
UNGKI, RONNY STIGA, AGUNG SETURAN, TOTOK GUDEG. FULL PESERTA, TETAP NYAMAN
DATA JUARA KOPDAR JOGJA BIRD ARENA
Ada Banyak Perbaikan, Lomba Terasa Sangat Nyaman
Agung Seturan, Totok Gudeg, Ungki, serta sejumlah panitia pendukung seperti Ronny Stiga dan Inu Santosa, tampak gembira sepanjang jalannya lomba. Mereka merasa ada perkembangan yang nyata dari gelaran sebelumnya.
“Secara harga tiket memang di bawahnya, ya boleh dibilang ini sekelas Latpres naik sedikit, dengan tiket maksimal 330K. Tapi ini pesertanya benar-benar mendaftar secara organik, alamiah, tidak ketuk-ketuk pintunya, tidak kami rayu-rayu supaya daftar, bahkan sebaliknya beberapa kicaumania justru yang meminta kami supaya segera gelar event semacam ini dan nantinya bisa rutin,” terang Ungki, salah satu owner Jogja Bird Arena (JBA).
Salah satu peserta, dari Setan Manuk Malang, memang mengaku beberapa kali menyemenagi para pengurus JBA supaya segera menggelar event rutin. “Maka kami dari Malang hari ini pun datang mendukung. Secara partisipasi peserta oke sekali, penyelenggaraan dan penjurian kami lihat secara umum juga ada kemajuan ketimbang pas pembukaan,” ujarnya sambil menyaksikan kelas utama.
Mr. Danu, salah satu tokoh dan sesepuh di Jogja yang dikenal sebagai owner gantangan Kronggahan, juga mengaku gembira melihat perkembangan di JBA. “Dulu saya memang kasih masukan, dan senang sekali karena sekarang sudah dijalankan. Bisa dilihat kan, lepas dari berapa harga tiketnya, lomba jadi terasa sangat nyaman. Tidak melihat atau mendengar orang menggerutu kan?,” ujar Pak Danu.
Sementara itu, media officer JBA Inu Santosa, meungungkapkan bila pada Kopdar bulan depan, rencana untuk kemasan bakal dinaikkan lagi. “Kalau melihat berjalannya hari ini, kami optimis secara kemasan sudah bisa di up grade lagi. Tentu kita lakukan secara bertahap.”
Meski secara kemasan sebenarnya untuk para kicau mania lokal, namun banyak peserta yang datang dari luar kota, seperti Temanggung, Magelang, Kebumen, Purworejo, Solo Raya. Bahkan hingga dari Malang Jawa Timur.

SESI CENDET FULL 24-G
Gus Ali dari Muntilan misalnya, menyebut sengaja datang lebih buat melatih. “Di Muntilan sana selama ini terbiasa main rutinan mulai jam 17. Nah di sini main lebih awal, terlihat masih gugup. Jadi memang perlu dibiasakan ikut yang jam masih siang.”
Persaingan baik di kelas Murai Batu, Cendet, Kacer, dan Cucak Hijau juga cukup ketat. Para juara, bisa disimak di bawah ini. Beberapa data masih kosong, meski nomor gantangan tertera. Bila Anda merasa juara tapi belum masuk, atau ada penulisan yang kurang pas, bisa mengajukan susulan atau revisi, format KELAS / JUARA / NAMA BURUNG / PEMILIK / ALAMAT, kirim ke admin 0817.0251.279.

SESI CH FULL

PAK DANU. SELALU SIAP MEMBERIKAN MASUKAN BILA DIPERLUKAN

GUS ALI. MELAIH BURUNG MAIN LEBIH SIANG, BIASANYA JAM 17 DAN SETERUSNYA

ARDI TEMANGGUNG. NGAJAK KELUARGA. CENDET HOMPIPAH MASUK KE TIGA, KURANG KERJA

GENDON TAMSIS, SELALU SEMANGAT

EKO GOLO. METEOR RAIH PERINGKAT 2 DAN 4

H. MUSTHOFA DKK. 28 JUNI DITUNGGU DI MUNTILAN, MUSTHOFA MOBIL JILID 1

KRU AKAS BF IRVAN 5758. MANGIR CURI JUARA

KRU ARDIANSYAH. RAJA JUARA KELAS UTAMA

MR. G. MB MUDA BLEDUG JAYA, HASIL BREEDING DAN MASTER SENDIRI

RINJA. MATERI TLENDO SAKTI BANYAK PUJIAN

BERITA LAINNYA
KATA KUNCI: jba kopdar jogja bird arena













