DP5 ANAKAN ARJUNO TERUS MEROKET


BREEDING MURAI BATU MERAPI (MM): Indukan Eks Juara, Anakan Laris Hingga di Masa Pandemi Bisa Subsidi Usaha Inti

Di kalangan murai mania Jogja, nama Aji yang kini memimpin komunitas Serdadu cukup disegani. Berkiprah sejak 2012, Aji dikenal pinter memilih jago dengan materi unggul, serta rajin nyambangi banyak gantangan.

Aji sudah banyak mengorbitkan jago murai batu. Hingga pada tahun 2015, Aji memutuskan mulai beternak. Ia memanfaatkan lahan seluas 2.200 m2 di dusun Kalisoro, Umbulharjo, Ngemplak, Sleman. Namun, Aji masih tetap aktif mendatangi banyak gantangan di Jogja dan sekitarnya.

 

AJI. BERIKAN PAKAN DI KANDANG BESAR

 

Sebagai orang yang paham kualitas murai, tentu saja Aji tidak mau asal-asalan memasukkan materi indukan. Dari semua burung orbitanya, kemudian diseleksi dengan ketat. Yang dianggap memiliki keunggulan dan kelebihan seperti materi mewah dan volume dahsyat, disimpan untuk dijadikan indukan.

Aji juga tinggal di lokasi yang sama, berdampingan dengan bangunan untuk yang saat ini memuat 8 petak kandang. Di bangunan lain yang terletak di tengah, berisi 7 petak kandang. Jadi total Aji memiliki 15 pasang indukan.

 

 

Bangunan yang dipakai untuk kandang ternak itu, sebelumnya dimanfaatkan sebagai gudang untuk tempat menyimpan beragam furnitur. Sebelum serius menekuni breeding, Aji lebih dulu mengelola bisnis disain interior dan furnitur yang cukup sukses, hingga memiliki 25 karyawan.

Dampak pandemi Covid membuat usahanya melorot drastis. Dengan berat hati, Aji pun harus memberhentikan karyawannya, hanya tersisa hanya satu orang saja.

 

BURUNG LAPANGAN MASUK KANDANG UMBARAN 6 M 3X SEPEKAN

 

Breeding murai batu tersebut, awalnya disubsidi dari hasil usahanya interior dan furnitur. Kini yang terjadi kebalikannya.”Dulu saya beli burung dan membuka usaha breeding, biaya semua dari hasil usaha interior. Sekarang kebalikannya usaha interior yang lagi melorot, yang disubsidi dari hasil breeding murai batu,” ungkap Aji yang saat ini menjadi ketua Serdadu Team Jogja.

Aji mengaku kecintaannya hobi burung sebenarnya sejak masih kecil. Di kampung halamannya di kota Pati sudah memelihara burung cendet. ”Waktu kecil mau beli murai batu yo tidak mampu wong harganya mahal, baru beli cendet. Kebetulan di kampung saya dulu, burung cendet banyak,” tambah Aji yang kini sudah dikarunia sepasang anak.

 

 

Setelah usaha disain interior dan furnitur di Jogja berkembang dan ada rezeki, Aji baru mulai membeli burung murai batu. Begitu mulai terjun iku lomba ke lapangan, langsung main murai batu dari tahun 2012 hingga sekarang.

Kebetulan sang istri mendukung hobinya, apalagi setelah breeding juga menghasilkan. ”Istri saya sangat mendukung usaha burung, mau beli berpa pun asal ada rezeki tidak masalah. Apalagi sudah tahu dari hobi ini juga bisa dijadikan bisnis yang mulai dirasakan hasilnya,” tambah Aji.

 

HASIL ANAKAN SENDIRI SIAP TURUN LAPANGAN

 

Salah satu indukan yang menjadi kebangganan Aji adalah Arjuno. Ini adalah jago yang sudah membesarkan namanya. Arjuno selain memiliki volume dahsyat, materi lagunya mewah.

Tak heran bila di lapangan aksinya sering menyita perhatian. Terakhir turun di even Faster Chiki, musuhnya juga bagus-bagus, Arjuno masih bisa bertahan di tangga juara.

 

 

”Materi lagunya mewah dan volumenya dahsyat, asal bunyi semua juri pasti dengar sekali pun jauh, wong suaranya tembus ampai ke luar pagar.”

Saat diputuskan masuk kandang ternak, Arjuno ternyata juga gampang, bahkan bisa dipoligami hingga 4 betina. Tentu saja, betina ditaruh di kandang yang berbeda.

 

ANAKAN BETINA DISIMPAN

 

Semua kandang di tempat Aji dibuatkan pintu kecil terobosoan antara kandang yang satu dengan lainya. Bila di salah satu kandang sudah kawin, kandang kecil dibuka agar Arjuno pindah ke sebelah dan seterusnya, hingga ke 4 betina di 4 kandang sebelahnya dikawin semua.

Sayang, anakan dari Arjuna banyak yang kurang beruntung, mati karena dimakan tikus. “Hanya tersisa tiga ekor saja, semua sudah menjadi indukan sekaligus menjadi unggulan bagi kandang Murai Batu Merapi.”

 

 

Arjuno sendiri sudah tinggal kenangan karena mati, sewaktu dalam kondisi mabung. Salah satu anakan dari Arjuno yang diberi nama Datuk Panglima (DP) bahkan saat ini masih diturunkan lapangan.

Prestasinya pun terus mengkilap, satu pekan bisa digeber hingga 4 event. Dimulai dari DEC Monjali, turun tiga kelas tampil prima hingga meraih poin tertinggi, berhak mendapat gelar murai terbaik dari panitia DEC.

 

ANAKAN DARI MURAI BATU MERAPI USIA MUDA SUDAH PRESTASI

 

Hari Rabu kembali turun di Peksi 88 meraih juara 1 dan 4, berlanjut ke Cepoko Mulyo pada Jumat (4/9). Di sini musuhnya lebih berat dan banyak burung bagus yang kerja.

DP masih tetap mau tampil, tapi sayang kurang beruntung kalah tos 4-7. DP kebetulan menempati gantangan 7. Hari Minggu (6/9) kembali turun di Road to Bangun Kerto, lagi-lagi kali ini harus kalah tos, 4-5.

 

 

MABUNG, 15 KANDANG OFF

Saat ini semua indukan dari 15 kandang Murai Batu Merapi (MM) semua off tidak produksi karena mabung. Tapi sebagian sudah terlihat mau selesai. Sebelum mabung berbarengan, produksi rata-rata tiap bulan bisa menghasilkan 15 ekor hingga 25.

Anakan yang kakinya disematkan ring MM, harga anakan lepas trotol dibandrol 5 juta. Pelanggan pembelinya tak hanya dari kota Jogja saja, tapi sampai keluar kota seperti Temanggung, Semarang, hingga Jakarta.

 

Hari gini belum pakai TWISTER? Segera merapat di kios-kios / agen terdekat, bila belum ada mintalah untuk menyediakan, biar Anda dan para kicau mania lainnya lebih mudah mendapatkannya. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

 

Anakan termasuk laris manis, terakhir ada 25 ekor trotolan juga ludes terjual. Salah satu pelanggan dari luar kota memborong 6 ekor.

Kebanyakan pelanggan yang pernah membeli, kembali memesan anakannya. Kini tinggal beberapa ekor anakan yang sudah anjak dewasa yang masih ditempel burung masteran.

“Semua anakan sejak masih trotol sudah ditempel burung masteran. Tinggal beberapa ekor saya yang masih saya masteri. Materi lagunya bagus-bagus, tapi masih perlu sabar bila ingin dicoba di lapangan.”

 

 

TROTOL INDUKAN ALBINO SATU PASANG 30 JUTA

Aji kini sedang mencoba melebarkan usaha breedingnya, mencoba keberuntungan mencetak burung albino. Sudah disiapkan calon indukan satu pasang anakan dari albino yang dibeli seharga 30 juta.

”Saya beli waktu usianya masih 2 bulan dari indukan albino, kalau beli indukannya harganya mahal sekali, di Pati ada yang sepasang laku 700 juta dibeli orang Singapura. Yang saya beli anakan dari indukan yang laku ke Singapura itu,”jelas Aji sembari berharap mudah-mudahan nantinya bisa mengeluarkan turunan albino. [busro]

 

ANAKAN DARI ALBINO SIAPKAN UNTUK INDUKAN

KATA KUNCI: aji murai batu merapi breeding murai batu

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp