
SESI MURAI BATU MERIAH
DATA JUARA PIALA DANDENKOMLEKREM 074
Tak Kenal Juri dan Panitia, Banyak Peserta Tetap Bisa Juara, Benarkah?
Seorang peserta tampak setengah berlari masuk gantangan. Ia langsung naik ke kursi di bawah gantangan nomor 03, satu orang di belakangnya menyerahkan burung dalam sangkar bundar besar, lantas digantanglah.
“Baru sampai, ini kami coba cari tiket hanya kebagian kelas ini,” ujarnya sambil menunjuk kelas Bursa maksimal 100 juta. Kicaumania ini mengaku bernama Sidek Eryanto, datang dari Jogja.
“Kita orang lama, ya hanya mengandalkan kualitas burung saja. Lihat saja tuh, semoga konsisten kerjanya,” ujar Sidik sembari menunjuk burung yang berada di gantangan pinggir, nomor 03.

SIDIK. SEBAGAI PEMAIN LAWAS, BANGGA BISA JUARA SECARA APA ADANYA
Benar saja, jagoan yang diketahui bernama Shankara itu jadi satu-satunya yang dapat 4 ajuan. Akhirnya, meraih nilai koncer tertinggi dan dinobatkan jadi juara 1. “Ini burung hasil breeding ndeso, dari Ngluwar Magelang saja, ternyata bisa bagus juga,” ujarnya yang mengaku sudah merawat selama 4 brodolan.
“Sebelum ke sini, sudah tak terhitung juara mulai level Latber, Latpres, hingga event yang cukup prestis seperti juara 1 di Rocket Feat Andri Bolang kelas utama, juara 1 Anniversary Pleret kelas utama, Pras Sniper Maudkismo juara 1, Anniversary Poltry Shop AS 016 juara 1, dan terakhir hari ini di Piala Dandenkomlekrem 074. Semua diraih apa adanya tanpa kenal juri dan panitia, benar-benar karena perfoma dan kualitas burung.”
Agus Black Jazz yang datang jauh dari Ponorogo, juga mencuri juara 1 lewat cucak hijau Dealova, selaih peringkat 2 dan 3. “Saya senang bisa ikut lomba yang begini, menang yang menang, kalah ya memang kalah, tak banyak drama.”
Agus juga akan menginisiasi event Lokal Terkendali di Wonogiri, tanah kelahirannya. Event yang antara lain mengandalkan tropi yang benar-benar keren dan prestis, rupa saxophone dari bahan logam, yang oleh sebagian orang diidentikan dengan aliran (musik) jazz.
Kicaumania lain yang mengaku nyaman ikut lomba dengan penjurian SHC karena tetap bisa juara meski tak perlu bisik-bisik ke juri, adalah Rudy NRS. “Di tempat lain, saya kerap kecewa. Misal, ketika burung lagi kerja baik-baiknya ternyata ada juri yang gak nemu jadi ajuan, nilainya berhenti di 37. Di sini, kalau memang burung kerja, dihargai. Bukan semata soal kalah atau menang, tapi kita punya burung kerja dan dihargai, itu yang bikin kita merasa senang.”

CH DEALOVA CURI JUARA 1. SIAP DUKUNG EVENT PBI LOKAL TERKENDALI DI WONOGIRI
Event ini juga dihadiri oleh Mas Walikota Solo. Dalam perbincangan dengan media, beliau sangat antusias dan siap mendukung EO atau gantangan yang ada di kota Solo, termasuk aspriasi supaya di lokasi ini (Denkomlekrem) dibuat gantangan rutin.
Setelah event ini, sejumlah event menarik sudah menunggu. Pada 12 Juli di Jepara ada event Piala Camat Tahunan bersama AJIS, 19 Juli Bupati Cup Purworejo - Road to Piala Presiden RI main dua lap, Pemalang Ikhlas bersama AJIS, kemudian 26 Juli ada Kopdar Jogja Bird Arena, Piala Kapolri di Ancol berhadiah mobil, lanjut Bupati Cup Klaten 2 Agustus, hingga Musthofa Award Feat SHC pada 23 Agustus di JBA.

RUDY NRS. BURUNG KERJA DIHARGAI, ITU SANGAT MEMUASKAN

RAMAH TAMAH DAN DUKUNGAN MAS WALIKOTA BERSAMA MAS KOMANDAN DENKOMLEKREM 074 (KANAN)


JADWAL BUPATI CUP PURWOREJO, KLIK DI SINI

JADWAL KOPDAR JOGJA BIRD ARENA BULAN JULI 2026, KLIK DI SINI
BERITA LAINNYA
KATA KUNCI: shc piala dandenkomlekrem 074 feat shc











