BUDI BOGEM DAN LB BETET DI PIALA KOTA HUJAN, BORONG 4 X JUARA 1


LOVE BIRD BETET KUATRIK DI PIALA KOTA HUJAN BOGOR, 7 JULI 2019

Ada yang Bilang Bisa Tampil Sebagai Fighter dan Konslet, Benarkah? Ini Jawaban Budi Bogem

Budi Bogem bukanlah kicaumania kemarin sore. Ia sudah lama menjadi pemain anis merah, cucak rawa, juga peternak handal mulai cucak rawa hingga jalak bali. Ikut mencebur dalam hingar bingar love bird, tidak tangung-tanggung langsung take over Betet yang nilai transaksinya fantastis: 500 juta rupiah. Burung mahal ini sempat lama diistirahatkan, hingga Budi merasa terpanggil lagi saat ada gelaran Piala Kota Hujan dengan kelas Fighternya.

Apakah selama ini Betet mabung atau kurang kondisi sehingga jarang dibawa turun lomba? “Betet baik-baik saja. Tapi saya memang kemarin-kemarin malas karena lomba (love bird) sepi. Baru merasa tergerak lagi setelah melihat ada event yang membuka kelas fighter hingga 7 kelas. Tiket full semua, saya bahkan hanya kebagian 6 kelas.”

Kedahsyatan Betet pun mendapat pengakuan dari para juri BnR yang bertugas di Piala Kota Hujan. Sebagaimana bisa dilihat pada data juara, Betet berhasil menang 4 kali, dari 6 sesi kelas Love Bird Dewasa Fighter yang diiikutinya. Tentu saja, ini kembali menunjukkan bila Betet memang burung istimewa. Karena itu Budi pun bersedia membayar hingga 500 juta rupiah.

 

Mau memaksimalkan potensi burung Anda agar mau tampil maksimal? Cobalah yang satu ini, sudah banyak yang membuktikannya. Jangan sampai ketinggalan. Kalau sulit mendapatkan di kios terdekat, bisa pesan melalui Bukalapak atau Tokopedia.

 

Betet, mendapat pengakuan luas sebagai love bird yang sangat bagus materi dan kualitasnya. Keunggulannya antara lain pada durasi, yang didukung dengan volume yang cukup dahsyat juga. Sekali narik rata-rata bisa tembus 2 menit up. Salah satu ciri love bird Fighter, adalah pada durasi yang relatif lebih panjang, meski jeda berhentinya bisa lebih lama dari konslet.

Sebagian besar love bird mania memang sepakat bila Betet masuk kategori Fighter. Namun, ternyata ada juga love bird mania yang mengaku mengidolakan Betet, menilai bila Betet itu pada penampilan terbaiknya menunjukkan ciri-ciri sebagai love bird konslet. Sementara kalau pas kurang tampil, terlihat sebagai burung fighter.

“Rajin sekali dengan jeda berhenti mengambil nafas sebentar, langsung narik lagi dengan durasi super panjang dan volume dahsyat. Pada saat seperti itu, respon terhadap musuh di kanan-kiri juga nyaris tidak ada. Dia tidak peduli dengan kanan-kiri, pokoknya bunyi saja terus, jeda sebentar langsung bunyi lagi begitu seterusnya. Kalau pas kondisi seperti ini, saya sih menyebut itu konslet. Tapi saat lagi kurang kondisi, tampil kurang maksi, memang terlihat sebagai fighter. Jedanya agak lama, begitu narik durasinya tetap di atas rata-rata, bisa 3 menitan. Karenanya dalam kondisi seperti ini (bukan pada perfoma terbaik), Betet tetap berpeluang jadi juara. Bahkan bisa menyisihkan konslet yang tidak terlalu istimewa,” ujarnya.

 

 

Betulkah satu burung bisa memerankan diri sebagai Konslet dan Fighter, sebagaimana bisa ditunjukkan Betet? Kita bisa berdebat panjang. Namun terkait dengan Betet, Bugi Bogem memberikan konfirmasinya.

“Namanya burung, kalau sedang fit ya bisa bunyi terus. Kalau ada yang menyebut Betet itu bisa disebut konslet, aku juga ingin tahu apakah selama ini ada burung konslet yang sekali narik bisa 2 menit lebih, real di lapang? Namanya konslet, menurut saya logikanya suara yang dikeluarkan akan senada pendek-pendek. Hanya jedanya memang sebentar sehingga sekilas terlihat bunyi terus,” jelas Budi Bogem.

Lalu apa definisi love bird fighter menurut Budi Bogem? “Intinya love bird fighter itu lagunya tidak satu nada. Jadi kalau membawakan irama bisa panjang. Perhatikan juga gerak ekor, kadang cepat kadang lambat, tergantung irama lagu turun-naik, dan tinggi-rendahnya nada yang dibawakan. Begitu ya.”

Burung Fighter juga tidak kuat dimainkan terus-terusan. Selalu ada titik bosan, sehingga ada sesi yang penampilannya menurun drastis bahkan bisa dikatakan tidak tampil. “Betet pun dalam sehari mau maksimal ngedan bunyi terus tidak bisa lebih dari 3 atau 4 kali. Selebihnya hanya mau bunyi sekali atau dua kali saja. Kalau konslet, mau dimainkan 8 kali juga tidak kendor, bisa bunyi maksi terus, bisa juara terus. Menurutku, istilah yang tepat untuk Betet saat lagi ngedan adalah, Fighter Gacor.”

 

 

Setelah cukup lama mengistirahatkan Betet, Budi mengaku bergairah lagi begitu mengetahui BnR siap menggarap kelas fighter secara serius, yang berarti kelas ini benar-benar mau diangkat dan dijadikan unggulan. Kelas-kelas yang diangkat oleh BnR, biasanya bisa kembali menjadi favorit, naik lagi pamornya, sebagaimana terjadi pada Murai Batu yang hingga kini masih terus menempati strata paling atas.

“Saya sepakat dengan beberapa alasan yang mendasarinya, seperti bahwa kelas fighter benar-benar memberikan kesempatan semua kalangan, termasuk para pemula, bisa ikut main. Kita berbaur jadi satu, sama-sama penghobi love bird. Kesempatan untuk menang juga terbuka lebar untuk semua peserta. Berbeda dengan jenis konslet, fighter sangat sulit diduga. Jarang ada burung fighter yang sangat stabil. Jadi juaranya bisa ganti-ganti terus.”

Hal berbeda akan terjadi ketika ada kelas umum atau bebas yang mengijinkan burung konslet masuk. “Bayangkan saja kalau dicampur, misal dalam satu gantangan ada 10 saja yang konslet, itu kan burung yang bunyi terus. Logikanya yang masuk 10 besar ya hanya yang konslet itu. Padahal jaman sekarang dalam event yang besar, dalam satu lapang yang konslet bisa sampai 80 persen. Pemain kebanyakan benar-benar memang tak kebagian tempat.”

 

Apa pun kategori Love Bird Anda, bisa main di sini. Ada ruang yang  cukup untuk Konslet maupun Fighter. Ingat, 14 Juli 2019 di Sukoharjo, Jawa Tengah.

 

Namun menurut Budi, dua kategori love bird itu sebaiknya diberi tempat atau ruang yang sama, jangan dihapus atau dipinggirkan salah satunya. Memang sekilas belakangan ini ada kecenderungan, sepinya kelas love bird dianggap konslet yang jadi biangnya.

“Konslet tetap harus kita hargai. Karena nyetingnya butuh proses, ribet dan lama, wajar bila harganya mahal. Bisa mahal, karena peluang menang memang lebih besar, akhirnya burung konslet pun menumpuk hanya kalangan atas saja. Juara love bird hanya bisa dinikmati kalangan atas saja. Pemula dan pemain kebanyakan hanya jadi pelengkap penggembira, lama-lama tahu diri dan memilih tidak nggantang. Sepi jadinya. Begitu alurnya secara sederhana menurut saya.”

Hanya saja, Budi kurang sepakat kalau nama kelasnya Umum atau Bebas, atau semacamnya. “Tegas dan terus terang saja, kelas Konslet. Istilah umum atau bebas itu sulit dipahami para pemula. Kesannya menyesatkan. Jadi misal dalam satu lomba love bird main 8 kali, ya dibuat adil 4 kelas konslet, 4 kelas fighter. Itu yang betul menurut saya. Setelah itu kita lihat perkembangannya, mana yang lebih ramai.”

Budi kembali menggarisbawahi kenapa tidak setuju kalau kategori love bird seperti konslet dihapus dari lomba. “Karena konslet itu kan memang burung bagus dan berkualitas, harus diakui itu. Meskipun yang fighter pun bukan berarti tidak ada yang bagus dan berkualitas. Menyiapkan burung supaya bisa konslet kan sulit, tidak semuanya bisa jadi. Karena itu layak kalau harganya juga mahal, sangat mahal bahkan. Masa burung yang bagus, bikinnya sulit, harganya sangat mahal, tidak diberi ruang untuk eksis. Menurutku, kalau keduanya sama-sama berkembang, barulah kelas love bird secara keseluruhan bisa ramai lagi.”

Yang penasaran atau kanget pengin lihat penampilan Betet, besuk Minggu 14 Juli Bugi Bogem pengin menurunkannya di Sumenep.

 

JUARA PIALA KOTA HUJAN, KLIK DI SINI

BUPATI CUP BANJARNEGARA, KLIK DI SINI

PIALA KAJARI TEMANGGUNG, KLIK DI SINI

PIALA CISADANE TANGERANG, KLIK DI SINI

PIALA GUNUNG JATI CIREBON, KLIK DI SINI

DREAM SENGON CUP JOGJA, KLIK DI SINI

 

 

KATA KUNCI: budi bogem love bird betet kelas fighter piala kota hujan

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp