BENY DAN SEBAGIAN SISWA MURAI BATU-NYA


WISATA KICAUMANIA YANG MUDIK DI JAWA TENGAH

Yuk Mampir dan Melongok ke Kampus Murai Batu

Puluhan murai batu dalam sangkar bundar tampak berjajar rapi, di pinggir jalan. Di sisi yang lain, tampak puluhan sangkar sedang antre untuk dibersihkan. Sejumlah murai lainnya ada di bak mandi. Pemandangan seperti ini bisa kita lihat setiap pagi di Balangan, Randusari, Teras, Boyolali.

Rutinitas itu dimulai  setiap jam 7 pagi, dan akan berakhir pada sekitar jam 11 siang. Sejak dua tahun terakhir, Beny banyak mendapat titipan murai batu untuk dirawat sekaligus “bersekolah” di kampus yang ia dirikan. Kampus khusus untuk merawat dan menjadikan murai batu pintar itu ia beri nama Boyolali Bird Mastering.

 

MERAWAT MURAI BATU DEWASA

 

Sebelum mendirikan Kampus ini, Beny dikenal sebagai perawat dan pengorbit murai batu. Salah satunya adalah jago milik Ola Boyolali yang bernama Mawar Hitam. Beny juga pernah menjadi penangkar, sebelumnya akhirnya memutuskan lebih fokus mengurus burung-burung titipan agar bisa benar-benar amanah dalam menjaga dan merawat.

Burung-burung itu dikirim dari berbagai daerah. “Kalau pulau Jawa hampir semua daerah, yang paling banyak memang jadodetabek dan Jawa Barat, lalu Jawa Timur, selain dari Jawa Tengah. Luar Jawa pernah datang juga dari Makasar. Untuk saat ini yang masih ada dari Lombok dan Lampung,” jelasnya.

 

PULUHAN MASTER DIRAWAT DENGAN BAIK

 

Namanya “sekolah”, materi utama adalah soal isian lagu. Beny mengoleksi lebih dari 30 ekor burung master berbagai jenis, mulai cililin, jalak, kenari, love bird, siri-siri, murai air, ciblek, prenjak, sogon, cucak cungko, parkit, tepus, dan lainnya. “Selalu ada yang bunyi, tidak pernah berhenti. Jadi saya tak lagi memerlukan suara master elektronik.”

Burung-burung yang disekolahkan di Boyolali Bird Mastering saat umur 2 bulan, atau usia makan sendiri, dan lulus pada usia sekitar 8 bulan. Jadi, burung-burung itu berada di kampus pondok pemasteran Beny selama 6 bulan.

 

 

Hampir semua burung dengan ring kesohor ada di tempat Beny. “Burung-burung yang dikirim ke sini, umumnya sudah punya dasar materi yang bagus. Usia trotol, ngeplongnya sudah keras, rajin pula. Setelah memasuki dewasa usia 6 bulan, sudah mulai terlihat bagaimana ia membawakan lagu, volume, fighternya, dan seterusnya. Saya juga mulai tahu, banyak juga ring atau breeder yang tidak begitu dikenal publik, tetapi ternyata anakannya bagus-bagus.”

Burung yang lulus dari sini, selain materi utama menyerap dan memainkan lagu-lagu merdu, juga sudah memiliki beberapa kemampuan dasar seperti mandi keramba, juga masuk kandang umbaran. “Kalau rawatan dasar seperti pemberian pakan, mandi, jemur, pada awalnya sama. Namun setelah usia 6 bulan, memang ada perbedaan berdasarkan karakter masing-masing.”

 

BEGINI STANDAR MURAI BATU YANG SUDAH LULUS DARI BOYOLALI BIRD MASTERING:

 

Beny mengaku sudah merintis kampus murai batu ini sejak tahun 2014. “Untuk tahun-tahun awal, kami terima titipan dari teman-teman di Boyolali dan sekitarnya. Kira-kira sampai tahun 2015-2016. Lalu setelah itu saya mulai pede untuk publish di media sosial. Mulailah banyak titipan dari luar kota sejak 2017, sampai sekarang.”

Saat ini siswa murai batunya hampir 100 ekor, 40 di antaranya sudah memasuki usia dewasa. Sisanya sekitar 60 ekor masih usiah trotol hingga 4 bulan. Beny mempekerjakan 4 orang perawat.

 

Biar burung mau tampil maksimal, sekaligus juga tetap terjaga kesehatannya. Gunakan perpaduan sempurna dari Quattrick dan Leman's.

 

Beny mengaku bukan orang pertama yang membuka “kampus” atau sekolah murai batu. Di kota Solo, Hardoyo sudah lebih dulu mendirikan apa yang ia sebut sebagai Universitas Murai Surakarta (UMS) di kawasan Pabelan.

Di Klaten, dalam setahun terakhir juga berdiri Klaten Bird Mastering yang dirintis oleh Likin. Likin selama berpuluh tahun dikenal sebagai pemaster kenari yang handal. Banyak burung kenari (isian) juara yang diorbitkan olehnya.

 

RUANG MASTERING DI TEMPAT LIKIN. BEBERAPA JENGKAL DARI UMBUL PONGGOK KLATEN

 

Saat ini, Likin yang membangun kampus beberapa jengkal dari kawasan wisata favorit Umbul Ponggok sudah memiliki sekitar 40 siswa murai batu. “Ini sih sudah maksimal untuk kapasitas kandang saya. Kalau ditambah lagi, bisa tak cukup untuk naruh master he he he. Kalau master murai batu, saya terinspirasi dan belajar langsung dengan om Beny Boyolali.”

Dalam satu bulan ini, Om Fauzi Freshmix dari Solo juga mengumumkan berdirinya Rumah Pedas Murai Batu di Cemani, tempat untuk perawatan dasar murai batu. Sudah memiliki 15 siswa trotol. “Sudah banyak yang daftar, tapi baru akan masuk setelah lebaran ini,” jelasnya.

 

SALAH SATU SISWA DI RUMAH PEDAS MURAI BATU - SOLO

 

Menurut Fauzi, ia mencoba menerapkan konsep yang berbeda agar lebih efektif. “Saat ini kami memiliki 10 ruang kelas, satu ruang diisi maksimal 4 burung. Kami juga akan mengganti 100 persen kalau burung hilang, lalu kalau mati semua biaya juga akan dikembalikan 100 persen.”

Nah Anda yang kebetulan dari luar daerah dan sedang mudik ke Jawa Tengah, bisa mencoba mampir ke tempat-tempat di atas, untuk bisa melihat dari dekat seperti apa persisnya kampus atau sekolah untuk murai batu. Adakah bedanya murai batu yang sudah lulus dari kampus-kampus tersebut, dengan yang  dirawat sendiri di rumah.

 

Rutin memberikan jangkrik? Pastikan berikan perlakuan yang tepat pada jangkrik sebelum diberikan ke burung. Yakinlah jangkrik sudah bersih dan sehat. Lihat video tutorial dengan klik gambar di bawah ini.

 

Bila ingin mampir, silakan bisa konfirmasi dulu ke om Beny di 0823.2453.3580 (Boyolali Bird Mastering), Mas Fauzie 0852.2947.2649 (Rumah Pedas), Likin 0857.1687.8618 (Klaten Bird Mastering).

Atau, mungkin juga ingin mampir ke sejumlah penangkar burung murai jawara yang ada di seputaran Solo Raya. Anda misalnya bisa mencoba mampir ke Rejo BF Sragen (Andi Saputro), Waris Jati BF Klaten (H. Suwadi), Agung Plembon (Klaten), AGP BF Jogja (H. Agus Gamping), Aster BF Jogja (H. Arif), atau ke tempatnya Mr. G dan Billy Kebumen.

 

KATA KUNCI: boyali bird mastering rumah pedas murai batu klaten bird mastering likin klaten fauzie freshmix universitas murai surakarta h suwadi

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp