MUNGEL GEMPARKAN ARENA LEPAS DURASI P20


LOUNCHING JENEWA ENTERPRISE JEMBER

Mungel Jebol Durasi P 20, Tina Toon dan Tole Kembali Berseteru

Durasi P20 (Panjang 20), disuguhkan saat Mungel menempati gantangan nomer 03. Hanya dengan sekali ngekek, dominasi dari Tina Toon milik KL Studio dari G2K BC dan Tole andalan Anton Berto Trabas SF, dipatahkan oleh love bird milik Eko Bolang ini.

Jangan mengira love bird fighter tidak bisa mengimbangi love bird konslet. Jika memiliki durasi panjang, kemungkinan mengungguli love bird konslet. Terbukti di gelaran lounching Jenewa Enterprise (7/2), Mungel milik Eko Bolang dari Jet-Z, bisa unggul dari Tina Toon dan Tole hanya dengan sekali ngekek. Poin yang diperoleh dengan sekali ngekekpun terpaut jauh dari 2 love bird konslet tadi.

 

EDHI TANTOWI SANG PENGAGAS JENEWA ENTERPRISE

 

Jenewa Enterprise memiliki pakem yang cukup disukai oleh love birdmania yang memiliki durasi panjang. Karena perbedaan dari receh ke durasi panjang, poinnya cukup terpaut jauh. Oleh sebab itu, banyak yang menyimpulkan kalau di Jenewa Enterprise garapan Edhi Tantowi ini, mencari burung berkualitas. Tapi tidak mengesampingkan burung yang rajin.

Seperti yang di utarakan Eko Bolang. Sebenarnya punggawa Jet-Z ini sedikit ketar-ketir untuk turun berlaga di Jenewa Enterprise. Karena lawan yang Ia hadapi mayoritas adalah love bird konslet. Tapi setelah mengatahui pakemnya, Eko optimis kalau gacoannya berkesempatan untuk mengukir prestasi di arena yang dikenal dengan nama ABK Jenggawah ini.

 

PANITIA DAN JURI JENEWA ENTEPRISE

 

“Sekarang kalau ada gelaran Latpres atau Spesialan, pasti yang turun love bird-love bird konslet. Tapi untung pakem durasi lebih diunggulkan di Jenewa ini, dengan perbedaan poin yang cukup jauh. Makanya saya PeDe turun di sini,” kata Eko yang merawat Mungel dari paud.

Mungel memang dikenal memiki durasi yang edan yaitu dua menit up. Dan itu tidak hanya dibuktikan di Jenewa Enterprise dengan sebutan P20 kali ini saja. Tapi sudah banyak arena yang dijadikan pembuktian oleh love bird pasjo ini. Oleh sebab itu Mungle masuk kategori love bird yang memiliki durasi panjang di Jember, seperti Miracle milik Han LBF, Nyi Ronggo andalan Nanang Naga Jawa, dan Lovely milik Wasil.

 

Burung mau tampil maksi dan stabil di segala cuaca, serta terjaga kesehatannya. Berikan LEMAN'S secara teratur, cukup 1 tetes untuk harian, bisa dicampur pada minuman, atau oleskan pada EF. Sudah banyak yang membuktikannya, jangan sampai ketinggalan...

 

Pada kesempatan ini, Mungel hanya turun dua sesi. Di sesi B Mungel hanya mampu pamerkan durasi P6, dan bertengger di podium 3 di bawah Tina Toon dan Tole. Aksi Heroiknya terjadi saat kembali turun di sesi C, dimana dengan sekali ngekek, Mungel lepas durasi dengan sebutan P20. Sontak para peserta dan penonton terkagum-kagum dengan aksi Mungel yang menempati gantangan nomer 3. Podium puncakpun di tempati Mungel yang diikuti Tina Toon di posisi 2 dan Tole di posisi 3.

Dengan aksinya ini, Eko Bolang semakin terpacu untuk menurunkan Mungel di arena Subdenpom BC Jember besuk dalam gelaran M3 (17/2). “Kemarin di Cimantul juga lepas durasi seperti ini. Semoga saja bisa lulus besok di Subdenpom BC,” pungkas Eko.

 

TOLE ANTAR TRABAS SF JUARA UMUM SF

 

Gelar terbaik untuk love bird dewasa dibawa pulang oleh Tole milik Anton Berto. Selain itu, tropi juara umum SF, juga berhasil dipersembah Tole untuk Trabas SF. “Alhamdulillah bisa dapet 2 gelar sekaligus,” kata Sahrul yang tak lain adik kandung Anton Berto.

Sama dengan Tole, Doremi polesan Yudi Ali dari Pendowo BC juga mempersembahakan 2 gelar. Diantaranya gelar love bird Baby terbaik berkat mendulang prestasi sebagai juara 1, 1, 2, dan gelar juara umum BC. Selain lewat Doremi, Pendowo BC juga mendapat poin dari Slow di kelas Baby, dan Vanesha di kelas love bird paud.

 

PENDOWO BC RAIH JUARA UMUM BC

 

Perebutan gelar terbaik di sesi paud tersaji cukup sengit antara Seker milik Fandi STN BC, dan Kozi orbitan Junior dari Gun’s BC. Seker nyaris saja disamai poinnya oleh Kozi yaitu dua kali juara satu. Tapi sayangnya Kozi saat berlaga di sesi D, berhasil ditumbangkan oleh Vanesha. Otomatis gelar terbaik di sabet oleh Seker. “Tadi datangnya telat karena di Jember kota hujan deras mas. Jadi cma kebagian 2 sesi terakhir saja,” kata Budi Edonk yang mengawal Kozi.

Kelas ocehan juga berhasil terselenggara di gelaran Lounching Jenewa Enterise ini. Kendati peserta tidak seperti yang Edhi Tantowi harapankan, tapi setidaknya sudah ada tanda-tanda kembalinya kelas ocehan yang sudah lama hilang. Kelas cucak hijau sukses terselanggara 3 sesi dan murai batu 2 sesi.

 

CH SNIPER SAPU BERSIH JUARA SATU DI TIGA SESI

 

Terbaik di kelas cucak hijau disabet oleh Sniper andalan Kevil Lie dari Joker SF, dengan aksinya menyapu bersih juara 1. Memamerkan lagu besetan cucak jenggot dan grojokan gereja tarung, Sniper juga tampil garang dengan gaya ngentrok jambulnya. “Sebenarnya bisa tampil lebih gila lagi kalau lawannya banyak,” kata Kevin.

Sedangkan tropi terbaik di kelas murai batu dibawa pulang oleh Tombo Ati debutan Berkah Jaya dari Sesuatu SF. Pengharggan itu di raih setelah murai ekor putih ini dua kali bertengger di podium puncak. Tampil garang memuntahkan isian srindit, kenari, gereja dan tengkek, Tombo ati juga menambah keperkasaannya dengan volumenya yang lantang. “Lumayan buat pemanasan sebelum ke Piala Bondowoso mas,” kata Yogik yang mengawal Tombo Ati.

Mengakses  BURUNGNEWS  lebih praktis dan cepat, unduh APPS-nya di  PLAY STORE  (android) atau  GOOGLE PLAY  (Apple/Iphone/IOS)

Edhi Tantowi selaku komandan Jenewa Enterpise, mengucapkan banyak terimakasih kepada kicaumania yang sudah berpartisiasi di acara Lounchingnya kali ini. “Mohon maaf jika dalam penyajian lomba ada kekurangan. Untuk jadwal rutin Jenewa Enterise, setiap Kamis sore pukul 14.300 WIB. Kami tunggu kedatangannya,” tutupnya di akhir gelaran.[Vilman K-conk]

 

STN BC SABET GELAR PAUD TERBAIK BERKAT AKSI SEKER

 

TINA TOON KUASAI KELAS UTAMA DAN SABET BONUS

 

TOMBO ATI JADI TERBAIK DI KELAS MURAI BATU

 

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp