
TRIO PIALA SLEMAN VAGANZA: H. FATORI, H. AGP, H. ARIF
DATA JUARA PIALA SLEMAN VAGANZA 3
Banjir Peserta, Panitia Terima Sejumlah Masukan
Area Monumen Jogja Kembali, lokasi gantangan Jogja Bird Arena yang menjadi venue Piala Sleman Vaganza pada Minggu 19 April 2029 benar-benar dipenuhi oleh kicaumania. Secara umum, lomba pun berjalan lancar.
Selain dua kelas Anis Kembang yang masing-masing terisi 15 peserta, semua full 24 dan 48G. “Ada beberapa sesi yang mungkin ada satu dua gantangan kosong, itu karena peserta yang terlambat. Secara pemesanan tiket sudah lunas dibayar,” terang H. Fatori, Ketua Panitia.
Ketua Pengda PBI Jateng dan DIY, Ir. H. Agus Gamping, juga menyatakan kelegaan dan kebanggaannya. “Pertama, dari sisi partisipasi peserta yang luar biasa. Bahkan di kelas utama 1.000K dan 550K, hari Sabtu siang atau H-1 sudah terlunasi pesanan tiketnya. Ini hal yang sudah lama tidak terjadi, semoga pertanda baik dan ke depannya pada event-event PBI bisa seperti ini terus.”
Kedua, secara penjurian juga ada kemajuan yang siginifkan. “Belum sempurna, iya. Kami masih menerima beberapa masukan yang disampaikan dengan cara yang sangat baik. Kami sangat berterimakasih dan menghargai semua kritik dan masukan, penyampaian dengan cara yang sangat sopan dan beradab malah membuatnya jadi sangat mengena. Prinsipnya, kami di PBI berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan,” imbuhnya.
Banyak gaco berusaha menunjukkan perfoma yang terbaik. Pertarungan menjadi ketat dan seru. Banyak kelas yang dimenangkan oleh jagoan yang berbeda, beberapa ada dominasi seperti di Murai Batu, Branjangan, Anis Kembang.
Gankster milik Mr. Kecot dari Jakarta, memenangkan dua kelas utama 1.000K dan BPD DIY A 330K. Mr. Kecot juga menurunkan Singa Galunggung, juara 1 kelas PBI Sleman B dan Camavinga runner up kelas BPD DIY B. Singa Galunggung tampil perdana setelah take over.

Mr. KECOT JAKARTA DAN KRU. GANKSTER DOUBLE WINNER, SINGA GALUNGGUNG PERDANA PASCA TAKE OVER LANGSUNG JUARA
Gaco-gaco murai batu lain yang tampil apik, ada nama Warok milik H. Finot dari Jepara, Begal Jr. milik H. Suwadi, Roda Mas milik H. Bethik, Tor milik Achong, Raptor milik Rans BF, Executor milik dr. Mulyana Jakarta, Barong milik Yosi, Tanah Abang milik Calvin Indah Jaya, dan beberapa lainnya.
Pada kelas-kelas Branjangan yang semuanya juga full 24-G, jago yang tampil memukau di antaranya Super Bejo milik Sondy, Mc. Jagger milik Ndan Marno, Purbaya milik Vitrek, Si Boy milik Edi Irawan, Mc. Queen milik Ujang, serta Parva Palmond milik Bowo.
Empat (4) kelas Cucak Hijau dimenangkan oleh jago yang berbeda. Nama Dakota, Banyu Mili, Tombo Tresno, dan Tumbas, masing-masing berada di peringkat 1. Pada Anis Merah, Fuck Boy milik Bowo Gabah mendominasi kejuaraan dengan double winner. Satu kelas lain juara menjadi milik Syakira milik Gus Najib Magelang.
Tiga (3) kelas Kacer, juga dimenangkan oleh jago yang berbeda, masing-masing Brutal milik Ambon – Garasi Arena, Cinta Buta milik Prapto PK SF, dan Niki Sae milik Firzan Samarinda. Dua kelas Anis Kembang, juaranya diborong oleh Brisik milik Pam dari Askes.
Event berikut persembahan PBI di Jogja, adalah Piala Pakualam ke-12 pada 14 Juni 2026, sementara Piala Raja akan digelar pada 20 September. Hal baru di Piala Pakualam, akan membuat dua kelas Cucak Hijau Ring.

KETUA PENGDA PBI JATENG DAN DIY Ir. H. AGUS GAMPING DAN ARIF ASTER BF. TERUS MENGAWASI JALANNYA LOMBA SAMPAI AKHIR

KETUA PANITIA H. FATORI DAN KETUM PBI H. BAGYA RAKHMADI

TIGA KELAS ANIS MERAH FULL 48-G

6 KELAS BRANJANGAN FULL 24-G

4 KELAS CUCAK HIJAU FULL 24-G

TIGA KELAS KACER FULL 24-G

PANITIA DAN TEAM JURI PIALA SLEMAN VAGANZA 3

BERITA LAINNYA
KATA KUNCI: piala sleman vaganza 3 agp bf













