H. YAYUK. MB PUTRA MAHKOTA MANTAU DI SHC, KINI LANGGANAN JUARA LINTAS EO

DATA JUARA ROAD TO ANNIVERSARY PMM 4

Sejumlah Gaco yang Didapat di SHC, Jadi Kampiun

Bisma, gaco milik Dimas dari Pradana Gank, meraih juara 1 di kelas utama. Hasil yang sama juga diraih oleh Spyder, jago milik H. Mustofa dari Krian, Sidoarjo. Ada juga nama Putra Mahkota milik H. Yayuk Madiun, peringkat 3 kelas utama. Ketiganya, ternyata didapat atau beli pada event yang digelar di SHC.

Bisma, sudah didapat sekitar 1 tahun yang lalu. Setelah menjadi milik Dimas Pradana, Bisma sudah sering juara di berbagai event lintas daerah dan lintas EO. Prestasi yang diraih kali ini, kembali menunjukkan bila ada event-event di SHC, bermunculan jago-jago prospek juara.

Cerita yang sama juga terjadi pada Spyder, yang sekitar 6 bulan lalu dibeli oleh Jack Nug dari Sragen di kelas bursa. “Burung saya yang beli, setelah itu baru deal dibeli Kaji Mustofa. Dua pekan lalu hatrik juara 1, 1, 1 di Harmoni Sragen, terus Anniversaary IKM Gemolong 2 dan 3. Tanggal 7 Juni akan diturunkan ke Prasasti,” terang Jack kepada burungnews.com.

 

H. MUSTOFA KRIAN SDA. MB SPYDER CURI JUARA, LANJUT PRASASTI 7 JUNI

 

Jago lain hasil mantau di SHC yang juga terus berkibar prestasinya, adalah Putra Mahkota milik H. Yayuk dari Kapal Keruk SF Madiun. Sebelumnya, di Road to Anniversary SMR, Putra Mahkota dua kali juara 1 alias double winner.

“Hari lagi kurang hoki. Di kelas utama penampilan cukup bagus, dapat peringkat 3 kita syukuri. Masih banyak lomba berikutnya kok,” ujarnya sambil tersenyum.

Setidaknya, 3 jagoan yang sudah dikonfirmasi didapat atau hasil mantau di SHC, meraih kejuaraan, termasuk di kelas utama. Sekali lagi, ini membuktikan banyak jago prospek juara yang diturunkan di SHC, mulai level Latber setiap hari Rabu, hingga event-event reguler di hari Minggu.

 

Jago-jago yang menunjukkan perfoma dan kualitas tersebut, akhirnya memang bisa terjual dengan harga yang cukup tinggi, bahkan beberapa fantastis. Itulah salah satu alasan mengapa event-event yang berlangsung di SHC senantiasa ramai.

Jago lawas yang mulai kembali menunjukkan tajinya, adalah Boncel milik Wawan dari Bandungan, Kabupaten Semarang. Cukup lama tak muncul, ini sudah kembali bisa juara 1 di kelas 750K.

Andri dari Radja Logam Boyolali juga tampak tersenyum lebar, sembari menunjukkan tropi juara 1. “Turun di kelas Free, tapi menangnya mutlak, 4 koncer A. Sama seperti ketika di Grand Launching Bojo Galak Arena, dua kali juara 1, semua juga mutlak 4 koncer A.”

 

MB BISMA MILIK PRADANA. DULU MANTAU DI SHC, JUARA KELAS UTAMA

 

Sebelumnya juga sudah ditulis, Pesona milik Totok Gudeg dari Jogja Bird Arena merebut juara 1, 2, dan 2. Sebelumnya di sejumlah event, masih “tertahan” di peringkat 2 terus, akhirnya bisa juara 1, meskipun baru sekali.

Dari Pekalongan, Mr. Egih dan kawan-kawan mengibarkan Duta Piala Canting, yang rencananya akan digelar pada 2 Agustus. Brosur sudah bisa dilihat di bawah berita ini.

Secara umum, jalannya lomba Road to Anniversary 4 PMM berlangsung meriah, kendati beberapa kelas ada yang tidak full. Peserta datang dari Jawa Timur, Pantura Jateng mulai Pekalongan di sisi barat hingga Jepara di sisi timur, tentu saja Solo Raya, DIY, dan sekitarnya.

 

Kelas Cucak Hijau juga meriah. Elan S yang menurunkan gaco orbitan baru Exotic, merebut juara 1. “Orbitan sebelumnya biasa juara lintas kota termasuk Jakarta, sudah pada pindah tangan. Exotic besok pas pulang ke Jakarta juga mau saya bawa buat ditarungkan di sana.”

“Terimakasih sekali atas dukungan dan kesetiaan kicaumania pada event-event PMM. Untuk event puncak Anniversary digelar pada bulan Juli, waktu dan lokasi fix tunggu pemberitahuan lebih lanjut. Sebelumnya, ada gelaran prestias Piala Kota Bahari pada 28 Juni di Java Land Stadium, Poltrans, kota Tegal,” jelas Agung Qpit, Kadiv. Juri PMM, mewakili owner H. Iskandar, SE.

 

ELAN S. DEBUTAN, LANGSUNG JUARA

 

ANDRI RADJA LOGAM BOYOLALI. JUARA ITU DAPAT KONCER 4A, LANJUT MALANG

 

 

 

KATA KUNCI: pmm shc jack nug sragen totok gudeg elan s

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp