LOVE BIRD DEA. MASUK KATEGORI FIGHTER, TOLAK TAWARAN 200 JUTA


BANDROL LOVE BIRD FIGHTER MURAH?

Lihat Video Aksi Dea yang Tolak Tawaran 200 Juta di Piala Kajari Surakarta

Maraknya kelas love bird fighter, membuat harga burung jenis ini pun merangkak naik. Bahkan untuk burung yang benar-benar berkualitas, tak kalah dengan konslet. Buktinya Dea, usai menang di Piala Kajari Solo, menolak tawaran hingga 200 juta.

Dea memang bukan nama yang baru, sesungguhnya. Penampilannya menawan, baik gaya, terutama durasi dan volume. Sesuatu yang khas love bird fighter. Secara love bird fighter, kerajinannya pun baik. Soal kerajinan, tentu saja jangan dibandingkan dengan konslet, meskipun tetap lebih unggul secara materi durasi dan volume.

 

Unduh APPS burungnews.com di PLAY STORE (android) atau buka dari GOOGLE PLAY (IOS: Iphone, Ipad, Apple)

 

Penampilan Dea kembali mengundang perhatian saat turun di kelas Adhiyaksa, Piala Kajari Surakarta pada Minggu 3 Februari 2019 yang lalu. Aksinya membuat banyak orang kepincut. Beberapa saat setelah menang di Piala Kajari Solo, Dwi MG sang pemilik belum mau melepas jagoannya kendati diiming-imingi sampai 200 juta.

 

DWI MG DAN LB DEA USAI KONCER DI PIALA KAJARI SOLO

 

Itok, salah satu pentolan love bird fighter di Solo, juga mengaku mencoba menawar untuk salah satu bosnya. “Selang 2 hari atau Selasa, saya penasaran apa betul sampai setinggi itu. Terus kebetulan ada juga kolega yang minta tolong untuk mencoba menawarkan. Saat saya tanya boleh tidak kalau misal 100 juta, ya memang betul-betul tidak boleh. Dia bilang wong 200 juta saja belum dilepas. Jadi sekarang percaya penawaran itu memang betul-betul ada, dan harga 200 juta itu juga bukan dibuat-buat,” jelas Itok.

Kendati kelas fighter semakin banyak dibuka terutama di kawasan Solo Raya, namun di lingkungan PBI, ini adalah hal yang baru. Dua kelas yang dibuka, dipenuhi peserta. Inilah yang kemudian membuka mata banyak pihak bila Fighter berpotensi menjadi solusi bagi jumudnya kelas love bird.

 

SESI LOVE BIRD FIGHTER DI PIALA KAJARI SURAKARTA, FULL PESERTA

 

Fauzie, ketua PBI Surakarta, pun berjanji di even berikut akan menambah lagi kelas fighter. Bahkan, ia juga hendak mengusulkan kepada PBI Cabang lainnya agar mengikuti langkahnya, membuka kelas fighter, termasuk untuk gelaran akbar dan prestisius Piala Raja tahun 2019 ini.

Di Gelaran Bejo Cup Banjarnegara pada 10 Maret yang sama-sama PBI, kelas Fighter ternyata juga sudah diakomodir bahkan hingga 3 kelas. Masih dari Banjarnegara, Reliba BC yang baru saja dilaunching gantangannya dan akan menggelar even rutin tiap Selasa siang, juga memisahkan kelas Konslet dan Non Konslet (Fighter).  Pesertanya pun terbukti bisa penuh. Sementara untuk even-even di seputaran Solo seperti Angkasa Pura Cup 17 Februari dan Solo Kota Budaya pada 24 Februari, tentu saja juga menyertakan kelas fighter.

 

Burung serak, mata kena snot, atau perfoma kurang mumpuni? Beriktan LEMAN'S, formula terbaru, membuat burung menjadi maksi tampilnya, sekaligus menjaga tetap sehat atau melindungi dari beragam penyakit.

 

Demikian juga di Karfeed Cup Salatiga, selain membuka dua kelas kelas fighter, juga ada beberapa kelas dengan batasan poin, mulai poin 2500, 2000, 1500, dan 750 (Paud). Ari Bejo yang menggelar Bejo Cup Banjarnegara dan Hokky Karfeed yang menggelar Karfeed Cup Salatiga, dikenal sebagai pemilik beberapa love bird konslet, tapi tetap berbesar hati membuka kelas fighter.

 

JUARA PIALA KAJARI SURAKARTA, KLIK DI SINI

BROSUR JOGJA ISTIMEWA, KLIK DI SINI

BROSUR ANGKASA PURA CUP SOLO 17 FEBRUARI, KLIK DI SINI

BROSUR SOLO KOTA BUDAYA 24 FEBRUARI, KLIK DI SINI

BROSUR KARFEED CUP SALATIGA 24 FEBRUARI, KLIK DI SINI

BROSUR BEJO CUP BANJARNEGARA 10 MARET, KLIK DI SINI 

 

BERIKUT NUKILAN VIDEO PENAMPILAN DEA DI KAJARI SOLO:

 

 

 

KATA KUNCI: love bird dea fauzi freshmix mahendra papa muda dwi mg fighter itok lb launching klfi reliba bc bejo cup banjarnegara komunitas love bird fighter indonesia

MINGGU INI

AGENDA TERDEKAT

Developed by JogjaCamp