA
Persaingan paling menarik tersaji di kelas Murai Batu A dengan tiket Rp75 ribu. Di kelas ini, ada tiga nama yang sukses mencuri perhatian berkat penampilan impresifnya, yakni Mandala, Morena, dan Pokemon. Ketiganya sama-sama menunjukkan kualitas dan kemampuan yang membuat persaingan menuju podium berlangsung sengit.

JUARA MURAI BATU 75K
Namun, dari pertarungan ketat tersebut, Mandala berhasil keluar sebagai yang terbaik. Gaco orbitan Mr. U dari Ayana BF ini mampu membuktikan kualitasnya dan mengungguli para pesaingnya untuk mengamankan podium puncak.
Menariknya, kemenangan Mandala bukan sekadar keberuntungan sesaat. Saat kembali turun di kelas Murai Batu VIP dengan tiket Rp120 ribu yang menjadi kelas utama dalam Latpres Denanyar BC, Mandala kembali menunjukkan performa apiknya.

Tampil penuh percaya diri, Mandala lagi-lagi sukses melibas lawan-lawannya dan mengunci podium emas. Dua kemenangan beruntun ini menjadi bukti bahwa Mandala bukan sekadar jago kandang, tetapi juga memiliki kualitas untuk bersaing ketika berhadapan dengan gaco-gaco tangguh lainnya.
Bagi Mr. U dan tim Ayana BF, hasil ini tentu menjadi suntikan motivasi tersendiri. Apalagi, kemenangan di dua kelas berbeda dengan tingkat persaingan yang ketat menunjukkan bahwa Mandala memiliki modal kuat untuk terus menorehkan prestasi di gelaran berikutnya.

JUARA LOVE BIRD FIGHTER A
ANAK LANGIT KUASAI KELAS CENDET
Tak hanya di kelas Murai Batu, persaingan seru juga tersaji di kelas Cendet. Satu nama yang sukses mencuri perhatian adalah Anak Langit, gaco andalan Hendrik dari Jombang.
Tampil dengan gaya nagen, Anak Langit mampu mengeluarkan materi lagu roll pukulan yang menjadi senjata andalannya. Aksinya terlihat menonjol sepanjang lomba, membuat penampilannya sulit diimbangi oleh para pesaing yang turun di kelas ini.

JUARA LOVE BIRD P1A
Hasilnya pun manis. Anak Langit sukses memborong dua podium emas sekaligus. Pencapaian tersebut menjadi bukti konsistensi performanya sekaligus mempertegas bahwa gaco milik Hendrik ini layak diperhitungkan dalam persaingan kelas Cendet.
Dengan materi lagu yang mumpuni serta pembawaan yang stabil, Anak Langit berhasil memberikan penampilan yang memuaskan. Bukan hanya membawa pulang kemenangan, tetapi juga menunjukkan bahwa kualitas dan konsistensi tetap menjadi kunci untuk menguasai persaingan.

LOVE BIRD TANPA DOMINASI
Sementara itu, persaingan di kelas Love Bird justru menyajikan cerita berbeda. Dari tiga sesi yang dibuka, tidak ada satu nama pun yang mampu mendominasi seluruh kelas. Sebaliknya, podium puncak berhasil dikuasai oleh tiga jawara berbeda, membuat persaingan berlangsung lebih merata dan sulit ditebak.
Di kelas Love Bird P1 A, Sri yang diusung Ferdi dari Cahaya SF sukses membuka persaingan dengan merebut podium pertama. Penampilan Sri berhasil mengantarkannya menjadi yang terbaik sekaligus mengamankan kemenangan di sesi pembuka.

JUARA CUCAK HIJAU A
Memasuki kelas Love Bird P1 B, giliran Maria yang naik tahta. Menariknya, kemenangan ini menjadi pembuktian tersendiri setelah pada sesi sebelumnya Maria harus puas menempati posisi kedua, berada di bawah Sri dan Atun.
Kali ini, Maria mampu membalikkan keadaan dan merebut podium tertinggi. Persaingan yang berlangsung dinamis membuat kelas Love Bird P1 benar-benar menyuguhkan pertarungan yang menarik hingga akhir penilaian.
Sementara itu, Atun milik Duo G dari Legi Pahit juga tak mau ketinggalan mencatatkan prestasi. Turun di kelas Love Bird Fighter, yang menjadi salah satu kelas kebanggaan Denanyar BC, Atun berhasil merebut podium pertama.

JUARA CUCAK HIJAU B
Kemenangan ini sekaligus melengkapi persaingan seru di kelas Love Bird. Sri, Maria, dan Atun masing-masing sukses membawa pulang satu podium emas, membuktikan bahwa persaingan di kelas ini berlangsung merata tanpa dominasi satu gaco saja.
Dengan persaingan ketat di kelas Murai Batu, aksi impresif Anak Langit di kelas Cendet, serta perebutan podium yang merata di kelas Love Bird, Latpres Minggu ketiga Denanyar BC kembali menyuguhkan tontonan yang menarik bagi para pemain.
Format G24 di kelas Murai Batu pun terbukti mendapat sambutan positif, menghadirkan persaingan yang lebih kompetitif sekaligus memberi kesempatan bagi setiap gaco untuk menunjukkan kualitas terbaiknya (cemix/juned)
BROSUR & AGENDA LOMBA, KLIK DI SINI
Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.


BERITA LAINNYA
KATA KUNCI: denanyar bc data juara mandala













