SUASANA DIKLAT JURI PERTAMA SANUBARI INDONESIA


SANUBARI INDONESIA

Kecil dan Lokal, Tapi Solid dan Insya Allah Barokah

Sanubari Indonesia, sebuah EO baru yang lahir pada bulan Februari 2019 di Yogyakarta, kembali meramaikan jagad hobi dan lomba burung berkicau di Indonesia. Pada Jumat 12 April, baru saja menggelar Diklat Juri yang pertama. Produk sangkar dan teboknya mulai diterima pasar.

“Ini EO yang kecil dan skupnya lokal, baru di seputar Yogyakarta dan Klaten. Sementara kami sudah mengelola 5 gantangan yang aktif menggelar even rutin, rata-rata seminggu 2 kali, ada yang 3 bahkan 4 kali. Sebentar lagi segera bertambah 3 gantangan lagi,” ujar Iwan Sanubari, penggagas dan owner Sanubari Indonesia.

 

IWAN DAN JURI DIKLAT ANGKATAN I

 

Sanubari Indonesia (SB) memiliki 18 juri dan 2 korlap. Para juri itu baru saja mengikuti Diklat pada Jumat 12 April 2019 di hotel Queen Colomba, Kalasan, Yogyakarta. “Kami membina anak-anak muda untuk mengembangkan dirinya menjadi juri. Saya lebih suka mendidik para juri yang masih belia ini, sebab masih murni, meski minim pengalaman tetapi belum banyak kepentingan, jadi lebih mudah untuk diarahkan dan diasah menjadi juri yang jujur dan fairplay,” jelas Iwan.

Diklat ini, selain untuk meningkatkan pemahaman teknis menjuri, juga untuk memberikan motivasi agar tumbuh semangat dan militansi. Dengan itu, pelan tapi pasti kelak bisa maju dan berkembang beersama Sanubari Indonesia.

 

 

Iwan mengakui, Sanubari Indonesia digagas lebih dengan modal semangat. “Kami sadar modalnya terbatas, jadi ya kita bina dari yang kecil-kecil dulu. Dari cakupan lokal dulu. Insya Allah kalau yang kecil ini bisa solid, bisa diterima, pelan-pelan bisa membesar dan meluas. Kami pengin berangkat dan besar bersama-sama anak-anak. Kalau kelak bisa besar, juga bisa merasakan semua hasil kerja kerasnya.”

Ini sejalan slogan Sanubari Indonesia yang mengambil dari bahasa Bugis: Lawamenahaulala. Artinya, maju terus pantang mundur.

Sebagaimana para EO terdahulu, Sanubari Indonesia juga memiliki produk berupa sangkar dan tebok. “Alhamdulillah, produk kami juga mulai ramai dan disukai kicaumania. Memang belum sebesar beberapa sangkar lain yang sudah muncul lebih dahulu, namun perlahan tapi pasti juga terus berkembang dan semakin banyak dipakai.”

 

 

Iwan Sanubari cukup berpengalaman dalam mengelola EO. Sebelum bermunculan EO-EO baru, Iwan sudah berkutat menggelar even-even independen. Sempat bergabung dan ikut membesarkan BnR Solo Raya, kemudian bergabung dan mengelola Oriq Jaya Indonesia Jawa Tengah, sebelum mengubah haluan untuk mendirikan dan mengelola EO sendiri.

Mengelola EO lomba burung menjadi salah satu pilihan Iwan, selain karena merasa ini adalah hobinya, juga dirasa bisa memberikan manfaat bagi orang lain. “Terutama anak-anak muda agar bisa mengembangkan diri, memberikan kegikatan yang positif dan bernilai. Lumayan, sejauh ini kami bisa memberdayakan sekitar 30 orang. Semoga ini bisa menjadi ibadah yang barokah, sehingga bisa berkembang, membesar, dan semakin membutuhkan keterlibatan banyak orang.”

 

 

DATA DAN JADWAL GANTANGAN SANUBARI INDONESIA

  1. BCE Manisrenggo (Klaten), tiap Rabu dan Sabtu
  2. Sanubari Ndalangan, Kebondalem, Prambanan (Klaten): tiap Senin malam, Rabu sore, dan Minggu pagi
  3. Sambisari, Purwomartani: tiap Senin sore, Selasa malam, Jumat sore, dan Sabtu malam
  4. Jawara Kicau Sambilegi: tiap Kamis sore dan Sabtu sore (Sabtu khusus ocehan/non love bird)
  5. Taman Gabusan, jalan Parangtritis, Bantul: tiap Kamis sore dan Minggu sore

SEGERA AKTIF:

  1. Pasar Saren Wedomartani: Jumat sore, Minggu pagi, Senin sore
  2. Potorono: jadwal menyusul
  3. Gergunung, Klaten: jadwal menyusul

 

KATA KUNCI: iwan sanubari sanubari indonesia diklat juri angkatan i sanubari indonesia

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp