PEMAKAIAN BAJU AP2BK SECARA SIMBOLIS


TASYAKURAN DAN SARASEHAN AP2BK KLATEN

Burung di Alam Perlu Dilindungi, Kreativitas Bisa Meningkatkan Nilai Jual Burung Hasil Ternak

Asosiasi Penangkar dan Penghobi Burung Klaten (AP2BK) menggelar Tasyakuran dan Sarasehan atas terbitnya Permen 92 sebagai revisi atau pengganti Permen 20, yang mengeluarkan jalak suren, murai batu, dan cucak rawa dari daftar dilindungi.

Acara yang bertempat di Gedung Sunan Pandanaran, Komplek Radio RSPD Klaten ini digelar pada Senin, 24 September 2018. Diundang menjadi narasumber antara lain Bang Boy, Christ Murdoch, Sofyan Juandi, H. Sigit WMP, serta perwakilan dari BKSDA.

 

H SIGIT WMP. MEMBERIKAN WEJANGAN AWAL KEPADA PARA PENANGKAR

 

Acara dibuka oleh asisten I Purwanto AC, membacakan pidato Bupati Klaten yang berhalangan hadir. Diskusi berlangsung cukup gayeng. Para penangkar ternyata tidak hanya duduk manis menjadi pendengar, atau asal meneriakkan kata setuju, tetapi juga aktif membuat pertanyaan dan pernyataan kritis.

Misalnya, ada yang juga berani berbeda pendapat dengan mengatakan tetap setuju burung-burung seperti cucak rawa, jalak suren, dan murai batu tetap dilindungi. “Maksudnya, agar burung yang berada di alam bebas, apa pun jenisnya, harus dilindungi. Jadi siapa pun yang menangkap dengan cara apa pun harus ditindak secara hukum,” ujarnya.

 

SUDAH MULAI MENCOBA BREEDING, BELUM BERHASIL? Berikan Super Breeding dari Super Kicau Grup. Birahi bisa bersamaan, kawin lebih ngisi, telur bisa lebih banyak, piyik lebih kuat dan tidak mudah mati.

 

Pertanyaan dan pernyataan yang cukup panjang juga disampaikan oleh Pak Fajar dan Pak Muslim, yang dikenal sebagai penangkar jalak cukup lama. Keduanya mengaku sudah sejak lama menggantungkan hidup dari jalak.

“Kalau menangkap di alam tetap diperbolehkan, berarti di pasar akan bersaing dengan burung hasil ternak kita dong. Jadi saya kira Pemerintah memang harus melarang penangkapan burung di alam, dengan demikian pasar hanya diisi oleh burung-burung hasil budidaya atau ternak. Harga ternak bisa naik lagi, kita para peternak bisa terangkat lagi ekonominya,” ujar Fajar yang disambut tepuk tangan hadirin.

 

PARA PANELIS DI TASYAKURAN DAN SARASEHAN AP2BK

 

Para pembicara secara umum memang setuju untuk burung-burung di alam harus dilindungi. “Kemarin di Cibubur bersamaan dengan even Radja Cup, kami juga sudah deklarasi Anti Penangkapan Hutan. Jadi kami siap mendukung supaya burung-burung yang masih di alam tetap dijaga dan dilindungi, jangan ditangkapi lagi. Selain demi konservasi, juga demi mendukung para peternak biar hasilnya tidak bersaing dengan burung tangkapan alam,” ujar Boy.

Di sisi lain, Boy berharap Pemerintah harus benar-benar berupaya bisa menjaga alam atau hutan agar aman dan nyaman untuk rumah burung. “Sekarang masalahnya, kita para penangkar siap menyumbang burung, tapi mau dilepas ke hutan mana yang aman dan nyaman. Kita dulu pernah menyumbangkan ratusan anis merah ke Bali. Kenapa di Bali, karena di sana adalah habitat aslinya, dan di sana ada hukum adat yang mengatur pemanfaatan anis merah secara bijaksana, kapan boleh dipanen, kapan harus dilepaskan untuk melanjutkan regenerasi agar tetap lestari.”

 

BREEDING ATAU PENANGKARAN AKAN SEMAKIN BERPERAN SEBAGAI PENSUPLY BURUNG LOMBA. Topsong peduli dengan breeding, hingga mengeluarkan produk khusus TOPSONG BREEDING, pakan yang sesuai dengan kebutuhan indukan dan anakan. Produksi indukan tetap lancar miskin sedikit atau bahkan tanpa EF seperti jangkrik dan kroto. Anakan sehat, tidak mudah mati, dan cepat besar. HOTLINE 0813.2941.0510

 

Hal yang sama disampaikan Sofyan Juandi. Sofyan mengaku pernah juga melepas anis merah di sejumlah hutan di Jawa Barat. “Tapi sudah banyak yang berubah fungsi, habitatnya terus berkurang. Setelah kita cek ulang, mungkin ratusan burung anis yang kita lepas di sana tidak bersisa lagi.”

Ungkapan menarik disampaikan oleh Christ Murdoch. Ia menyarankan agar para peternak juga kreatif sehingga hasil anakannya punya nilai ekonomi lebih tinggi. Saat ini, para peternak khususnya jalak cenderung melepas semua anakan, bahkan sejak umur netas satu hari.

 

POTONG TUMPENG UNTUK IBU PELOLOH

 

“Kenapa tidak menahan beberapa ekor di antaranya, lalu dicoba dimaster dengan suara burung lain. Sekarang semua anakan jalak itu kan dianggap standar, di Pasar Pramuka sana bisa dapat 250-300 ribu. Padahal seandainya kita punya yang bisa nyanyikan lagu kenari misalnya, atau tengkek, cililin, dan lainnya, harganya bisa naik berlipat-lipat. Bisa dijual minimal satu juta misalnya. Memaster burung saya kira bukan hal terlalu sulit. Ini hanya satu contoh pentingnya kreativitas agar produk kita punya nilai jual lebih tinggi. Pada tataran berikutnya, perlu seleksi kualitas indukan, dan seterusnya.”

Pada prinsipnya, para penangkar burung di Klaten juga setuju dengan beragam aturan yang tujuannya baik. Keluhan adalah rumitnya birokrasi saat hendak mengurus surat menyurat di BKSDA, seperti surat angkut dan lainnya. Diharapkan aturan turunan dari Permen 92 lebih sederhana, murah atau jelas dan transparan kalau memang ada tarif yang harus dibayar. Lebih bagus lagi bila segala sesuatunya bisa dilakukan secara online.

Menurut punggawa AP2BK seperti Cecep (Pembina) dan Sugiyarto (Ketua), acara ini diikuti sekitar 300 penangkar. Ada juga undangan dari kota-kota sekitarnya seperti Boyolali, Solo, dan lainnya. “Intinya kami ingin mengadakan syukuran, karena semua kekawatiran, keresahan, sudah tidak ada lagi. Namun di acara ini, kami juga merasa perlu untuk “mengisi” kepala, maka acaranya ada semacam diskusi dan sarasehan, biar para peternak juga bisa lebih tercerdaskan,” ujar Cecep yang diamini Sugiyarto. Kegiatan juga dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk.

 

PESERTA AP2BK MENYANYIKAN LAGU INDONESIA RAYA

KATA KUNCI: tasyakuran dan saresehan ap2bk klaten ap2bk bang boy christ murdoch sofyan juandi h sigit wmp bksda

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp