PASANGAN INDUKAN MB BAHOROK SIAP PRODUKSI


Penyedia & Breeder Murai Batu Bahorok

LAUSER BIRD SHOP PEKANBARU

 

 

Di kalangan kicaumania khususnya di arena lomba, murai batu dianggap memiliki kasta paling tinggi di antara jenis lainnya. Murai Batu pun punya jenis beragam, yang paling populer dan diburu kalangan penghobinya adlaah jenis Bahorok atau istilahnya murai batu Medan.

Konon, murai batu ini dikenal memiliki kualitas nomor satu dibanding murai batu dari wilayah lainnya. Murai Batu Medan antara lain dikenali dengan melihat ekornya yang lebih panjang, dibanding jenis lain seperti Lampung.

 

MB BAHOROK DEWASA SIAP LOMBA. TONGKRONGAN LEBIH GAGAH, MENTAL LEBIH OKE

 

Pencita burung ini, bisa mampir ke Lauser Bird Shop, Pekan Baru, Riau milik Johan Leuser. Di sini banyak pilihan, mulai dari anakan trotolan, muda hutan hingga burung siap lomba.

“Selain menjual murai batu muda hutan prospek dan burung siap lomba, kami juga sedia anakan atau trotolan hasil breeding sendiri, semuanya asli Bahorok,” jelasnya di ruko sekaligus tempat usahanya Jl. Soekarno Hatta Arengka  Ujung, Simpang Arhanudse, Kubang Pekan Baru, Riau.

 

 

Untuk menjaga kepercayaan pelanggannya Johan sejak awal berkomitmen, hanya burug yang berkualitas yang disediakannya. Pelanggannya bukan hanya pemain lomba semata, sebagian adalah kalangan peternak murai batu.

Breeder pemula maupun peternak mapan banyak pesan darinya. Banderol anakan di kisaran 7,5 juta hingga 9  juta untuk seekor trotolan. Anakan keluaran kandang-kandang tertentu dari materi indukan pilihan, harga anakannya sudah di kisaran 10 juta seekor.

Lauser Bird Shop juga menyediakan murai batu muda hutan. Harga seekor mudah hutan antara 13 juta sampai 19 juta sepasang. Kalangan penghobi lomba bisa memilih murai muda lepas trotolan yang sudah full isian kondisi gacor dengan bandrol 15 juta hingga 19 juta.

 

 

Breeding   Murai Bahorok 21 Petak Kandang

 

Murai batu Bahorok, menurut Johan, banyak keunggulannya ketimbang murai batu asal daerah lainnya. Fisiknya terlihat lebihsempurna, bodi lebih bongsor dengan ekor panjang. Tongkrongannya terlihat lebih gagah.

Kualitas mental tempurnya juga dikenal lebih oke. Berbagai kelebihan ini membuat di alam bebas banyak di buru, karena permintaan yang besar dan harga jual tinggi. Populasinya di habitat asli pun terus menyusut dan diambang kepunahan.

Burung ini habitatnya di lereng-lereng pegunungan, wilayah Bahorok, yang termasuk hutan lindung Taman Nasional Gunung Lauser, Sumatera Utara. 

 

JOHAN LAUSER. BANGUN 21 PETAK KANDANG DI RUKO BARUNYA

 

Bagi penggemar murai ini, tak perlu memburu sampai ke sana. Disarankan untuk membiakkan sendri dengan cara menangkar. Cukup ke Lauser Bird Shop, bisa memilih mau yang masih anakan atau sudah jadi calon indukan yang tinggal masuk ke kandang.

Menurut Johan, sebenarnya murai batu Bahorok maupun Aceh itu tidak ada perbedaan yang mencolok. Dilihat dari katuranggan dan karakternya, sepintas sama persis. Karena jenis Bahorok memang berasal dari perbatasan Aceh dan Medan.

 

ANAKAN TROTOLAN. DIBANDROL MULAI 7 - 10 JUTA, TERGANTUNG INDUKAN

 

Indukan yang diternakkan di Leuser Bird Shop rata-rata memiliki spesifikasi ideal murai batu unggulan. Setiap burung memiliki ukuran badan besar, panjang ekor jantan di kisaran 18-25 cm bahkan lebih, sedangkan betinanya panjang ekor sekitar 13 –20 cm.

Di tempat Johan, sudah ada sekitar 21 petak kandang memenuhi lantai 3 ruko barunya. Kandang-kandang tersebut terbilang baru, karena markas Leuser Bird Shop ini memang belum lama pindah ke ruko tersebut.

“Sekarang sudah 4 pasang yang produktif secara rutin,” jelasnya.

Kandang yang dibangun di rukonya, memiliki ukuran lebar 1,5 meter  x 2 meter x 2 meter. Bahannya dari kayu triplek, kandang dibuat tertutup. Anakan dipanen setelah memasuki umur 7 hari. Kemudian anakan dibesarkan dengan cara diloloh pemilik hingga anakan bisa makan sendiri. (Jkt-1)

 

LAUSER BIRD SHOP

  • Pin BB 2BC04D12,  HP 085363818888 WA 081372818888
  • Jl. Soekarno Hatta Arengka  Ujung, Simpang Arhanudse, Kubang Pekan Baru, Riau.

 

 

Copyright BurungNews @ 2014 - 2017 Developed by JogjaCamp