RAGAM SANGKAR BnR YANG BEREDAR DI LAPANGAN. LOGO PALING KIRI, BnR, SUDAH TIDAK DIPRODUKSI LAGI

BERAGAM EJAAN LOGO SANGKAR BnR

Mulai BnR, B&R, BDR, Apakah Semua Resmi dan Asli?

Belakangan di lapangan tampak beragam ejaan pada logo sangkar BnR. Bila dulu kita hanya melihat ejaan BnR, sekarang ada yang B&R, terakhir ada juga BDR. Apakah ini produk yang sama-sama resmi keluaran BnR Indonesia, atau jangan-jangan produk dari tempat lain yang diplesetkan atau dimirip-miripkan?

Burungnews pun mencoba mengkonfirmasi hal ini langsung kepada pendiri BnR Indonesia, Bang Boy. Belakangan, Bang Boy memang aktif memproduksi dan memasarkan produk unggulannya, berupa kurung atau sangkar, lewat Omasangkar yang bermarkas di Yogyakarta.

Omasangkar sudah ditunjuk Bang Boy menjadi distributor tunggal sangkar ke seluruh Indonesia. Kini Bang Boy sedang terus mempromosikan nama Omasangkar supaya lebih dikenal sebagai satu-satunya penyalur sangkar yang diproduksi secara resmi oleh BnR Indonesia.

 

TOPSONG dengan bangga memperkenalkan TOPSONG PREMIUM kemasan baru dengan botol, dengan tambahan pengaman. Infomasi, hubungi 0813.2941.0510.

 

Salah satu metodenya, dengan menggelar lomba bertajuk Omasangkar Cup 1, Minggu 7 Juli 2024 di gantangan Prambanan BC. Event ini akan kembali membuka kelas-kelas kolosal full 72-G, dengan harga tiket yang terjangkau sehingga bisa diikuti dan dinikmati kalangan akar rumput, selain lomba seri G dengan jumlah gantangan terbatas.

“Khusus di event tersebut, Omasangkar akan menjual sangkar-sangkar resmi dan pasti asli, dengan harga promo spesial.”

Bang Boy menegaskan, menjual sangkar resmi dengan harga khusus yang lebih murah dari harga pasaran, bukan karena serapannya kurang bagus. “Jangan salah, sangkar BnR itu permintaan masih sangat banyak. Bahkan karena pasokan kurang atau belum sebanding dengan permintaan, sangkar sekend (bekas pakai) pun banyak dicari oleh mereka yang tidak sabar menunggu unit yang baru.”

 

 

 

Lalu, bagaimana dengan fakta di lapangan ternyata bisa dijumpai setidaknya sangkar dengan 3 macam ejaan, mulai BnR, B&R, hingga BDR. “Ohh, itu semua produk resmi dari kami juga. Yang membedakan itu waktu produksinya. Untuk yang logo dengan ejaan BnR sudah tidak diproduksi lagi, kalau masih banyak digunakan di lapangan, pertanda produknya baik dan awet dan disukai atau merasa cocok. Tapi kalau ada yang menjual produksi baru masih memakai logo berejaan BnR, ya berarti palsu. Tahun lalu kita perkenalkan logo baru dengan ejaan B&R, lalu beberapa bulan terakhir mulai kita produksi yang memakai logo dengan ejaan BDR.”

Meski ketiga ragam logo dengan ejaan berbeda itu semua resmi dikeluarkan oleh BnR Indonesia, Bang Boy tetap mengingatkan para kicaumania untuk mewaspadai produk palsu atau tiruan. “Ya, ini Indonesia. Apa saja yang laku apalagi laris, selalu ada yang berupaya meniru. Begitu canggihnya, sampai orang awam itu sulit membedakan antara produk yang original dari kita dengan produk tiruan alias palsu. Produk resmi dan asli sudah menggunakan logo baru yang berejaan B&R dan BDR, catat ya.”

 

KATA KUNCI: sangkar bnr logo bnr oma sangkar

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp