SURYA MBESUR. CH PELLE MENANGI KELAS UTAMA


KONTES SPESIAL PJSI SOLO

Sajikan Pertarungan Berkelas, CH Pelle Menangi Kelas Utama

Bertempat di Halaman Dinakeswan Balekambang, Solo kontes spesial PJSI Solo yang digelar pada Selasa, 9 April 2019 sajikan pertarungan berkelas antara burung-burung terbaik di area Solo Raya. Siapa sajakah pemenangnya?

Setelah sekian lama vakum, Perhimpunan Juri Surakarta Indonesia (PJSI) kembali menggebrak kota Solo dengan menggelar kontes spesial pada Selasa, 9 April 2019. Selain tempat baru, PJSI juga menggandeng juri-juri muda dengan kualitas mumpuni.

 

DWI JETAK. MB BOMBER RUNNER UP KELAS PJSI

 

Dikenal sebagai salah satu barometer perburungan di Solo, laga kelas murai batu berlangsung ramai dan meriah. Dari 63 gantangan yang disediakan, semua terisi penuh peserta alias full gantangan. Di sesi PJSI, murai batu Bomber andalan Rosmanto berhasil menduduki posisi runner up setelah berikan perlawanan sengit pada Haloween yang akhirnya keluar sebagai pemenang.

Dengan ciri khas nembak ke atas dan sesekali menekan lawan di sampingnya, amunisi yang dikawal oleh Dwi Jetak ini tampil gemilang dan berhasil mencuri perhatian juri. “Pas sesi pertama tadi sudah lumayan mainnya, sayang nggak dapat lawan sepadan. Kalau sesi kedua nggak mau jalan, mungkin terlalu gelap,” ungkapnya.

 

DIMAS. MB BADAI  RAIH RUNNER UP DI SESI BALEKAMBANG

 

Laga tak sengit tersaji di sesi Balekambang yang didominasi oleh The King (Randy SN) dan Badai (Dimas). Kalau The King terlihat menonjol dengan tembakan-tembakan panjangnya, Badai tampil spartan dengan durasi kerja dan gaya tarung menekan-nekan lawan.

Meski belum dinaungi oleh dewi fortuna karena kalah tos, Dimas mengaku puas dengan kinerja amunisi andalannya. Apabila tak ada halangan, Dimas akan kembali menurunkan Badai di Anniversary Wiroguno Team yang akan dilaksanakan Minggu, 21 April mendatang.

 

Siapa tak mengenal H. Suwadi dari Klaten. Namanya sangat disegani sebagai breeder dan pengorbit murai batu jawara. Simak bagaimana ia mendongkrak perfoma jagoannya, sekaligus juga melindungi burung dari beragam penyakit.

[Dapatkan QUATRICK di kios terdekat atau hubungi 0813.2799.2345 (eks karesidenan Banyumas-Kedu), 0817.0251.279 (DIY dan sekitarnya), 0815.7833.9142 (Boyolali, Semarang, dan sekitarnya), 0853.2521.6660 (Solo Raya), 0811.3010.789 (Jombang dan sekitarnya), 0857.3383.2888 (Surabaya dan sekitarnya), 082242605493 (Banyuwangi dan sekitarnya), Bayu - Jl Manggga Dua Raya Gang Burung 0877.8840.6488.

 

Bersaing dengan Laba-Laba dan Hammer, cucak hijau Pelle andalan Oke Team keluar sebagai kampiun di kelas PJSI. Bongkar isian sambil ngentrok jambul, gaco yang dikawal oleh Surya Mbesur ini terlihat paling menonjol sepanjang perlombaan.

Dikenal sebagai salah satu cucak hijau papan atas, prestasi ini melanjutkan tren positif yang didapat oleh Pelle di berbagai even yang diikuti. Di sesi Balekambang, Pelle terlihat kaget dan tampil kurang maksimal karena adanya gangguan topi dan krodong dari salah satu peserta.

 

PAK SLAMET. CH HAMMER JUARA 1 DAN 3

 

Penampilan tak kalah oke ditunjukkan oleh cucak hijau Hammer milik Mr. Udin yang berhasil menduduki podium pertama dan ketiga di gelaran kali ini. Tonjolan suara keras dan lagu panjang yang digelontorkan oleh amunisi yang dikawal oleh Pak Slamet ini di sesi Balekambang membuat gelar juara terkunci.

Dikenal sebagai salah satu pengorbit cucak hijau, Ia mengungkapkan apabila keistimewaan Hammer ada di lagu dan suara keras yang seringkali dilontarkan. Kalau tak ada halangan, Ia akan kembali menurunkan Hammer di kontes triwulan Kampung Guitar Bersatu.

 

IRWAN JABRIK. SUKSES DI KELAS HWA MEI, CUCAK HIJAU DAN CENDET

 

Laba-Laba, amunisi baru milik Mr. Is Nugroho berhasil finish di urutan kedua kelas Cucak Hijau PJSI. Gaco yang baru diperoleh pada kontes Road To Adipura 2 - Klaten beberapa hari lalu ini berhasil menampilkan kualitas terbaiknya.

Tak hanya sukses di kelas cucak hijau, pemain lawas asal Solo yang mulai comeback ini juga menorehkan prestasi di kelas Wham Bi melalui Master Kipas. Dari dua sesi yang diikuti, amunisi yang didapat dari Drg. Agung Jogja ini berhasil menempati urutan pertama dan kedua.

 

KESIT SUTRISNO. LEPAS CENDET DOA IBU KE TANGAN MR. IS NUGROHO

 

Meski tak datang langsung di lapangan dan hanya diwakili oleh Irwan Jabrik (anaknya), keseriusan Mr. Is Nugroho untuk kembali ke dunia perburungan bukan isapan jempol semata. Setelah belanja anis merah, wham bi dan cucak hijau beberapa waktu sebelumnya, Mr. Is ternyata juga mentakeover cendet Doa Ibu milik Kesit Sutrisno di gelaran kali ini dengan bandrol fantastis.

Menurunkan hwam bi Hittler, Kris Komando BC berhasil keluar sebagai pemenang di kelas PJSI. Memiliki materi dan variasi lagu mumpuni, Hittler tampil sempurna dan berhasil menyingkirkan lawan-lawannya. Dengan prestasi ini, Kris mulai menatap Piala Pasundan 3.

 

KRIS KOMANDO. HWAM BI HITTLER SIAP KE PIALA PASUNDAN 3

 

Di kelas anis merah, Cleo milik Dika Rezone Solo Raya berhasil mencetak double winner di kelas PJSI dan Balekambang. Langsung teler dan pules sejak awal gantang, anis merah yang dikawal oleh Mr. Bambang ini tak terlawan oleh gaco-gaco lain.

Mengusung konsep G-36, laga kelas love bird yang melombakan sesi Umum, Fighter dan PAUD tak kalah seru. Kurawa milik Betet QnQ SF dan Lettoy besutan Ardi Bebek keluar sebagai pemenang di sesi Umum setelah ngekek rajin dan gacor dengan total durasi di atas rata-rata.

 

FERRY / RIO / TOMPEL. SUKSES BERSAMA KUNTING, SENGKUNI DAN MANTUK

 

Di kelas Fighter, gelar juara diraih oleh Den Jarot (Chodox) dan Gadis Ruyung (Mahendra) setelah tampil apik dengan berkali-kali meluncurkan kekekan panjang. Menurunkan Kunting dan Sengkuni, Ferry / Rio / Tompel berhasil menduduki posisi kedua dan ketiga. Di kelas PAUD mereka juga berhasil menempatkan Mantuk di posisi runner up.

Keris, amunisi milik Fredy FBC Sragen keluar sebagai pemenang di kelas PAUD. Prestasi ini melanjutkan tren positif yang didapat oleh Keris setelah beberapa waktu lalu juga moncer di Launching RGN Sragen. Untuk tetap eksis di kelas PAUD, Fredy mengisyaratkan akan mencetak amunisi baru sebagai pelapis Keris.

 

FREDY FBC. PAUD KERIS STABIL DI JALUR JUARA

 

Mabes SF yang juga berasal Sragen juga berhasil menempatkan kenari Tiki Taka di podium puncak kelas Kalitan. Sementara itu, The Semox besutan The Copet SF berhasil menduduki posisi kedua kelas Standar PJSI.

Tak hanya kicaumania Sragen, Andik dan kawan-kawan yang datang dari Wonogiri juga berhasil meraih prestasi di gelaran kali ini. Di kelas Kenari, Mayor milik Faqih/Andik berhasil menduduki urutan ketiga di kelas PJSI. Sementara di kelas kacer, Yani dan Upin berhasil finish di urutan kedua dan ketiga.

 

KICAUMANIA WONOGIRI RAMAIKAN GELARAN

 

Bangkitnya kembali PJSI tentu saja menjadi sinyal positif bagi perkembangan EO Independen di tengah banyaknya EO yang makin menjamur. Apabila tak ada halangan, kontes rutin PJSI Solo akan digelar tiap Selasa mulai pukul 13:00 WIB di Halaman Dinaskeswan, Balekambang, Solo.

 

Pastikan JANGKRIK yang diberikan untuk burung Anda bersih, sehat, dan mengandung nutrisi terukur. Lihat video bagaimana sebaiknya memperlakukan jangkrik yang baru dibeli, dengan klik gambar di bawah ini.

 

MR. BAMBANG. AM CLEO MENANG NYERI

 

KEDUNG MULYO SF. SUKSES BERSAMA KURAWA DAN MOLOTOV

 

DEWAN SF. LB LETTOY CURI KEMENANGAN

 

SENTHUK SF. DEN JAROT JUARA KELAS FIGHTER A

 

MABES SF. TIKI TAKA SUKSES DI KELAS KENARI

 

THE COPET SF. THE SEMOX RUNNER UP KELAS PJSI

 

 

 

 

 

KATA KUNCI: pjsi pelle bomber badai hammer hittler master kipas doa ibu keris kurawa

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp