
JUARA MURAI BATU VIP
DENANYAR BC + DATA JUARA
Kilat Guncang Murai Batu, Sugriwa Hattrick di Cucak Hijau
Kilat yang berhasil moncer di kelas Murai Batu A bikin heboh. Bukan karena gayanya yang apik, tapi kualitas vokal yang di atas rata-rata. Di kelas Cucak Hijau, Sugriwa tak terkalahkan
Kombinasi gaya nge-play yang aktif dipadu dengan momen sujud yang pas sebenarnya sudah cukup membuat Kilat terlihat mencolok saat turun di kelas Murai Batu A. Namun yang benar-benar jadi magnet perhatian para pemain dan pemburu gaco yang nongkrong di Denanyar BC justru materi suaranya.
Isian kapas tembak, kenari, dan love bird yang dimuntahkan dengan volume keras dan tembus benar-benar membuat aksi Kilat terasa angker. Ditambah durasi kerjanya yang rapat, penampilan Kilat makin terlihat komplit saat digantang di nomor 12.

JUARA MURAI BATU A
“Suara keras, materi isian juga bagus, durasi kerjanya dapat. Ini paket komplit,” ungkap Bambang Resmob, salah satu pemburu gaco yang dari awal terlihat serius mengamati aksi Kilat.
Menariknya, di kelas Murai Batu A itu sendiri Bambang Resmob juga menurunkan salah satu amunisi andalannya yang bernama SP. Gaco ini tampil cukup apik hingga berhasil meraih posisi runner up. Namun SP tetap harus mengakui keunggulan Kilat yang tampil lebih menonjol di sesi tersebut.
Alih-alih kecewa karena gaconya kalah, Bambang justru semakin tertarik dengan performa Kilat. Ia bahkan mulai memantau kembali aksi burung tersebut saat turun di kelas Murai Batu VIP.
Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

Sayangnya, di kelas VIP performa Kilat tidak sebaik sebelumnya. Burung ini terlihat telat panas sehingga kerjanya kurang maksimal dan akhirnya harus terpental dari podium utama. Pada sesi ini, Roda Gila yang menjadi andalan Bos Eko dari Perintis SF tampil lebih stabil dan berhasil mengunci posisi juara.
Meski demikian, hasil di kelas VIP sama sekali tidak menyurutkan minat Bambang Resmob. Begitu sesi selesai, ia langsung mendekati Kuprit yang dipercaya menjadi joki Kilat untuk menanyakan soal kemungkinan take over. “Kalau boleh, Kilat buat saya saja. Mau dimahar berapa?” tanya Bambang dengan nada serius.
Kuprit kemudian menjelaskan bahwa Kilat sebenarnya masih sangat baru di dunia gantangan. “Kilat baru dua kali ini turun, Minggu kemarin sama hari ini. Tadi Mas Qadafi juga sempat pesan, kalau ada yang minat, dia buka harga sepuluh juta,” jelas Kuprit.

SUGRIWA HATTRICK DI KELAS CUCAK HIJAU
Mendengar banderol tersebut, Bambang tidak langsung mengambil keputusan. Ia mengaku masih ingin melihat konsistensi Kilat terlebih dahulu sebelum benar-benar memboyongnya. “Saya pengen lihat lagi Minggu depan. Kalau memang stabil, harga segitu masih bisa dipertimbangkan,” ujar Bambang sambil tersenyum.
Selain Kilat yang sempat bikin heboh di kelas Murai Batu, ada satu nama lain yang juga tampil sangat mencuri perhatian di gelaran Denanyar BC yang berlangsung Minggu, 8 Maret 2026. Burung tersebut adalah Sugriwa yang turun di kelas Cucak Hijau.
Cucak Hijau hari itu dibuka dalam tiga kelas, yakni A, VIP, dan B. Menariknya, dari tiga kali penampilan tersebut Sugriwa yang menjadi andalan Saketo dari Megaluh berhasil menyapu bersih semuanya dengan meraih juara pertama di setiap kelas alias hattrick.

JUARA LOVE BIRD FIGHTER P1 A
Dominasi Sugriwa bukan semata karena gaya jamtroknya yang stabil. Yang membuatnya benar-benar unggul dari gaco lain adalah kualitas vokalnya yang terasa lebih tebal dan matang.
Materi suara yang dimuntahkan terdengar bersih dan kuat, dengan durasi pukulan yang panjang dan ngalir. Setiap kali membuka paruh, Sugriwa mampu mengunci perhatian juri dan penonton yang berada di sekitar gantangan.
Dengan performa seperti itu, tidak berlebihan jika banyak pemain menyebut Sugriwa sebagai salah satu gaco paling menonjol yang tampil di Denanyar BC kali ini.

Menariknya, di kelas lain tidak ada satu pun gaco yang mampu menyamai konsistensi Sugriwa. Bahkan di kelas Love Bird Fighter yang jumlah pesertanya terbilang membludak, tidak ada satu pun burung yang mampu mempertahankan tahta juara di dua sesi berbeda.
Di kelas Love Bird Fighter P1 A, Cit Cit milik H. Roni dari Arudam berhasil mengumpulkan poin tertinggi dan mengalahkan Niken Reborn yang menjadi andalan H. Roman dari Edan SF.
Namun di sesi berikutnya, yakni Love Bird Fighter P1 B, Niken Reborn berhasil bangkit dan membalik keadaan. Burung ini tampil lebih stabil dan sukses merebut podium puncak.

JUARA LOVE BIRD FIGHTER A
Persaingan juga berlangsung seru di kelas Love Bird Fighter A. Pada sesi ini, Putri Ayu yang menjadi amunisi Gus Habib dari Tebuireng tampil paling menonjol hingga akhirnya berhasil mengamankan posisi juara pertama, mengungguli Jolotundo milik Sigit serta Niken Reborn milik H. Roman.
Menariknya, di kelas Fighter B, Niken Reborn kembali menunjukkan mental juaranya. Burung ini sukses membalas hasil sebelumnya dan kembali naik ke podium tertinggi. Dengan hasil tersebut, Niken Reborn akhirnya mencatat dua kemenangan di kelas berbeda, yakni Love Bird Fighter P1 B dan Fighter B.
Gelaran Denanyar BC kali ini pun terasa semakin seru dengan banyaknya gaco yang tampil menonjol. Namun dari semua aksi yang tersaji, nama Kilat di Murai Batu dan Sugriwa di Cucak Hijau jelas menjadi dua bintang yang paling banyak menyita perhatian para pemain. (juned/cemix)
BROSUR & AGENDA LOMBA, KLIK DI SINI

JUARA KELAS CENDET A


BERITA LAINNYA
KATA KUNCI: denanyar bc data juara kilat sugriwa














