BANG BOY, H. SIGIT, & SESI LOVE BIRD DI BnR


LOVE BIRD DI SIMPANG JALAN

Dilema Menentukan Jalan Keluar Ideal (bagian 1, pembuka)

Seperti bisul pecah, pro kontra meleleh ke mana-mana menanggapi keputusan BnR yang hendak menghapus (penilaian) love bird Konslet. Di mata Bang Boy, ini jamu mujarab agar love bird bisa meriah lagi seperti beberapa tahun lalu. Betulkah?

Bang Boy Sadar, akan banyak yang tidak setuju, banyak yang akan menentang keputusan ini. “Tetapi di sisi lain saya yakin akan lebih banyak yang mendukung. Yang tidak setuju pasti lebih banyak para pemilik, dan mungkin pencetak love bird yang disebut konslet itu."

 

 

Sementara pemilik love bird fighter, yang mewakili para akar rumput, kicaumania kebanyakan, jumlahnya jauh lebih banyak. "Sesungguhnya merekalah yang selama ini meramaikan gantangan love bird. Maka ke titik itulah seharusnya pendulum BnR diarahkan,” ujarnya saat dikonfirmasi burungnews.com terkait pengumuman yang dipublish baik di facebook pribadinya maupun dalam artikel di mediabnr.com.

Ada pun love bird konslet, menurut Bang Boy, justru yang membuat lomba disebutnya menjadi sepi. “Kalau kita permudah pemahamannya, love bird fighter itu ibarat motor 125 cc, love bird konslet itu 500 cc. Jelas itu dua kelas yang beda jauh. Saat ada adu balapan motor yang sebagian besar pesertanya itu masih memakai standar 125 cc, lalu mulai masuk peserta dengan motor 500 cc. Ya jelas peluang menangnya jauh lebih besar.”

 

STATUS BANG BOY PADA JUMAT 7 JUNI 2019

 

Awalnya membuat takjub, tentu saja. Lantas semua orang bermimpi ingin punya yang 500 cc. Berbagai cara dilakukan. Yang berduit mudah saja, tinggal beli yang sudah jadi. Kelompok lainnya? Beragam setingan dicoba, bila perlu mengorok mesin. Tidak mudah ternyata, satu dua berhasil, sebagian besar gagal. Lebih banyak yang frustasi. Maka ketika mau lomba melihat ada satu dua peserta 500 cc, lebih baik mundur. Sudah tahu mau kalah kok maju, konyol namanya.

Kaum akar rumput, begitu Bang Boy menyebut, sebagai mayoritas pemilik love bird fighter yang diibaratkan sebagai motor 125 cc, akhirnya banyak yang memilih tiarap. Itulah awal mula gantangan love bird yang sebelumnya jadi favorit mulai meredup. Kegelapan pun semakin merata.

 

 

Di mana-mana kelas love bird secara umum jadi sepi. Berbagai upaya coba dilakukan untuk mendongkrak. Salah satunya, mulai memperkenalkan kelas Fighter. Salah satu even akbar yang paling awal memisahkan ada kelas Fighter dan kelas Umum, adalah Piala Canting 3 Pekalongan, sekitar setahun yang lalu.

Kelas fighter tampak bakal bisa mendongkrak love bird ramai lagi. Tetapi secara umum belum begitu memuaskan. Sejumlah komunitas yang merasa peduli dan punya kepentingan agar love bird bisa ramai lagi pun mencoba kembali mengkampanyekan kelas fighter.

 

ITOK, PENGGAGAS BURSA DAN KELAS FIGHTER

 

Seperti yang dilakukan oleh Itok dan kawan-kawan di Solo Raya. Tahun lalu, dengan dukungan penuh dari Mr. Ari Selaksa Jagad Jogja, sampai merasa perlu “memborong” dua kelas love bird di Piala Raja, lalu dishare lagi khusus untuk para pemilik fighter. Memancing para fithter mau keluar lagi dari pertapaan, karena ada tawaran persaingan yang lebih seimbang.

Tak berhenti sampai di sini. Itok dan kawan-kawan secara khusus kemudian membuka gantangan untuk para Fighter. Ramai. Berharap ini bisa memancing para EO lainnya juga membuka kelas fighter. Perlahan mulai ada yang tersadar biar ramai harus ada kelas fighter. Masih lambat lajunya, memang. Tuas gas masih terasa berat untuk digeber agar bisa berlari kencang. Belum bisa “viral” baik di jagad media sosial apalagi di darat.

 

 

Harus diakui, ledakan itu akhirnya baru terjadi dua hari lalu, saat Bang Boy mengumumkan para juri di BnR, mulai skala latber, latpres, hingga even akbar, tidak boleh lagi menilai love bird konslet, alias akan mendiskualifikasinya kalau nekad diturunkan di even-even yang dijuri oleh BnR. Yang terlanjur mengoleksi love bird konslet, dipersilakan melombakannya di tempat lain. Sebagai salah satu EO besar, apa yang diputuskan oleh BnR, langsung atau tidak langsung juga bisa mempengaruhi jagad kicaumania secara umum. (bersambung) [maltimbus]

 

KATA KUNCI: bang boy love bird fighter love bird konslet klfi ldmi itok lb

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp