
JUARA LOVE BIRD FIGHTER P1 A
DENANYAR BC + DATA JUARA
Love Bird Meluber, Srikandi Nyaris Hattrick di Denanyar BC!
Persaingan gaco love bird di Denanyar BC makin panas. Peserta selalu penuh dan banyak gaco bagus, membuat gantangan ini jadi Basecamp pemain love bird.
Menjelang puasa Romadhon, tensi gantangan bukannya turun… malah makin panas! Rabu, 18 Februari 2026, Denanyar BC yang berlokasi di Lapangan Pasar Desa Denanyar, Jombang, diserbu pemain love bird dari berbagai penjuru.
Seolah nggak mau kehilangan momen sebelum jeda panjang, para pemain paruh bengkok tampil all out. Gantangan nyaris tanpa sela, suara ngekek sambung-menyambung, bikin suasana benar-benar pecah. Tiga kelas dibuka panitia—Love Bird Fighter P1 A, Love Bird Fighter los poin, dan Love Bird Fighter P1 B—dan semuanya berlangsung panas sejak awal.

JUARA LOVE BIRD FIGHTER LOS POIN
Dari sekian banyak gaco yang turun, satu nama mencuri perhatian: Srikandi, amunisi milik Billa dari XPDC.
Di kelas pembuka, Love Bird Fighter P1 A, Srikandi langsung tancap gas. Main di sistem P1 yang membatasi durasi panjang 1, dia tampil stabil, rajin narik, dan cukup konsisten. Meski akhirnya harus puas di posisi runner-up, performanya sudah menunjukkan kelas.
Yang mengganjal langkahnya saat itu adalah Olivia, milik YZF dari 39 SF. Olivia tampil lebih presisi dan sukses mengunci poin tertinggi, meninggalkan 34 kontestan lain. Kemenangan yang nggak main-main, karena kelas pembuka biasanya jadi tolok ukur panasnya laga hari itu.
Tapi justru di situlah mental Srikandi diuji.
BANGKIT DAN NGAMUK DI KELAS LOS POIN
Kekalahan tipis tak membuat Billa kendor. Justru di sela jeda kelas, terlihat ia lebih fokus mengawal setingan. Entah racikan apa yang disuntikkan—entah pola pakan, timing umbaran, atau sekadar sentuhan mental—yang jelas saat masuk kelas Love Bird Fighter los poin, Srikandi berubah drastis.
Di sistem los poin tanpa batas durasi, Srikandi seperti menemukan panggung idealnya. Ngekek panjang, volume tembus, durasi berkali-kali dapat pengakuan juri. Hasilnya? Juara satu!
Cit Cit milik H. Roni dan JA andalan Aldo dari JA Teknik harus rela berada di bawahnya. Di kelas ini benar-benar terlihat kalau Srikandi bukan cuma burung cepat, tapi juga punya stamina dan mental tanding.

JUARA CENDET A
BALAS DENDAM TUNTAS DI P1 B
Belum puas sampai di situ, Srikandi kembali turun di Love Bird Fighter P1 B. Dan di kelas inilah drama terjadi.
Olivia yang tadi sempat unggul, kembali bertemu. Duel ulangan pun tak terhindarkan. Namun kali ini cerita berbeda. Srikandi tampil lebih stabil dan lebih tajam di momen-momen krusial.
Balas dendam tuntas.
Srikandi naik podium pertama.
Olivia harus puas di posisi tiga.

JUARA MURAI BATU A
Sementara Al Bulu milik Abyan dari Banyu Galak ikut meramaikan persaingan papan atas.
Tiga kelas naik podium, dua kali juara satu, sekali runner-up. Nyaris hattrick sempurna!
Yang bikin Srikandi makin layak diperhitungkan adalah fleksibilitasnya. Main di sistem P1 yang ketat? Bisa. Main di sistem los poin yang butuh stamina panjang? Gas juga.
Artinya, burung ini bukan tipe “spesialis satu sistem”. Ia punya durasi, punya volume, dan yang paling penting—punya mental. Dalam satu hari tampil tiga kali dengan tekanan tinggi dan tetap konsisten itu bukan perkara gampang.

DENANYAR BC SUDAH JADI BASECAMP
Menurut Gito, Youtuber sekaligus pemain love bird yang ikut meramaikan suasana, ramainya peserta bukan sekadar efek jelang puasa.
Menurutnya, Denanyar BC memang sudah dianggap basecamp para pemain love bird. Hari apapun digelar, atmosfernya selalu hidup.
Dan memang terasa. Bukan cuma soal jumlah peserta, tapi kualitas persaingan yang bikin kelas paruh bengkok selalu dinanti.

JUARA CUCAK HIJAU VIP
MURAI BATU DAN CENDET IKUT PANAS
Tak hanya love bird yang jadi magnet. Di kelas Murai Batu, H. Feri dari Seroja SF tampil meyakinkan lewat gaco andalannya, Cebol. Turun di kelas Murai Batu VIP dan A, Cebol tampil dominan dan berhasil mengunci dua kemenangan tanpa celah. Aksi roll tembaknya bikin gantangan bergemuruh.
Sementara di kelas Cendet, pertarungan juga tak kalah seru. Eksekutor milik Mr Ikhwan dari JP Team harus berbagi cerita. Di kelas Cendet A, ia dikalahkan Pajero milik Zainul dari Surabaya SF yang tampil lebih rapi dan konsisten. Namun di kelas Cendet B, Eksekutor bangkit dan sukses merebut podium pertama.

JUARA CUCAK HIJAU A
SEBELUM PUASA, GAS POL!
Gelaran 18 Februari ini jadi bukti kalau menjelang Romadhon bukan berarti semangat meredup. Justru jadi ajang pemanasan terakhir sebelum jeda.
Love bird meluber, persaingan pecah. Nama Srikandi melambung.
Kalau performanya dijaga dan stabilitasnya konsisten, bukan nggak mungkin Srikandi bakal jadi ancaman serius di event-event besar setelah bulan puasa nanti. (Juned/Cemix)
BROSUR & AGENDA LOMBA, KLIK DI SINI
Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.


BERITA LAINNYA
KATA KUNCI: denanyar bc data juara srikandi















