CUCAK HIJAU KOPLER ANDALAN H IIK DIBELI HANYA 650 RIBU


GARDA BC JOMBANG

Cetak Cucak Hijau Bahan 650 Ribu Hingga Juara

Arena Garda BC sudah sering melahirkan gaco hebat. Salah satunya cucak hijau Kopler andalan H Iik yang dibeli hanya 650 ribu. Seperti apa kehebatan dan bagaimana rawatannya?

Cukup banyak gaco hebat yang mengawali debutnya di gantangan Garda BC yang ada di Desa Nglele, Sumobito Jombang. Rata-rata, gaco itu dibeli dengan harga kaki lima yang relatif murah, namun punya kualitas bintang lima.

 

 

Satu diantaranya adalah cucak hijau Kopler oebitan H Iik yang memback up even Bedjo Bedjan Cup. Tahun 2017 lalu, Kopler dibeli dengan harga murah, hanya 650 ribu. Kali pertama aksinya ya di gantangan Garda BC.

"Saya beli Kopler ini hanya 650 ribu. Setelah saya rawat beberapa hari, langsung saya coba turun di Garda BC ini. Hasilnya sangat mengejutkan, langsung koncer A. Sejak itu saya yakin, tidak ada permainan di gantangan ini. Burung bagus pasti dinilai bagus, dan kalau jelek pasti tidak juara," ungkap H Iik.

 

JUARA DI KELAS CUCAK HIJAU A HADIAH TANPA POTONGAN

 

Memang, Kopler tidak selalu juara. Meski koleksi pialanya sudah puluhan biji, namun gaco ini juga sering pulang dengan tangan kosong. "Turun di Garda BC, Kopler sering tidak juara. Maklum, waktu itu Kopler masih bahan, jadi performanya pasang surut, tidak selalu bagus," bebernya.

Prestasi Kopler yang membuat H Iik bangga adalah saat tampil di Kajari Mojokerto Cup yang digelar beberapa waktu lalu di Mojokerto. Kopler berhasil meraih juara I di kelas B. Dan menurut H Iik, banyak pemburu gaco yang nyemperin dia untuk memboyong burung kesayangannya itu. Tapi karena masih sayang, ia belum bisa melepas Kopler.

 

JUARA DI KELAS CUCAK HIJAU B

 

Sabtu, 20 Juli 2019, H Iik membawa Kopler bersama rekannya: Mu'adi yang juga specialist pemain cucak hijau. Turun di kelas Cucak Hijau A, kelas yang hadiahnya tanpa potongan, Kopler berhasil merebut podium utama. "Minggu besok Kopler akan saya bawa ke Kapolsek Cup Mojowarno," katanya.

Kehebatan Kopler menurut Mu'adi, pemain yang dipercaya menjoki Kopler di gelaran Garda BC kali ini, antara lain, sering membongkar lagu roll tembak dengan durasi mewah. Suara kering kristal dan gayanya jamtroknya hiper.

 

 

"Jamtrok sudah pastilah. Yang membuat saya takjub lagu isiannya. Suara trecetan dibawakan berdurasi panjang, lebih dari sepuluh detikan sekali nembak. Suara kapas tembak dan gereja tarung yang dikombinasi suara kenari membuat suaranya terpapar jelas sampai keluar lapangan. Durasi kerjanya juga stabil. Sejak digantang sampai akhir penilaian tetap gacor," beber Mu'adi.

Soal perawatan, ternyata tidak ada yang istimewa. Mulai dari perawatan mandi jemur, tidak ada rutinitas. Setiap pagi disiapkan cepuk untuk mandi, namun Kopler tidak selalu mau mandi. Penjemuran pun tidak butuh waktu lama. "Ekstra fooding yang saya berikan jangkrik, itupun hanya dua ekor pada pagi hari dan dua ekor pasa sore hari," bilang H Iik.

 

JUARA KELAS MURAI BATU A

 

Untuk menjaga kesehatan Kopler, H iik rutin memberikan vitamin Lemans setiap pagi. Lemans dicampur air minum dengan dosis hanya satu tetes setiap pagi. "Cucak hijau itu sangat rentan terserang penyakit nafas. Seringkali, cucak hijau hidungnya tersumbat. Kalau tidak diantisipasi dengan pemberian obat Lemans, saya kawatir Kopler akan sakit. Hanya satu tetes setiap pagi, jadi tidak terlalu boros," ungkapnya.

"Di lapangan, kita juga sering ngecas Kopler dengan gaco lain, meskipun itu tidak selalu saya lakukan. Nah, pas dicas, tidak semua burung dalam kondisi sehat. Fungsi Lemans adalah untuk membentengi agar burung kita tidak tertular penyakit," imbuhnya.

 

JUARA KELAS LOVE BIRD FIGHTER A

 

Di kelas Cucak Hijau A, Kopler bersaing dengan Klepon andalan Wisnu dari Pandawa )5 dan Rocket milik Saiful dari Nglele. Klepon bukanlah gaco dengan kualitas biasa. Di berbagai arena, Klepon kerap menjadi bintang arena.

Begitu juga saat turun di Garda BC ini, Klepon berhasil membabat podium dua di kelas A dan podium utama di kelas B yang digelar lebih awal. Sementara Rocket milik Saiful meraih juara III di kelas Cucak Hijau A. JL yang dikawal Suyit dari JT BC juga tangguh di gelaran ini. Di kelas A, JL meraih juara IV, dan di kelas B naik ke podium tiga.

 

Burung mau tampil maksi dan stabil di segala cuaca, serta terjaga kesehatannya. Berikan LEMAN'S secara teratur, cukup 1 tetes untuk harian, bisa dicampur pada minuman, atau oleskan pada EF. Sudah banyak yang membuktikannya, jangan sampai ketinggalan...

 

Di kelas Murai Batu, tiga gaco berlabuh ke podium. Juara I direbut Patih andalan Abah Hary dari Jelakombo, diikuti Ganesha andalan Cupes dari Sarjio dan Brama orbitan Suyet dari JT BC yang kali ini dikawal Khamid Pasar Pon Team.

Di kelas Love Bird Fighter, lagi-lagi gaco yang turtun di Garda BC nyaris tidak ada yang istimewa. Cukup dengan poin 60, gaco sudah bisa memboyong tropi juara I. Ini terjadi di kelas Love Bird Fighter A.

 

JUARA KELAS LOVE BIRD FIGHTER B

 

Traktor milik Mujib yang digantang di nomnor 26, hanya terpantau ngekek berdurasi lanjut dua. Gaco ini mendapat nilai 60 dan berhak memboyong tropi utama kelas Fighter A. Posisi dua direbut Kunti milik Mr Kicur dari SBC yang ada di nomor 04. Gaco ini mendapat sebutan maksimal durasi masih tiga dan merangkum nilai 57. Sementara podium tiga direbut Siwa orbitan Iwan dari Serut BC yang digantang di nomor 35. Poin yang diraihnya adalah 50.

"Arena Garda BC memang pas sekali untuk melatih gaco. Terutama buat pemain pemula, tidak perlu ragu atau takut kalah bersaing. Kalau punya gaco bagus, lakukan latihan rutin di gantangan ini," kata Mu'adi.

 

JUARA KELAS LOVE BIRD M3 A

 

Di kelas Love Bird M3 A, Basoka milik Nicko dari ARBS yang dikawal Bang Gholip berhasil meraih juara I. Gaco yang menempati nomor 30 ini meraih poin 191, mengungguli Abu Jalal andalan Wawan Mancar yang ada di nomor 39 dengan nilai 164. Podium tiga direbut Penyok yang juga jadi orbitan Nicko dari SBC.

AGENDA & BROSUR LOMBA,  KLIK DI SINI

 

 

 

KATA KUNCI: rawatan cucak hijau merawat cucak hijau bahan garda bc jombang love bird fighter

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp