DIPAKSA MAIN CH PANGLIMA MENANGI SESI BOB


ROAD TO SAMPOERNA CUP 1 JEMBER: Panglima dan Zulkarnaen Menangi Kelas BOB, Racing Star Pakai 1 Tangkringan Makin Garang

Kemenangan cucak hijau Panglima dan murai batu Zulkarnaen di kelas BOB, membuat kicaumania teringat dua tahun silam. Pasalnya, dua gaco ini adalah bintang lapangan yang menjadi langganan bertengger di podium puncak. Sementara di kelas kacer, Racing Star tampil extreme dengan 1 tangkringan.

Kelas BOB untuk cucak hijau dan murai batu di even Road To Sampoerna Cup 1 Jember kemarin (14/2), sebenarnya kelas tambahan yang dibuka oleh panitia atas permintaan dari peserta. Karena kuota di kelas lain untuk dua jenis burung ini, sudah full terpesan.

 

GIANTO BS WONG SOLO RAIH RUNNER UP SESI BOB CUCAK HIJAU

 

Untuk memberi ruang bagi peserta yang tidak kebagian tiket maupun hanya kebagian 1 sesi, Heri dan Arief selaku penyelenggara, akhirnya membuka kelas BOB yang dikemas menjadi kelas paling bergengsi di even yang digelar di arena PKOG Gebang ini. “Sesi BOB untuk murai batu dan cucak hijau, adalah permintaan dari peserta. Mereka ingin ada kelas yang bergengsi,” bilang Arief. 

Saat diumumkan, tiket kelas BOB yang dibandrol 150 ribu dengan kuota 32 nomer gantangan dibuka, dua jam tiket yang terpesan hampir 90%. Jelang H-2 sebelum gelaran, tiket BOB sudah ludes. Dengan begitu, kelas BOB di even ini, menjadi kelas penuh gengsi yang diisi oleh gaco-gaco syarat prestasi.

 

ZULKARNAEN RAJAI KELAS MURAI BATU BOB

 

Arik PUPR dari Panglima SF Bondowoso, adalah peserta yang berhasil menggenggam kemenangan di kelas BOB cucak hijau lewat gaco andalannya yaitu Panglima. Menurut Arik, Panglima di even ini dipaksa turun karena tergiur saat kelas BOB dibuka oleh panitia.

“Tiket selain BOB, sudah jauh-jauh hari saya pesan. Mendengar kelas BOB dibuka, saya juga langsung cepat-cepat pesan. Sebenarnya kondisi Panglima sedang dorong ekor, dan rencana mau bawa pelapisnya. Tapi saya paksakan main biar tidak melewatkan moment di even bergengsi ini,” tuturnya.

 

 

Aksi Panglima di kelas yang diikuti 32 peserta ini, langsung mencuri perhatian juri mulai awal digantangkan. Gaya ngentrok jambul yang hiper, diperagakan dengan diikuti tembakan-tembakan pedas. Otomatis, perhatian juri terfokus kepada Panglima.

Bukan hanya juri, penonton yang di luar pagar arena juga terpukau melihat aksi Panglima. Kebetulan, di sesi BOB, Panglima menempati gantangan pinggir. Berkat tampil stabil hingga akhir penjurian, Panglima diganjar bendera A oleh juri yang bertugas.

 

MB SUPER POWER CICIPI PODIUM 1 DI SESI RUBICON

 

Lawan yang sempat mengimbangi kegarangan Panglima adalah Hulk gaco andalan milik Gianto BS Wong Solo. Hulk yang mendapat koncer B dari juri, juga tampil perkasa dan sukses bongkar segenap materi lagu andalannya.

Sedangkan untuk kelas BOB murai batu, Zulkarnaen milik Xavi dari Sabar BC, kembali membuat kejutan dengan kinerjanya yang dahsyat dan keluar menjadi juaranya. Kemenangan di kelas BOB ini, semakin menasbihkan kalau Zulkarnaen adalah murai terbaik dan stabil di Jember dalam 2 tahun terakhir ini.

 

RACING STAR MAKIN DAHSYAT DENGAN MAIN 1 TANGKRINGAN

 

“Sudah tiga Mingguan Zulkarnaen saya mainkan trus. Alhamdulillah kerjanya selalu membanggakan. Di Veni Cup juara 1, M1 Superman juga juara 1, dan sekarang kembali juara 1.,” bilang Xavi yang masih enggan melepas Zulkarnaen meski sudah tembus tawaran 150 juta.

Selain lewat Zulkarnaen, Sabar BC juga berkibar di kelas murai batu terutama di kelas BOB lewat Jaya Baya, Gandiwa dan DJ. Gelar terbaik di laga ini untuk kategori murai batu, akhirnya jatuh ke tangan tim Sabar BC lewat aksi Jaya Baya yang mneorehkan prestasi sebagai juara 2, 2 dan 4.

 

Apapun problem "bunyi" pada burung Anda, dari mulai MACET sampai hanya mau tampil angot-angotan, berikan MONCER-1, tunggu beberapa hari, langsung JOSS.

 

Penampilan burung yang menjadi tontonan di gelaran ini terjadi di kelas kacer. Racing Star milik Afuy Borneo SF, berhasil mencuri perhatian penonton saat tampil dengan 1 tangkringan saja. Hebatnya, sepanjang penjurian, Racing Star tampil sempurna dari segala aspek penjurian, sehingga keluar sebagai peraih podium puncak di sesi PCX.

Afuy sang pemilik mengatakan, bahwasanya Racing Star dipenampilan pasca mabungnya kali ini, bukan semata-mata ingin mencari sensasi. Melainkan ingin membuat Racing Star tampil maksimal. “Ini uji coba pakai 1 tangkringan. Ternyata sukses dan kerjanya makin bagus. Kalau pakai 2 tangkringan, sering kali lagunya terputus saat pindah tangkringan,” bilang Afuy yang menyiapakan Racing Star turun di even H Wibie Cup 2.

 

CENDET REINKARNASI KEMBALI BUKTIKAN KEHEBATANNYA

 

Di kelas cendet, Rainkarnasi milik Agus Telur Balap dari Jangkar SF Situbondo, kembali merajalela dengan mengukir hasil juara 2, 1, 1 alias nyaris hattrik. Burung yang Agus take over dari Edi Gondrong Java BC ini, tampil makin maksimal semenjak kembali dimekaniki oleh Edi Godrong.

Dengan ukiran prestasi di even ini, semakin menambah panjang hasil positif Reinkarnasi saat berlaga di arena PKOG. Pasalnya pekan lalu, Reinkarnasi juga menjadi raja di gelaran M1 Superman SF yang digelar di arena PKOG juga.

 

D2 KUNCI PODIUM DENGAN KEKEAN DUA MENITNYA

 

“Alhamdulillah bisa membanggakan Bos Agus yang hari ini berhalangan ikut. Saya ucapkan terimakasih kepada Bos Agus yang sudah mempercayakan Reinkarnasi kepada saya untuk merawatannya. Semoga bisa jadi ikon Situbondo di laga-laga nasional,” kata Edi Gondrong yang datang bersama Mbak Ayu Ibrahim.

Selain Reinkarnasi yang mengharumkan nama Situbondo di gelaran kali ini, di kelas love bird fighter ada nama D2 milik Ivan Miechet yang berhasil mengharumkan nama kicaumania Situbondo. Love bird josan yang dikawal oleh Dayat Kandas ini, meretas prestasi juara 1 di kelas Australia setelah berhasil melepas kekean yang menyentuh durasi 2 menitan.

 

 

Tidak hanya sekali meraih tropi, di kelas PCX tropi juara 3 masih mampu digenggam D2. “Sebenarnya yang merawat dan yang jadi jokinya adalah anak saya, Daniel. Tapi sekarang tidak bisa ikut. Kalau kerja maksimal, D2 bisa stabil kerjanya dengan kekean di atas 1 menitan,” tutur Dayat Kandas.

Kelas love bird umum di laga ini juga berjalan dengan meriah. Para pemilik love bird yang bertipikal konslet, kompak meramaikan kembali kelas umum yang dalam beberapa even minim peserta. Wiro milik Edy dari Rowo BC, sukses menguasai jalannya lomba dengan meraih juara 1, 1 dan 2.

 

WIRO TAK TERBENDUNG DI KELAS LB UMUM

 

Di akhir laga, Arief Sampoerna dan Heri HBS selaku penyelenggara, mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh kicaumania yang berpartisipasi di even Road To Sampoerna Cup 1 kali ini. “Mohon maaf jika dalam gelaran ini masih ada kesalahan. Untuk even Sampoerna Cup 1 yang akan datang, kami usahakan semaksimal mungkin untuk memanjakan kicaumania,” bilang kedua tokoh kicaumania Jember ini. [VILMANZ]

AGENDA & BROSUR LOMBA, KLIK DI SINI

 

 

AM GATOT KOCO TURUN KEMBALI

 

 

DKS 86 BC BAWA PULANG GELAR JUARA UMUM BC

 

KN IMPERIAL NYARIS SAPU BERSIH JUARA 1

 

 

OPICK MC PANDU JALANNYA LOMBA SAMPAI USAI

 

PERAIH LB BABY TERBAIK

 

Hari gini belum pakai TWISTER? Segera merapat di kios-kios / agen terdekat, bila belum ada mintalah untuk menyediakan, biar Anda dan para kicau mania lainnya lebih mudah mendapatkannya. Coba dan buktikan kualitasnya, dan berikan respon melalui hotline 08112663908.

 

 

 

 

 

 

 

KATA KUNCI: hbs sampoerna raya sampoerna zulkarnaen panglima reinkarnasi sampoerna cup 1 jember

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp