BURUNG DI OMBYOKAN BISA JADI JUARA, ASAL PINTER MILIH


AJI & DEWI - YOGYAKARTA

Pintar Memilih Bahan di Ombyokan, Kunci Awal Menjadi Juara

Aji dan istrinya, Dewi, sudah banyak memoles jagoan love bird yang kemudian menjadi juara. Hampir semuanya disiapkan sejak masih bahan. Memilih bahan yang bagus dari ombyokan di peternak, menjadi kuncinya. Aji pun membagikan tipsnya.

Ditemani istrinya yang sama-sama hobi burung, Aji rajin keliling gantangan di seputaran Jogja, hingga yang berada di pinggiran seperti Cepoko Mulyo, hingga Arowisata Turi. Pasangan ini mengaku tak pilih-pilih EO, hampir semua EO atau gantangan pernah dicobanya.

Burung-burung juara sudah banyak yang mereka hasilkan. Hampir semuanya dari hasil polesan sendiri, dirawat sejak masih bahan yang didapat dari ombyokan di peternak-peternak.

 

AJI & DEWI, SERING ORBITKAN JUARA DARI BURUNG OMBYOK

 

Hanya saja, setiap ada yang menaksir burungnya dan harganya cocok, Aji selalu melepas jagonya. Pembelinya tak hanya dari kota sendiri Jogja dan sekitarnya saja. Belum lama ini Aji juga mengirim ke Tangerang dan Banyuwangi

“Saya lomba keliling Jogja dan sekitarnya bersama istri naik motor, pernah juga ke luar kota sampai ke Temanggung. Kalau lomba di Magelang dan Temanggung berangkat hari Sabtu sekalian pulang kampung, istri asalnya dari Magelang,” jelas Aji yang didampingi Dewi.

Nah, salah satu kunci yang bisa menjelaskan kenapa Aji sering mengorbitkan jago love bird, adalah pada kejelian memilih jago di kandang ombyokan. “Namanya saja beli di ombyokan, harus pinter dan jeli memilihnya. Kalau bisa pas dan benar milihnya, ya bisa dapat bahan bagus dengan harga murah meriah.”

 

 

Meski kandang ombyokan, Aji lebih banyak datang langsung ke si peternak. “Jadi kita tahu juga indukannya yang mana, dan ngerti sejarah juga bila sebelumnya indukannya juga burung lapang. Kalau pun tidak lihat langsung, kita percaya pada cerita si peternak yang rata-rata juga teman-teman sendiri. Ya, kadang-kadang kalau pas ke pasar atau kios burung, lihat ombyokan, iseng-iseng juga mantau-mantau. Kalau ada yang merasa cocok, feeling kita bisa sreg, ya jadi salah satu sumber bahan juga.”

Nah, soal bagaimana memilih bahan yang bagus di antara beberapa atau bahkan puluhan burung yang ada di ombyokan, Aji membagikan kiatnya.

 

 

Menurut Aji, hal yang paling utama adalah mencari burung lincah aktif, pertanda burung sehat. Kadang kita melihat burung yang terlihat murung di kandang ombyokan. Yang seperti itu tidak perlu dipilih.

Berikutnya pilih burung yang paling rajin bunyi. Mungkin memang masih pendek-pendek. “Tapi kalau kita sudah di tempat peternak, kan kita pantau indukannya juga. Biar pendek-pendek, kalau kita tahu indukannya bagus, itu kelak pada waktunya berpotensi bisa panjang.”

Ia pun mencontohkan pada love bird Zena, yang masih berumur 3 bulan, tapi pekan lalu baru saja juara beruntun di gantangan barat Hartono Mall dan BJBC Road To Jolodong (7/11). “Besuk Minggu turun lagi ke Jolodong (17/11), kalau kondisi makin stabil pengin juga menjajal di Balekambang Kumandang (24/11), sebelum event akbar di Jogja Malioboro Vaganza (1/12). Tentu saja kalau belum laku he he he.” [busro, maltimbus]

 

Lemans bisa dibeli lewat bukalapak, tokopedia, atau hubungi 08113010789, 0822.4260.5493 (Jatim Tapalkuda), 0813.2880.0432 (Jogja dan sekitar), 0815.4846.9464 (Solo Raya dan sekitar), 0813.2799.2345 (Banyumas dan sekitar)

KATA KUNCI: aji dewi tips love bird

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp