YANK 86 NYARIS MEREBUT TIGA KEMENANGAN DI KELAS LOVE BIRD DEWASA.


ANNIVERSARY IMAM KAJI CUP - SURABAYA #1 : Pecahkan Rekor Peserta, Dihadiri Jawara-Jawara Nasional

Anniversary yang ke-63 Kaji Imam Cup di gantangan Putra Rinjani Enterprise, Minggu 19 Januari 2020, mampu memecahkan rekor jumlah peserta. Even ini juga diikuti jawara love bird Nasional.

Meskipun berbarengan dengan beberapa gelaran di Surabaya dan Sidoarjo, antusiasme para kicau mania untuk meramaikan ulang tahun yang ke-63 Kaji Imam dengan tajuk Anniversary Imam Kaji Cup dijubeli sekitar 832 gaco.

 

YANK 86 MEREBUT GELAR PERTAMA PADA SESI LOVE BIRD G-24.

 

Jumlah peserta ini sekaligus memecahkan rekor dari gelaran Putra Rinjani Enterprise yang berlokasi di Jalan Ketintang Barat 3 Surabaya. "Saya memancing peserta untuk datang dengan memberikan hadiah juara umum yang cukup wah," ujar Yohanes YKS selaku ketua pelaksana lomba.

Munculnya love bird -love bird jawara Nasional antara lain, Yank 86, King, Charlitos, Roda Gila, dan masih banyak lainnya membuat gelaran ini makin semarak dan penuh greget. "Saya dengar burung-burung edan akan main di sini makanya aku datang, ini kali pertama aku bermain di gantangan ini," bilang Tetel pengawal setia Yank 86.

 

Hindari PENYITAAN atau SANKSI hukum lainnya

Daftarkan CUCAK HIJAU dan burung dilindungi lainnya. Lihat syarat, cara, dan di mana mengurusnya, KLIK DI SINI.

 

Tidak rugi datang jauh-jauh dari Malang, Yank 86 milik H Samsul dari STMJ 86 Malang mampu membawa pulang gelar juara 1, 1 dan 3. Gaco ini sudah malang melintang di berbagai even tingkat Nasional di berbagai kota di pelosok negeri.

Bermain di sesi love bird dewasa A, Yank 86 berada di nomor gantangan 15 mampu memperlihatkan aksi hebatnya. Tentu saja Tetel berharap bisa meraih gelar pertama. Tapi prediksinya meleset. Yank 86 harus puas berada di posisi ketiga kalah dari Bisma PB milik Adhe SFN dan Kliwon jagoan baru Abah Dinsyah dari Boss Kecil SF yang menduduki podium teratas.

 

KLIWON UNJUK GIGI DENGAN MEMBAWA PULANG JUARA 1, 2, 2 DAN 4.

 

Kurang puas dengan hasil yang diperoleh jagoannya, Tetel kembali menyeting ulang untuk bermain di kelas utama. Bertarung ketat dengan Kliwon yang berada di sampingnya, dua amunisi ini mampu memperlihatkan kekean panjang berulang-ulang hingga dewan juri cukup kewalahan untuk menghitung poin kedua jawara ini.

Hasilnya Yank 86 dinobatkan sebagai sang jawara diikuti oleh Kliwon berada di posisi kedua, serta Ikhlas milik Tomat SF dari Punokawan sebagai juara ketiga. Kembali turun pada sesi love bird dewasa B, kali ini Yank 86 harus berjibaku dengan Roda Gila Milik Abah Sakri dari Airlangga Team dan Kliwon untuk mempertaruhkan siapa yang terbaik.

 

LOVE BIRD DOSOMUKO BORONG BANYAK GELAR PENGHARGAAN.

 

Akhirnya nama Yank 86 muncul sebagai pemuncak laga untuk kali kedua.  Dengan prestasi ini, Yank 86 bisa membanggakan H Samsul dari STMJ 86 dengan tiga gelar. "Harusnya dia bisa meraih hatrik, karena menurut saya penampilan awal adalah yang terbaik," sesal Tetel kepada Burungnews.

Amunisi terbaru Abah Dinsyah dari Boss Kecil SF yaitu Kliwon ternyata mampu mempersembahkan yang terbaik buat juragannya dengan membawa pulang beberapa trophy untuk bertarung dengan love bird-love bird papan atas sebagai juara 1, 2, 2 dan 3. "Saya suka penampilan ngekek konslet seperti rudal," ucap Abah Dinsyah.

 

Yang di desa, di kota. Yang ikut lomba atau sekadar didengar suaranya di rumah. Dari generasi ke generasi sudah memakai TOPSONG.

 

Bermain di lima kelas, Kliwon bisa memperlihatkan aksi ngekek panjang dengan jeda rapat seperti kompatriotnya, King. Dengan hasil yang diraih Kliwon pada perlombaan kali ini, cukup membuat puas sang pemilik burung. "Mungkin karena kacapaian, karena kemarin bermain banyak kelas di Grand Opening Sinar Terang Menganti," kata Abah Dinsyah sambil siap-siap untuk pulang.

Satu lagi amunisi yang juga tampil bagus yaitu Dosomuko milik Opek dari ABC BF SF. Dikawal Yongky dan Kaji Arif, Dosomuko kembali membanggakan sang pemilik dengan meraih banyak gelar penghargaan sebagai juara 1, 1, 2, 2 dan 6. "Seharusnya dia bisa hatrik, pada sesi awal love bird M3 A kekeannya lebih nggrojok," terang Yongky kepada Burungnews.

 

LUDRUK BC LEWAT RADEN AYU BISA MEMBAWA PULANG JUARA 1, 3, 3 DAN 6.

 

Burung yang spesialis kelas M3, L1 dan P1 ini selalu menunjukkan materi kekean panjang dan rajin. Dosomuko mampu mengambil dua gelar pada sesi love bird M3 C dan love bird dewasa C. Sementara pada sesi love bird M3 A, B dan love bird dewasa B harus puas berada di posisi 2, 2 dan 6. "Allhamdulillah, apapun rejeki yang diperoleh hari ini yang penting patut disyukuri aja," jawab Yongky.

Pada kategori love bird fighter, persaingan berlangsung ketat dan belum ditemukan burung yang mendominasi jalannya lomba. Hanya Bat Mabat milik Ipank AR dari Plaso SF dan Raden Ayu gaco lama Iwa K dari Ludruk BC yang bisa membawa pulang tiga gelar pada lomba kali ini.

 

BISMA PB AMANKAN SATU KEMENANGAN PADA AWAL KELAS LOVE BIRD A.

 

Bat Mabat menjadi burung fighter dengan perolehan trophy terbaik, meraih juara 1, 2 dan 2. Berbekal kekean durasi yang panjang Bat Mabat bisa mengambil gelar pertama pada sesi pembuka lomba diikuti oleh Roro Mendut milik Black Bratang BC dan Raden Ayu sebagai juara dua dan tiga.

Tampil stabil pada dua sesi selanjutnya Bat Mabat belum cukup buatnya untuk bisa meraih yang terbaik pada sesi love bird fighter G-24 dan B. Amunisi milik Ipank AR harus puas berada di posisi kedua sebanyak dua kali hingga gagal merebut tiga kemenangan. "Apapun hasilnya saya puas dengan penampilannya hari ini," bilang Ipank AR.

 

Jangan sampai ketinggalan sama yang lain. Segera dapatkan TWISTER di kios-kios terdekat. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

 

 

Sedangkan Raden Ayu amunisi lama milik Iwa K yang sering membawa pulang banyak gelar buat tim Ludruk BC. Hari ini juga tampil tidak mengecewakan sang pemilik burung untuk meraih juara 1, 3, 3 dan 6. "Pada sesi perdana tadi tampilnya bagus, namun juri hanya memberikan juara ketiga," gerutu Cak Ali perawat setia Raden Ayu.

Kegemilangan kekean super yang keluar dari paruhnya pada setiap kali dilombakan, bisa mengambil satu gelar pada kelas utama love bird fighter G-24 sebagai sang jawara buat Raden Ayu, sedangkan pada sesi love bird fighter A dan C Raden Ayu harus puas berada di posisi ketiga.

 

ASMORO KUNCI SATU KEMENANGAN PADA SESI LOVE BIRD M3 A.

 

Tidak hanya love bird yang tampil bagus-bagus, begitu juga dengan kategori ocehan. Hampir penuh pada setiap kelas sesi awal dan G-24 membuat suasana lomba kali ini makin punya greget khususnya pada sesi ekor panjang dan ngentrok mania.

Murai batu Seruling milik Abah Muji dari Ali SF mampu menyodok pada dua sesi akhir untuk menjadi yang terbaik sekaligus merebut dua kemenangan pada lomba kali ini. Dikawal oleh Faisal Seruling kurang panas pada dua sesi awal lomba hanya bisa berada di posisi ke sembilan di kelas awal murai batu A.

 

BALEKAMBANG LILA ANGKAT NAMA TIM GALAXY BC MEMBAWA PULANG JUARA 1 DAN 4.

 

Baru pada sesi murai batu B dan C, Seruling mampu menunjukkan aksi heroiknya. Gaya sujud dengan tembakan lagu berulang-ulang membikin hati juri untuk terpikat memberikan koncer pertama pada sesi murai batu B hingga berlanjut pada sesi C. "Ya mungkin rejekinya juara pada kelas akhir-akhir," bilang Faisal kepada Burungnews.

Sementara pada sesi murai batu utama dan A, jawaranya diambil oleh dua jagoan yang berbeda-beda. Raja Tembak amunisi lama Mbah Loso dari Sby Wani SF langsung menggebrak pada sesi awal kelas ekor panjang sebagai sang jawara, di ikuti oleh Santana gaco Gembul dan Darah Tinggi milik Abah Nono dari Baret Hitam Pelindo sebagai juara kedua dan ketiga.

 

Ini dia asupan tambahan yang paling pas buat nyeting Paud. Sudah banyak yang membuktikannya...  Bila Anda belum bisa mendapatkannya di kios terdekat, bisa menghubungi nomor yang tertera pada baner berikut, atau langsung lewat Tokopedia / Bukalapak.

 

Pada kelas utama G-24, tercatat nama Black Cobra milik AK 27 Orlando SF yang mampu mengamankan podium tertinggi kelas ini sebagai sang juara. Di susul oleh Dumbo gaco baru Ronny dari Sarikat SF dan Ronggur milik Axsan dari Ambi berada di posisi dua dan tiga. "Puji Tuhan mencoba amunisi baru yang masih satu kali urakan bisa membawa pulang juara 2 dan 3," bangga Ronny kepada Burungnews.

Pertarungan seru juga terjadi pada sesi ngentrok mania mulai awal lomba hingga akhir, dengan menghasilkan tiga jawara yang berbeda untuk menduduki podium tertinggi disetiap kelasnya. Ganesa milik Aan YKYB dari Wage menyuguhkan aksi hyper jamtrok dibumbuhi tembakan yang rapat berkali-kali membuat hati juri tertuju pada Ganesa untuk memberikan koncer A mutlak di sesi awal cucak hijau A.

 

JUARA LOVE BIRD M2 B.

 

Giliran nama Sampit milik Kenzi dari SKM SF yang mampu menyodok pada sesi utama cucak hijau G-24. Mengandalkan aksi hyper dibarengi tembakan lagu kasaran yang rajin bisa memikat hati juri untuk memberikan bendera merah mutlak, sedangkan Peterson milik Heru WRP dan Tumiho gaco Damrul dari Raki SF harus puas berada di posisi kedua dan ketiga.

Untuk sesi penutup, nama Hammer milik Hendrik PGS yang ikutan mengambil gelar pertama setelah pada dua sesi awal tampil kurang maksimal. Katana milik Abah Harun dan Safir amunisi H Rizal hanya bisa nangkring di peringkat kedua dan ketiga. "Ini baru lomba, tiga kelas yang dilombakan nyaris terisi penuh semua," bilang salah satu peserta ngentrok mania.

 

JUARA LOVE BIRD PAUD A.

 

Sukses kenari Jaguar Pau milik Aan Harianto dari Crot SF menjadi juara pada dua gantangan sebelumnya, berhasil merembet pada lomba kali ini. Tampil cantik dengan irama lagu serta isian kenari standart bisa meraih juara pertama pada satu-satunya kelas yang diperlombakan. "Hari ini saya hatrik juara pertama pada tiga gantangan yang aku ikuti," bangga Aan Harianto kepada Burungnews.

Pada kategori cendet dan kacer, Gattuso milik Putry Kitty dari Milanisti SF berhasil menduduki podium tertinggi kelas cendet sebagai sang juara, di ikuti oleh dua amunisi dari SSBC The Jack Cok's gaco Rendy dan Bunga Desa milik Khotib sebagai juara kedua dan ketiga.

 

Lemans bisa dibeli lewat bukalapak, tokopedia atau hubungi 08113010789

 

Untuk sesi kacer nama Pecut Ireng amunisi Deni Sop bisa melejit sendirian di tangga teratas sebagai sang pemenang disusul oleh Rental gaco Denny Dungus dan Semar milik Banyu dari KHS berada di peringkat kedua dan ketiga.

Pada akhir acara Kaji Imam selaku penyelenggara lomba memberikan penghargaan juara umum kepada Duta Gotik Cup dan Sby Wani SF. "Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih buat seluruh kicau mania serta seluruh kru dan tim juri yang sudah mendukung gelaran hingga berjalan dengan tertib dan aman," tutup Kaji Imam setelah menyerahkan trophy juara umum.

AGENDA LOMBA, KLIK DI SINI

DATA JUARA ANNIVERSARY IMAM KAJI CUP - SURABAYA, KLIK DI SINI

 

PUTRI JUARA 2 DAN 3 LOVE BIRD M2 A DAN M2 B.

 

KLAKER BC SELALU HADIR FULL TIM DALAM SETIAP EVEN PUTRA RINJANI ENTERPRISE.

 

 

KATA KUNCI: anniversary imam kaji cup - surabaya

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp