KAPOLSEK MARON AKP. SUGENG SUPRIYANTO. SH BERI SAMBUTAN SEBELUM ACARA DIMULAI


KAPOLSEK CUP MARON PROBOLINGGO

Perang Konslet Antara Dewi Sri, Mabok, dan Dewa Budjana, Fenomenal dan Firiun Melejit, Dt A-PJM Juara Umum

Kendati berlokasi cukup jauh dari kota Probolinggo, even Kapolsek Cup Maron berhasil menjadi ajang pertarungan sengit love bird konslet di Jawa Timur. Di akhir laga even ini, Duta A-PJM keluar sebagai juara umum BC diikuti Duta KTM sang jawara SF.

Dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-73, Polsek Maron yang di kepalai Bp. AKP. Sugeng Supriyanto, SH, bekerjasama dengan punggawa EO RI Probolinggo, menggelar even yang bertajuk Kapolsek Cup Maron pada Minggu, 7 Juli 2019. Di even yang berlokasi di Lapangan Maron ini sukses mendatangkan 800 peserta

 

 

Dalam sambutannya, Bp Kapolsek mengaku senang karena dengan digelarnya even lomba burung berkicau ini, masyarakat sekitar mendapatkan hiburan. Selain itu, Masyarakat juga mendapatkan berkah dengan membuka stand stand kuliner.

“Terimakasih atas kehadirannya para pecinta burung berkicau di wilayah Maron. Dan terimakasih juga atas kerjasamanya untuk Mas Andre, Anas Dwi, Panitia, dan para punggawa juri Radjawali Indonesia, yang sudah berkenan untuk bertugas di even ini. Semoga lomba ini berjalan lancar dan fair play. Jaga selalu kerukunan dan tali silaturahmi,” pungkas Bp. Kapolsek dalam sambutannya.

 

PARA PUNGGAWA RADJAWALI INDONESIA YANG BERTUGAS

 

Meski diwaktu bersamaan banyak tergelar lomba berskala nasional di kota tetangga, tapi dengan kepiawaian Andre dan Anas Dwi dalam mengemas lomba, even ini berjalan sukses dan lancar tanpa ada halangan apapun. Hanya saja waktu dimulainya lomba, sedikit molor. Itu dikarenakankan banyak peserta yang terjebak macet karena perbaikan jalan.

“Kesuksesan bukan kami ukur dari banyaknya peserta, tapi dari kelancaran berjalannya even ini. Tadi penjurian berlangsung aman tidak ada satupun peserta yang melayangkan protes. Hanya waktunya saja yang molor, jadi banyak pemain yang pulang takut kemalaman,” kata Andre selaku ketua RI Probolinggo.

 

DEWI SRI MASIH JADI BINTANG LAPANGAN

 

Pertarungan sengit terjadi di kelas love bird dewasa. Dimana gaco-gaco konslet yang namanya sudah dikenal seluruh Indonesia, seperti Dewi Sri, Mabok, Pajero, Bunga Surga, Denjaka, dan Dewa Budjana, bertemu di even kali ini. Pertarungan love bird konsletpun tak dapat dihindari.

Dewi Sri milik Abah Yusuf Malang, yang pekan lalu merajai gelaran Kapolres Cup Gianyar, Bali, kembali tampil gemilang dengan dua kali menyabet podium puncak. Penampilan yang berujung kemenangan itu, Dewi Sri peragakan saat berlaga di kelas Kapolsek dan Wakapolsek.

 

Burung mau tampil maksi dan stabil di segala cuaca, serta terjaga kesehatannya. Berikan LEMAN'S secara teratur, cukup 1 tetes untuk harian, bisa dicampur pada minuman, atau oleskan pada EF. Sudah banyak yang membuktikannya, jangan sampai ketinggalan...

 

Love bird betina yang tampil stabil dalam setahun terakhir ini, menghibur penonton juga peserta dengan kekean panjang bernada minor dan jeda bunyi yang sangat rapat. Gayanyapun layaknya penari leher, dengan meliak-liukkan kepalanya saat membawakan kekean bervolume keras itu.

Dengan aksi khasnya itu, juri yang bertugas tak henti-hentinya menjatuhkan stik bendera merah dengan jumlah 3-4 stik dalam sekali ngekek. “Alhamdulillah masih diberi rejeki dengan kesetabilan Dewi Sri. Sayangnya hanya bisa turun dua sesi, karena waktunya sudah terlalu sore,” ujar Abah Yusuf yang pekan depan memberi sinyal akan turun di gelaran Mahadewa Cup III Sumenep, Madura.

 

TIM ABAH SAKRI AIRLANGGA BORONG JUARA LEWAT LB MABOK

 

Sedangkan untuk tuan rumah sendiri, di kelas dewasa umum diwakili oleh Denjaka milik H. Avis dari AVS 168. Love bird yang sudah dibatasi main di latberan ini, tampil kurang maksimal kendati di awal-awal durasinya mencapai 1 menit up. “Tadi kepanasan, jadi awal-awal saja kerjanya. Pertengahan hingga akhir gembos. Tapi Alhamdulillah masih bisa bawa kemenangan,” kata H Avis.

Tim Abah Sakri dari Airlangga Surabaya, juga mendulang kemenangan besar lewat aksi dari Mabok. Love bird albino mata merah dengan ciri khas paruh gajah ini, diturunkan semua sesi hingga sukses dengan kemenangan juara 1 2 3 4 6.

 

DEWA BUDJANA PENDATANG BARU DI KELAS LB KONSLET

 

Performa Mabok di atas gantangan, patut diacungi jempol. Kekean minor bernada kasar, terdengar jelas dari luar pagar arena. Bahkan banyak penonton, yang pandangannya tertuju melihat aksi love bird yang baru pulang dari even Paku Alam ini.

Selain menang lewat Mabok, Abah Sakri juga menyabet podium puncak di kelas cendet lewat Trobel. Cendet yang gagal dimainkan di Paku Alam ini, akhirnya mengamuk dengan melepas isian grojokan greja tarung, disambung kekean love bird berdurasi panjang. Volumenya yang tebal, semakin menambah keperkasaan dari Trouble.

 

 

“Tim kami tersebar ke lima titik untuk hari ini. Alhamdulillah masih bisa mengibarkan nama Surabaya di Probolinggo. Dan juga terimakasih atas tropi kenang-kenangannya untuk Tim kami,” ungkap Dede Lestiyono mewakili tim Abah Sakri Airlangga.

Bintang yang baru-baru ini menjadi perbincangan pecinta ngekekmania, juga hadir di gelaran Kapolsek Cup Maron kali ini. Dia adalah love bird Dewa Budjana milik Sabyan dari Madiun. Love bird jantan yang dikira LB Pusoko karena memiliki kesamaan gaya dan nada kekeannya ini, sukses menorehkan hasil maksimal.

 

MR PUJIANTO STABILKAN PERFORMA LB FENOMENAL

 

Dibilang nyaris seperti Pusoko milik H. Jay JPM78 SF Banjarmasin, karena Dewa Budjana membawakan kekeannya dengan nada seperti Pusoko. Gayanyapun mangap dengan leher nyeklek seperti Pusoko. Turun disemua sesi, Dewa Budjana berhasil mengoleksi kemenangan dengan hatrik juara 1, juara 2 dan juara 4.

“Gak nyangka tadi bertemu dengan bintang-bintang nasional mas. Alhamdulillah Dewa Budjana ternyata bisa mengimbangi penampilan gaco Nasional,” kata Sabyan yang kali ini mensupport Duta A-PJM Prob dalam merebut juara umum. Selanjutnya Sabyan akan melanjutkan petualangannya bersama Dewa Budjana ke salah satu even di Lamongan.

 

PERTIWI LB FIGHTER YANG DISANGKA MERDEKA

 

Sedangkan trobosan untuk memberi peluang kepada para pemilik gaco fighter, Andre dan Anas selaku arsitek gelaran kali ini, membuka kelas khusus love bird fighter. Benar saja, di kelas ini pesertanya didominasi oleh pemain lokal dan beberapa pemain dari kota tetangga seperti Lumajang.

Mr. Pujianto yang namanya melejit saat berlaga di Piala Bondowoso Februari lalu lewat gaco paudnya yang bernama Fenomenal, ternyata sepak terjangnya juga masih berlanjut di even kali ini. Fenomenal yang masih paud sudah mencapai tawaran 25 juta pasca even Piala Bondowoso, hingga saat ini masih terbukti stabil.

 

 

Turun di kelas love bird dewasa fighter, love bird josan ini tampil menghibur dengan langsung melepas durasinya yang mencapai satu menitan lebih. Berbeda dengan anggapan sebagian besar pemain, kalau love bird fighter dengan durasi panjang itu kurang rajin, ternyata tidak berlaku untuk Fenomenal.

Paruh bengkok yang satu ini malah nyaris tanpa jeda memamerkan kekean panjangnya hingga akhir penjurian. Penonton juga sang pengadil lapangan yang bertugas, dibuat kagum atas penampilan Fenomenal. “Anti prei dari paud hingga sekarang saya mainkan terus, bahkan nyaris setiap hari saya lombakan dan setiap hari bawa pulang tropi.  Mau pagi, siang, sore dan lanjut malam, Fenomenal siap terus. Saya sampek capek sendiri,” kata Mr Pujianto.

 

H NURUL SUKSES BERSAMA KENARI FIR'UN. SIAP KE PIALA RAJA

 

Di kelas love bird dewasa Fighter ini, ada juga love bird yang disangka Merdeka milik H Liman. Itu karena memiliki kesamaan warna bulu, sama-sama lutino dan sangkar khas merah putih dengan ukiran burung garuda. Tapi bedanya, love bird satu ini bertipikal fighter.

Diberi nama Pertiwi, ternyata love bird ini milik Mr Rosy Lumajang. Perlu diketahui oleh para ngekek mania, ternyata Mr. Rosy ini adalah pemilik pertama dari love bird Merdeka yang akhirnya di take over oleh H Liman. “Merdeka dulu itu milik saya, dan dibeli oleh H. Liman. Saya sejak dulu memang pakai nama-nama nasional, sangkarnya juga bermotif burung Garuda. Karena saya cinta Indonesia,” jelas Mr. Rosy.

 

KEONG MAS REBUT PODIUM DI KELAS KAPOLSEK

 

Pertiwi sendiri di Lumajang sudah menjadi bintang lapangan, bahkan ada salah satu ketua EO di Lumajang yang berani memberi harga 80 juta untuk meminang Pertiwi. Tapi Mr Rosy masih enggan untuk melepas love bird berdurasi menitan ini. Di even kali ini, Pertiwi berhasil membawa pulang juara 1 3 3 3.

Di kelas kenari, H Nurul yang tak lain ketua PBI Probolinggo, sukses membawa salah satu koleksi gacoannya yang bernama Fir’un, menyabet podium puncak dan sekali menempati podium 3. Kenari yang memiliki warna jubah kuning bon simetris ini, memperpanjang rentetean prestasinya di berbagai even-even nasional pasca mabung.

 

 

Berseri F1Ys dengan postur bongsor melengkung, Fir’un sukses membius juri lewat lagunya yang penuh cengkok syahdu. Gayanya yang cantik dengan goyangan gela-gelo kanan kini seimbang, semakin membuat juri terpesona. Untuk durasi dan volume, sudah tidak perlu diragukan lagi. Karena nyaris semua kenari yang dikoleksi H. Nurul, unggul dari segi volume, durasi dan lagu.

Dengan performanya yang menjanjikan, Fir’un disiapkan untuk turun di even Piala Raja pada September mendatang untuk menemani Pinokio dan Panglima yang sudah langganan berlaga di Piala Raja. “InsyAllah kalau kondisi ketiganya siap, saya bawa semua ke Piala Raja. Tiket sudah saya amankan untuk saat ini takut kehabisan,” pungkas H. Nurul Marijuana SF.

 

DUTA APJM PROBOLINNGO KELUAR JUARA UMUM BC

 

Untuk kelas murai batu, Raja Tega andalan Pras berhasil dua kali menempati posisi teratas di kelas Kapolsek dan Wakapolsek. Murai dengan ekor panjang ini, memang sudah sering merajai kelas murai batu di wilayah Probolinggo. Kepiawaiannya membawakan lagu roll tembak, menjadi senjata andalannya untuk memikat hati juri yang bertugas.

Sedangkan di kelas cucak hijau, Keong Mas milik Nabil dari Sumber Poh, sukses menjadi pemenang di kelas utama yaitu Kapolsek mengungguli Borju dan Kian Santang. Untuk di kelas Wakapolsek, podium puncak dicicipi oleh Petaka polesan Aksin dari Malugar Tim.

 

RAJA TEGA MENDOMINASI KELAS MURAI BATU

 

Di akhir gelaran, Duta A-PJM Probolinggo yang akan menggelar even pada 28 Juli, keluar sebagai peraih juara umum BC. Pasukan yang nahkodai oleh Havis ini, selain mendulang banyak poin dari beberapa gacoannya, juga mendapat banyak dukungan dari para kicaumania. Dukungan itu datang dengan sendirinya, bahkan sebelum gelaran dimulai sudah banyak kicaumania yang menyatakan akan mendukung Duta A-PJM Probolinggo.

Dengan banyaknya dukungan yang datang, even Anniv A-PJM Probolinggo, dipastikan akan dibanjiri kicaumania dari seluruh penjuru. “Terimakasih untuk teman-teman yang sudah mendukung kami, sehingga keluar sebagai peraih juara umum. Dan juga terimakasih juga atas dukungannya untuk even yang akan kami gelar pada 28 Juli mendatang,” pungkas Havis yang dikenal berkat kualitas dari produk pakannya.

AGENDA & BROSUR LOMBA,  KLIK DI SINI

 

 

DUTA KTM PROBOLINGGO SABET JUARA SF

 

LB PAUD ASYANTI DOBEL WINNER

 

 

 

 

 

KATA KUNCI: kapolsek cup maron probolinggo dewi sri mabok dewa budjana fenomenal firiun dt a-pjm

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp