EKSPONEN FKMI DI SWISS BELL IN PONDOK INDAH (dok. FB Prio Sutrisno)


AKSI DAMAI 148 DI JAKARTA BATAL

Hormati Asian Games, Aksi Diarahkan ke Daerah

Rencana menggelar aksi akbar menolak Permen 20/2018 pada Selasa 14 Agustus 2018 di halaman kantor Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akhirnya dibatalkan. Surat pembatalan dengan tertanda Ketua FKMI Kang Ebod dan Bang Boy selaku Penanggungjawab itu dipublish di akun facebook Sofyan Juandi.

Para punggawa FKMI pun meminta maaf kepada semua elemen yang sudah bersiap-siap mengikuti aksi ini, termasuk ribuan kicaumania dari luar daerah yang siap berangkat berombongan dengan bus. Tercatat misalnya, dari Bandung dan Jawa Barat 10 bus, Kebumen 1 bus, Cilacap 1 bus, Purwokerto 1 bus, Pekalongan 1 bus, Depok 1 bus, Lampung beberapa bus.

 

 

“Informasi terakhir, memang sudah banyak tamu negara peserta yang sudah ada di Jakarta. Lokasi kantor KLHK kebetulan juga berdekatan dengan Senayan yang menjadi pusat kegiatan Asian Games. Memang jadi kurang elok kalau kita memaksakan diri. Jadi, sekarang sudah bisa buktikan dan tunjukkan, kita sebagai kicaumania juga tetap cinta tanah air di atas segalanya. Kita bisa membuat keputusan  tepat karena memang harus lebih mengutamakan kepentingan yang lebih besar,” jelas Prio Sutrisno, salah satu eksponen FKMI yang rencananya hendak menggerakkan penghobi dari daerah dengan dukungan puluhan bus.

Meskipun begitu, Sofyan Juandi dan semua pengurus FKMI menyerukan kepada semua komponen untuk  tetap melaksanakan aksi damai penyampaian aspirasi menolak Permen LHK 20/2018 di daerahnya masing-masing.

Di Lampung, Ari Sri Bintang tetap menyatakan tekadnya untuk melaksanakan aksi sesuai dengan rencana semula. "Tadinya ada yang berangkat Jakarta, kita di Lampung juga tetap menggelar. Sekarang yang tadinya beberapa bus mau ke Jakarta ya jadi kembali gabung," ujarnya.

 

 

Di Solo, aksi besar-besaran akan digelar di halaman Pasar Burung Depok. Meski tidak melakukan aksi turun jalan apakah ke BKSDA atau kantor Pemkot atau DPRD, Warjo selaku ketua Paguyuban Pedagang di Pasar Burung Depok yakin kegiatan akan tetap ramai, meriah, dan yang lebih penting bisa mengena sasarannya.

"Kalau harus jalan cukup jauh, paling tidak dua jam kan, pedagang merasa berat kalau harus meninggalkan kios terlalu lama. Kan di sini jadi satu-satunya andalan. Dengan dekat, semua jadi bisa ikut partisipasi, lebih aman juga karena di tempat sendiri. Kami sudah tembuskan surat ke pihat terkait termasuk BKSDA."

Di Yogya, aksi rencananya juga hendak menuju kantor BKSDA yang berada di Sleman. Persiapan akhir masih dilakukan hari ini yang melibatkan hampir semua EO, peternak, dan para pedagang dari Pasty dan pasar burung lain di wilayan Yogyakarta.

Aksi terbesar mungkin akan terjadi di Klaten. Dalam surat pemberitahuan yang dilayangkan untuk pihak terkait, juga dalam undangan untuk media massa, disebutkan pesertanya 1.500. Jumlah yang hadir bisa jadi akan lebih, karena akan bergabung pula dari daerah lain seperti Boyolali dan Sukoharjo.

KATA KUNCI: permen 20/2018 prio sutrisno kang ebod bang boy sofyan juandi aksi 148 aksi 148 di jakarta batal tolak permen 20/2018

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Copyright BurungNews @ 2014 - 2018 Developed by JogjaCamp