MAJAPAHIT DENGAN GAYA SUJUD


BISA JUARA DI DEWA 99 JOMBANG, PRESTIS BANGET!

Suara Prenjak Bikin MB Majapahit Lebih Mewah

Cari setingan yang pas buat murai batu itu susah loh. Contohnya Majapahit milik H Anjar yang terlihat mewah membongkar suara burung-burung kecil dengan gaya sujud. Padahal gaco ini punya kelemahan. Apa itu?

kehadiran Dewa 99 Jombang bukan hanya memberi warna, tapi juga memenuhi asa para pemain untuk menjajal gacoannya di level lebih tinggi. "Bisa juara di Dewa 99 itu sesuatu banget. Jurinya saja dari luar kota dan belum banyak pemian lokal yang kenal, jadi tingkat fairplaynya lebih tinggi," kata Danny Gundul, pemain spesialis pengorbit love bird baby dan balibu.

 

PERFORMA MAJAPAHIT TIDAK MAKSIMAL BILA GANTI SANGKAR

 

Di Kontes Dewa 99 di Jalan Madura Nomor 47 Jombang pada Rabu sore, 23 Januari 2019, Danny memang tidak menikmati closing juara. Tapi, ia tetap semangat menurunkan Paijo, love bird debutannya yang beberapa pekan absen dari pentas kicauan.

"Sudah dua mingguan saya tidak menginjakkan kaki di gantangan. Rasanya ada yang kurang. Tapi mau gimana lagi, dua anak saya kena demam berdarah. Tapi alhamdulillah sekarang sudah sembuh," kata Danny saat bertemu Burungnews di Gantangan Dewa 99 Jombang.

 

 

Danny yang membawa love bird andalannya, Paijo kali ini sedang tidak beruntung. Paijo tidak mau jalan seperti demam panggung. "Saat ini saya tidak berharap juara. Asal bisa lihat Paijo mau jalan saja sudah senang," cetusnya.

Saat laga kelas murai batu dimulai, diam-diam Dany mengamati penampilan gaco yang digantang di nomor 17. Ternyata gaco ini adalah Majapahit milik H Anjar. "Saya tidak tahu itu gaco punya siapa. Tapi kalau melihat kualitas suara, baik volum maupun isiannya, pilihan saya ada di nomor 17  itu," ungkap Danny.

 

MAJAPAHIT SIAP KE BUPATI SIDOARJO CUP

 

Ternyata pilihan Danny senada dengan tim juri Dewa 99 yang menancapkan bendera koncer A mutlak kepada Majapahit. Di kontes ini, Majapahit mampu meredam kehebatan Anto andalan Arya dari Pundong dan Sniper milik Abil PG dari RT 201 SF.

Burungnews juga melihat dari dekat aksi Majapahit. Tapi yang membuat Burungnews penasaran bukan koncer A yang didapatnya. Melainkan, bagaimana cara H Anjar merawat Majapahit hingga bisa tampil top form dan mampu membongkar lagu isian burung-burung kecil dengan gaya hormat juri atau sujud?

 

GALARDO RANGKUM JUARA 1 KELAS CUCAK HIJAU A DAN B

 

Majapahit punya suara dominan hasil polesan guru vokal burung-burung kecil seperti prenjak jantan dan betina, slinditan dan sogok ontong. Vokal lain yang sempat dibongkar Majapahit saat digantang antara lain suara cililin, kapas tembak dan gereja tarung. Volume suaranya juga tembus tipe kering kristal.

Tentu tidak mudah untuk menampikan murai batu hingga bisa membongkar suara guru vokal di atas gantangan. Menurut H Anjar, Majapahit punya kendala cukup serius kalau perawatnya tidak teliti.

 

Pastikan burung tampil maksimal dan berpeluang juara. Sediakan selalu MONCER1, asupan paten para juara, dari Super Kicau Grup yang terpercaya.

 

Kelemahan itu adalah, Majapahit tidak mau kerja dengan sangkar bagus. "Baru saja saya belikan sangkar ukir bagus, tapi saat saya lombakan malah tidak mau kerja. Suaranya monoton dan performanya turun hingga limapuluh persen," ungkap H Anjar.

"Hari ini saya kembalikan ke sangkar lama, ternyata performa Majapahit kembali seperti sedia kala. Saya pilih gantangan Dewa 99, karena menurut saya penilaian tim Dewa 99 sangat akurat dan responsif. Bisa juara di Dewa 99 itu sesuatu banget. Minggu besok Majapahit akan saya coba ke even Bupati Cup Sidoarjo," lanjut H Anjar.

 

JURASSIC MERAJAI KELAS LOVE BIRD M2 DAN DEWASA A

 

Menyinggung soal perawatan harian Majapahit, H Anjar menyatakan tidak ada yang ribet. Setiap pagi dan sore cukup diberi jangkrik 8 ekor, mandi pagi dan penjemuran cukup satu jam. Kroto hanya diberikan seminggu sekali. "Kroto cukup hari Minggu, saat akan berangkat ke arena," bebernya.

Gaco lain yang juga menyedot perhatian para pemain adalah Galardo, cucak hijau andalan Abil PG dari RT 201 SF. Di even ini Galardo tampil mewah dan mampu merebut dua podium utama kelas cucak hijau A dan B.  Tentu saja, yang jadi rival Galardo di atas gantangan bukan gaco-gaco biasa.

 

BINTANG JATUH JUARA 1 LOVE BIRD FIGHTER

 

Ada Jamrud andalan Eko Pasar yang kerap nyeri juara I di berbagai gantangan. Hulk milik Bu Nia dari Denanyar BC yang dikawal Ronny juga bukan gaco sembarangan. Apalagi Temon dan Arak Bali andalan Nugroho dari Tim JBC yang sudah malang melintang di berbagai even dan kerap bertengger di papan atas.

Di kelas Love Bird, Jurassic andalan Erick dari Langgeng Mulya SF juga mampu menarik perhatian love bird lovers. Gaco super bocor dengan suara nada minor ini meraih poin tertinggi di kelas Love Bird M2 dan Dewasa A.

 

 

Di kelas M2 dan Dewasa A, Jurassic bertemu Siva andalan Rama Jr Putra H Kalam dari RT 201. Di kelas M2, Jurassic meraih poin 380 sedangkan Siva yang menempati podium dua meraih poin 306.

Di kelas Dewasa A, poin yang dirangkum Jurassic melejit hingga 877, mengalahkan Sekar Taji andalan Team P2h Ksr Mjr, Maisyaroh andalan Bang Toji dan Siva yang masing-masing meraih poin 531, 494 dan 235.

 

KHO BF RAIH JUARA 1 DI KELAS LOVE BIRD POIN A

 

"Jurassic masih kurang top form. Selama betinanya terus bertelur, Jurassic tidak akan bisa maksimal. Ini pe er yang belum bisa saya pecahkan," kata Alfen Nda, adik Erick LM SF.

Di kelas Love Bird Fighter, gaco Team P2h Ksr Mjr yang dikawal Bayem berhasil menjadi yang terbaik. Bintang Jatuh yang sudah beberapa pekan  ini moncer di berbagai kontes, kali ini kembali merebut podium emas, setelah memenangkan laga melawan Gadis milik Bowo dari Bandung dan Nonik andalan Tedy dari Resba Jombang 1.

 

CEK FISIK TETAP DIJALANKAN DI KELAS LOVE BIRD BALIBU

 

Gaco milik Hartono dari Kho SF meraih poin tertinggi di kelas Love Bird Baby Poin A. Gaco debutan dari kandang breedeng Kho BF ini meraih nilai 126, mengungguli poin yang diraih Putra Braw orbitan Vj Arif dari kandang Tombo Ngelu dan Centil dari kandang breeding Team P2h Ksr Mjr.

Khusus kelas love bird balibu atau paud, Dewa 99 tetap melakukan cek fisik pada gaco yang menjadi nominator juara. Rindu orbitan Hendra dari RT 201 SF meraih juara I mengalahkan Raja Odeng andalan Adi Santoso dari Dewi Kahyangan dan Cin Cin orbitan Andhy dari Bubug SF.

AGENDA & BROSUR LOMBA, KLIK DI SINI

 

Pengin rasakan sensasi pakan dengan kualitas terbaik, VIRALin saja!

 

 

KATA KUNCI: dewa 99 jombang suara prenjak mb majapahit

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp