KANDANG RING METRO 55.


RING METRO 55, BREEDER MURAI BATU JAWARA

Pakai Indukan Trah Jawara, Pesan Anakan Harus Booking Dua Bulan

Punya indukan murai batu mantan jawara bukan hanya jadi kebanggaan, tapi juga jadi ladang emas. Satu diantaranya adalah Ring Metro 55 milik Kasim dari Ngunut Tulungagung yang mengandalkan trah Hitam Manis.

Sesuai namanya , Hitam Manis, gaco ini adalah murai batu jenis Nias Raja. Murai batu dari Nias yang posturnya besar dengan ekor berwarna hitam pekat. Sekitar tahun 2009 2010, prestasi Hitam Manis kerap menghiasi daftar juara di Tabloid Nasional.

 

KASIM DI DEPAN KANDANG BREEDING.

 

"Hitam Manis saya beli dari teman yang bernama Congwe, Pengusaha Apotik Sumber Slamet di kota Tulungagung. Waktu itu Congwe bilang kalau murai Nias ini dibeli dari temannya di Madiun. Dari Congwe, Hitam Manis saya beli cuma 1,5 juta. Murah ya," kata Mas Kasim sambil tertawa.

Dan setelah prestasinya berjibun, Kasim memutuskan untuk membreedingnya. Waktu itu ia memilih betina medan untuk jodohnya. Dan ternyata menghasilkan anakan yang sering moncer. Dari situlah anakan Hitam Manis menjadi viral, khususnya di kota Tulungagung. 

 

 

CR 7 adalah anakan pertama yang prestasinya tak kalah cemerlang dibanding Hitam Manis. Begitu juga Lintang anakan generasi ke-4, prestasinya juga melambung. "Bukan hanya anakan Hitam Manis yang bisa moncer, tapi juga cucu Hitam Manis dari anakan CR-7 dan Lintang yang tidak kalah hebatnya," ungkap Kasim.

Saat ini Kasim sudah memiliki 15 kandang yang semuanya memakai indukan mantan jawara keturunan Hitam Manis. Per bulan bisa panen 5 - 6 ekor. "Saya tidak bisa memastikan berapa ekor per bulan anakan yang bisa saya panen. Karena breeding murai itu susah diprediksi. Kadang bertelur tapi zonk karena faktor cuaca dan lain-lain," kata Kasim.

 

SALAH SATU PEJANTAN TANGGUH DI KANDANG METRO 55.

 

Perjalanan breeding murai batu yang dilakoni Kasim tidak semulus tulisan ini. Karena baik Kasim maupun breeder murai batu lainnya pasti pernah menemui kendala. Kendala yang kerap menghampiri adalah, telur tidak menetas, telur tidak bisa dikeluarkan dari perut betina atau dikenal dengan istilah egg binding, telur atau anakan dibuang indukan dan lain-lain.

"Saya sudah limabelas tahun menggeluti breeding murai batu. jadi sudang sangat hafal dengan kendala yang sering dialami para peternak. Biasanya, kalau sudah menemui masalah seperti di atas, saya lakukan terapi pada indukan. Yakni dengan terapi mandi jemur selama 2 - 3 Minggu. Setelah itu normal lagi," bebernya.

 

ANAKAN HITAM MANIS RATA-RATA EKOR BALAK.

 

Dan yang pasti, begitu panen dan anakan berumur dua bulan, stock anakan langsung ludes. Karena Ring Metro 55 jadi produk impian para pemain murai batu. Kalau mau beli anakan harus rela antri dua bulanan, karena banyak pemain yang sudah booking.

Untuk anakan trah Hitam Manis yang jantan dibanderol 4 juta. Anakan dari CR-7 dipatok 3,5 juta dan anakan dari Lintang juga dihargai 3,5 juta. Untuk betina, dibanderol 2 jutaan. Anakan ini dijual ketika umurnya sudah dua bulan. "Kalau umurnya belum cukup, kasihan yang beli. Karena tidak semua orang bisa merawat piyikan murai batu," imbuhnya.

 

 

Yang jadi ciri khas produk Ring Metro 55 adalah, burung rata-rata jenis ekor balak. Karena semua anakan adalah trah Hitam Manis yang jenisnya adalah Nias Raja. Kalau mau pesan anakan atau sekedar konsultasi soal breeding murai batu, Kasim menyilahkan siapapununtuk datang ke rumahnya di Desa Kromasan, Ngunut, Tulungagung. Lokasi tepatnya adalah Toko Metro di sebelah Utara Balai Desa Kromasan.

AGENDA & BROSUR LOMBA, KLIK DI SINI

 

MAS KASIM DAN KELUARGA.

 

INDUKAN LINTANG DAN CR 7.

 

Pengin rasakan sensasi pakan dengan kualitas terbaik, VIRALin saja!

 

ANAKAN DARI RING METRO 55.

 

KASIM SAAT IKUT MENGAWAL MAMI SINGO MILIK IMAM SUBECHI DI ANNIVERSARY ANTASARI 25TH

KATA KUNCI: ring metro 55 breeder murai batu jawara indukan trah jawara

BERITA LAINNYA

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp