Deal. Love Bird Arjuno bersama tim Kaleng-kaleng SF (kiri) dan Mr. Budi M Power.


Apa Maunya Orang Ini?

Rogoh Kocek Rp 90 Juta Hanya demi Memboyong Seekor Love Bird ke Ponorogo

Sunyi senyap suasana transaksi besar Love Bird di kawasan Karesidenan Madiun terutama Ponorogo pecah. Kabar ini diterima penulis disaat bersama-sama menunggui sambil memantau kerja seekor Love Bird bertipikal figther di lomba HUT Kemerdekaan RI ke 74 Dolopo BC, Sabtu (17/8/2019).

Kabar yang awalnya penulis anggap sebagai candaan dan meragukan, pun membuat Mr. Budi M Power, sang pemboyong Love bird ini meninggikan nada bicaranya. Selanjutanya, dengan setengah berbisik Mr. Budi pun menyebutkan nama Love Bird tersebut sebagai Arjuno milik Kaleng-kaleng SF.

Mr. Budi M Power siap moncerkan nama kekek mania Ponorogo lewat Love Bird Arjuno.

"Lho iya mas, dan sebenarnya hari ini sudah bukan pantau lapangan lagi, karena sudah lebih dari dua Minggu saya pantau baik di rumah maupun di beberapa lomba dan sudah saya deal. Secara kualitas saya pikir sampeyan juga mengikuti kiprah Arjuno beberapa waktu belakangan ini?" tegas Mr. Budi, balik bertanya.

Dan memang benar saat digantang di even Dolopo ini, Arjuno pun sudah menggunakan "rumah" baru, bertuliskan M-Power SF yang merupakan tim kebanggaan Mas Budi, sapaan akrab Mr. Budi. Arjuno pun meraih double winners di kelas fighter di even ini. Lantas apa sebenarnya mau pria yang rela merogoh kocek Rp 90 juta untuk satu ekor burung fighter warna hijau ini?

"Pertama, Saya itu sudah lama pingin punya love bird yang bisa tampil bagus stabil, saya nggak mau ribet-ribet lagi. Dan saat beberapa waktu lalu saya lihat Arjuno ini di gantangan, saya suka dan terus saya pantau sampai deal, kebetulan koceknya cukup memadailah untuk saya. Selain itu, di Ponorogo ini, sepanjang sepengetahuan saya, terakhir-terakhir ini belum ada Love Bird (dewasa) yang mampu berbuat banyak hingga membuat nama Ponorogo moncer di luar. Jadi saya ingin Ponorogo punya Love Bird seperti itu, jangan kalah dengan kota-kota tetangga lah," gamblang Mas Budi.

Keinginan lain, lanjutnya, dia ingin memotivasi kekek mania Ponorogo, bahwa love bird jika kualitasnya mumpuni, harga jual tentu juga ikut mumpuni. "Harga masih bagus kalau kualitasnya bagus, jadi gak perlu kendur semangat mencetak love bird-love bird prestasi. Nggak masalah mau konslet atau fighter. Nggak selalu harus fighter wong bikin konslet juga nggak gampang, kelas lombanya juga masih banyak dibuka," tandasnya.

"Biar lebih ramai lagi kelas-kelas love bird di semua gantangan, bayangkan kalau Love Bird makin sepi, bisa-bisa gantangan juga ikut sepi, penyelenggara lomba juga bisa amsyong. Untuk memodali ini pun saya rela menjual beberapa Cucak Ijo saya," tambahnya.

Sekilas jejak prestasi Arjuno dalam pengamatan penulis, dalam hampir sebulan ini, Arjuno merajai podium, di even-even kawasan Karesidenan Madiun. Tak cukup satu juara, dalam sebuah even kebanyakan diakhiri dengan double winners alias nyeri juara 1 bahkan hattrick di kelas-kelas fighter.

 

KATA KUNCI: budi m power kaleng-kaleng sfdolopo bclomba burung madiun jalaratu madiun

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp