ATHOILLAH DAN CH LEGENDA

DENANYAR BC + DATA JUARA

CH Legenda Bangkit, Tekiro Tampil Tak Terbendung

Legenda Bangkit dari "Tidur Panjang". Trauma diterkam kucing sempat bikin performa naik-turun. Namun setelah penangan khusus, Legenda kembali bangkit. Namun di kelas cucak Hijau, Tekiro yang terbaik.

Nama Legenda sudah lama dikenal sebagai salah satu cucak hijau terbaik yang pernah dimiliki H. Athoillah. Gaco asal Jombang ini bukan burung sembarangan. Deretan prestasi bergengsi pernah dikoleksinya berkat penampilan yang selalu memukau, gaya jamtrok yang mewah, serta materi lagu yang komplet. Saat berada di puncak performa, Legenda menjadi momok bagi lawan-lawannya.

 

Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

 

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, nama Legenda seakan menghilang dari persaingan. Jarang terlihat turun gelanggang, bahkan nyaris tak terdengar lagi gaungnya di arena lomba. Banyak yang bertanya-tanya, ke mana perginya sang legenda?

Rasa penasaran itu akhirnya terjawab di gelaran Denanyar BC, Rabu (1 Juli 2026). H. Athoillah kembali membawa Legenda ke arena. Meski belum berhasil naik podium tertinggi dan harus puas finis di posisi runner-up kelas Cucak Hijau VIP.

 

JUARA CUCAK HIJAU A

 

Penampilan Legenda sudah cukup membuat banyak penghobi tersenyum. Aura petarungnya mulai kembali terlihat, mengingatkan pada masa-masa emasnya dulu.

"Selama ini saya memang kesulitan mencari top form-nya. Setelah mabung, karakter tarungnya sering timbul tenggelam, kadang bagus, kadang malah biasa saja," ungkap H. Athoillah.

 

JUARA MURAI BATU A

 

Setelah diamati dan dianalisis cukup lama, akhirnya penyebabnya pun ditemukan. Ternyata bukan karena faktor fisik ataupun setting harian, melainkan trauma yang selama ini tak disadari.

"Legenda ternyata takut sama kucing. Dulu di rumah sempat mau diterkam kucing, mungkin sejak kejadian itu jadi trauma. Akhirnya mental tarungnya ikut terganggu," jelasnya.

 

 

Sejak mengetahui penyebabnya, H. Athoillah mulai menyingkirkan keberadaan kucing di sekitar rumah agar Legenda lebih tenang. Perlahan tapi pasti, karakter tarung sang jawara mulai kembali muncul. Mentalnya kembali terbangun dan performanya pun semakin stabil.

Di kelas Cucak Hijau VIP, Legenda yang menempati nomor gantangan 33 tampil cukup menggigit. Aksi jamtroknya kembali keluar dengan roll tembak yang rapat dan durasi kerja yang lumayan stabil.

 

JUARA MURAI BATU VIP

 

Meski sesekali masih terlihat kehilangan greget, penampilannya sudah jauh lebih baik dibanding beberapa penampilan sebelumnya. Hanya saja, kali ini Legenda harus mengakui keunggulan Tekiro, amunisi andalan Gus Di Tawon yang memang sedang berada dalam performa terbaiknya.

Tekiro kembali membuktikan kualitasnya sebagai salah satu cucak hijau papan atas Jombang. Tampil dengan gaya jamtrok khas, dibalut materi lagu roll tembak panjang yang terus mengalir dari awal hingga akhir penilaian, Tekiro sukses mencuri perhatian tim juri dan mengamankan podium utama.

 

JUARA CENDET A

 

Dominasinya berlanjut di kelas Cucak Hijau A. Tanpa banyak memberi celah kepada para pesaingnya, Tekiro kembali meraih juara pertama setelah mengungguli Buto Ijo milik Hanafi Tugu yang berada di posisi kedua, serta The Rock, orbitan Bos Tyan, yang harus puas melengkapi jajaran tiga besar.

Kemenangan ganda yang diraih Tekiro menjadi bukti bahwa kualitasnya memang sedang berada di puncak. Sementara itu, meski belum kembali meraih gelar juara, kebangkitan Legenda menjadi kabar baik bagi pecinta cucak hijau Jombang.

 

 

Jika proses pemulihan mentalnya terus berjalan positif, bukan tidak mungkin sang Legenda akan kembali menjadi ancaman serius di setiap arena yang disinggahinya.

 

BHASUDEWA VS TIK TOK DI KELAS MURAI BATU

Di kelas Murai Batu A, duel panas langsung tersaji saat Tik Tok dan Bhasudewa dipasang berdampingan di nomor gantangan 24 dan 25. Sejak bendera start dikibarkan, keduanya saling obral materi tanpa ampun.

 

JUARA LOVE BIRD FIGHTER

 

Tik Tok yang belakangan lagi on fire sempat tampil meledak-ledak di awal sesi dan mencuri perhatian. Namun, Bhasudewa mampu menjawab dengan penampilan yang lebih stabil. Roll pukulan panjang, lagu variatif, serta kerja tanpa putus membuat Bhasudewa perlahan membalikkan keadaan hingga berhasil meredam kedahsyatan Tik Tok.

"Kayaknya Tik Tok kecapekan. Selama sepekan saya gantang dua kali. Mulai habis ini saya jadwalkan main cukup sekali dalam seminggu biar performanya balik maksimal," ungkap Wasis Tepozt.

 

JUARA LOVE BIRD P1 A

 

Sementara itu, di kelas Cendet A, Abu Nawas besutan Viky Kediri tampil bak kesetanan. Sejak awal hingga akhir penilaian, gaco ini terus menghujani arena dengan suara lantang, tembakan tajam, dan lagu variatif yang nyaris tanpa jeda.

Penampilannya benar-benar sulit dibendung. Rauf milik Gimo Berkah Jamur maupun Dubai andalan Rafie ER Team akhirnya harus mengakui keunggulan Abu Nawas yang tampil paling dominan di kelas tersebut. (juned/cemix)

BROSUR & AGENDA LOMBA, KLIK DI SINI

 

 

 

 

KATA KUNCI: denanyar bc data juara ch legenda tekiro

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp