ANISER & KHI BERSAMA TEAM JURI, PUAS BISA BEBAS KOMPLAIN


ANNIVERSARY ANISER JOGJA AWARD FEAT KHI, #2

Kok Bisa Ya, Event ini Benar-Benar Bersih dari Komplain

Anniversary Aniser Jogja Award featuring Kambing Hitam Indonesia (KHI) sudah berakhir. Secara peserta, yang benar-benar penuh hanya 6 kelas anis merah. Kelas lain, rata-rata terisi sekitar separuh. Lalu, di mana menariknya event ini?

Kalau mau jujur, kita harus berani angkat jempol bagaimana event ini bisa berjalan begitu mulusnya, dengan iklim lomba yang sangat kondusif. Tak hanya tertib tanpa saling tunggu dan bebas suara teriakan, hal yang lebih mengagumkan pada event adalah bagaimana bisa benar-benar bersih dari komplain peserta.

Sepanjang yang terpantau oleh burungnews.com, sejak lomba dimulai tepat jam 10.00 hingga penilaian terakhir sekitar jam 17.00, benar-benar bersih dari komplain. Tidak ada satu pun peserta yang mencoba masuk ke ruang juri untuk mempertanyakan hasil penilaian. Atau misalnya, mencak-mencak di bawah burungnya sambil teriak, "Ini kurang apa?".

 

Yang di desa, di kota. Yang ikut lomba atau sekadar didengar suaranya di rumah. Dari generasi ke generasi sudah memakai TOPSONG.

 

Ini benar-benar hal luar biasa dan boleh jadi juga menjadi rekor dan sejarah baru dalam lomba burung. Komplain, pada prinsipnya tidak terkait dengan jumlah peserta, atau level lomba. Dalam gelaran latber-latpres, atau event yang secara peserta sepi pun, komplain kerap terjadi dan seakan menjadi keniscayaan dalam lomba burung.

Seringkali, komplain juga dilakukan dengan nada keras, dengan emosi yang meluap-luap. Hal yang di sisi lain juga kerap memancing emosi pihak penyelenggara lomba, atau menyulut peserta lain hingga ikut-ikutan.

Padahal, burung-burung yang bertarung di event ini juga banyak yang berkelas. Pertarungan pun relatif seru dan ketat. “Penilaiannya menurut saya sangat bagus. Kalau ini bisa dipertahankan terus, masa depan EO ini saya kira cukup cerah,” ujar H. Ir. Agus Gamping, yang menurunkan sejumlah jago sekaligus memantau jalannya lomba.

 

FIRMAN  & ERIN, DARI BANDUNG NAIK MOTOR

 

Pengakuan yang sama juga disebutkan oleh Firman dan Erin, pasangan muda yang jauh-jauh datang dari Bandung mengendarai sepeda motor. “Bagus penjuriannya, tapi musuhnya memang luar biasa hebat-hebat di sini, jadi burung kami bisa sekali masuk ke-5 juga sudah sangat bagus. Kami bisa sampai ke sini dan ketemu banyak saudara baik sesama anis merah mania atau kicaumania pada umumnya saja sudah luar biasa bahagia,” terang bu Erin saat hendak pulang.

Lalu apa “rahasia” KHI bisa melakukan hal ini. “Sebenarnya sederhana dan semua bisa asal mau. Karena sejak awal, kami mencoba membawa semangat yang sama, yaitu agar kita benar-benar bisa menilai burung dengan kejujuran, dengan hati nurani, sesuai dengan pengetahuan yang kita miliki. Ilmu dan pemahaman burung itu bisa dipelajari seiring dengan jalannya waktu, tetapi soal integritas, kejujuran, kalau tidak ditanamkan sejak awal, bisa bikin babak-belur. Agar bisa kuat, di KHI kami juga membawa suasana kebersamaan, suasana kekeluargaan, mau dia itu juri junior, senior, mau apa pun jabatannya di EO, dalam keseharian pada prinsipnya setara,” ujar Sapta Nugraha, ketua umum KHI.

 

 

Sapta menyadari dan memaklumi, sebagian orang awalnya meragukan tekad untuk menjadikan KHI benar-benar bisa menilai burung dengan apa adanya. “Memang awalnya ada yang meragukan, hanya karena dasar melihat masa lalu sebagian punggawa kami. Alhamdulillah, sampai event terakhir ini, kami masih bisa membuktikan tetap di jalur yang lurus,” tandasnya.

Meskipun begitu, KHI tak ingin jumawa, sebagaimana diungkapkan oleh Benz Wira, Kabid Sumber Daya Manusia KHI. “Pertama, saya ingin katakan, sekarang bikin lomba itu bukan hal yang sulit. Semua orang bisa bikin lomba, punya atau tidak punya EO. Tapi membuat lomba yang benar-benar jujur, fairplay, dan secara umum berkualitas, tak semuanya sanggup, atau lebih tepatnya mau.”

 

Cocok mengobati beragam penyakit kenari, mau nyekukruk, kurus, tidak mau bunyi, hingga snot. Formula + vitaminnya membuat burung selain sembuh juga segera pulih dan gacor lagi. Bisa didapatkan di Bukalapak dan/atau Tokopedia.

 

Benz Wira lantas menambahkan, sejauh ini KHI masih membuktikan bisa dan kuat melakukannya. Ke dua, apa yang disampaikan Benz Wira itu bukan berarti KHI mengklaim sudah sempurna.

“Bagaimana pun kami juga manusia biasa yang tak lepas dari berbagai kelemahan. Mungkin pada detil tertentu masih ada yang tidak sepenuhnya tepat, masih bisa berbuat kekeliruan. Tapi semua itu masih dalam batas manusiawi dan betul-betul bukan karena kesengajaan atau by design. Yang ingin saya katakan, kesalahan itu hal yang lumrah dan manusiawi, asal tidak dilakukan dengan kesengajaan.”

Meski sudah berusaha melakukan yang terbaik, Abbas Coco dari divisi penjurian menyadari, masih ada peserta yang mengeluh dan “nggerundel” kendati tak sampai diwujudkan dalam bentuk komplain.

 

MR PRIYANTO BERSAMA AM SADIZ, NYARIS HATRIK

 

“Ada yang mengeluh, tapi tidak sampai komplain, karena menganggap kalau itu memang sebuah kekeliruan, tetapi itu kekeliruan kecil yang masih bisa ditolerir. Boleh jadi, ini sudah masalah tafsir atau persepsi burung yang bagus dan layak juara pada saat itu seperti apa. Toh bagaimana pun ini juga tetap kami cermati, kita catat sebagai bahan evaluasi. Terima kasih dengan beragam pujian dan apresiasi yang kami terima, juga kritik dan masukannya, termasuk dalam rupa keluhan atau gerundelan. Semua itu tak boleh membuat kami terlena. Kami akan tetap melakukan evaluasi agar pada event ke depan bisa lebih baik dan lebih baik lagi.”

Mr. Priyanto ketua Aniser Jogja yang punya hajat, juga mengaku puas dengan event ini. “Secara umum kami puas dan bangga, apalagi teman-teman para peserta dari berbagai komunitas anis merah tadi juga sudah menyampaikan kepuasan mereka dengan jalannya lomba serta penilaian. Kita bisa lihat bersama-sama, sampai berakhir tadi nyatanya memang benar-benar bisa bersih dari komplain. Nah, untuk hal yang satu ini, kami harus berterima kasih dan acungkan jempol untuk Kambing Hitam Indonesia yang telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Semoga kerjasama ini bisa terus berlangsung.”

 

JUARA ANNIVERSARY ANISER JOGJA AWARD FEAT KHI,  KLIK DI SINI

 

Sambut kehadiran TEAM PROMO TWISTER di event-event terpilih berikut ini. Terima sampelnya, coba dan buktikan, berikan respon melalui hotline 08112663908.

 

 

KATA KUNCI: anniv aniser jogja ft kambing hitam award aniser jogja khi firman erin mr priyanto

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp