Model ternak Asika Canary.


BREEDING KENARI JAWARA

Berbekal Indukan Prestasi Saja Belum Cukup

 

Asika Canary Agus AF bukan sesuatu yang asing di telinga kicaumania terutama di kawasan Sidoarjo, Gresik, Surabaya, dan sekitarnya. Memangnya kenapa? Selidik punya selidik, kenari-kenari jebolan “Asika Canary Agus AF” Sidoarjo adalah langganan masuk nominasi 5 besar di setiap even Latber, Latpres maupun lomba nasional. Bahkan di even bersangkutan, kenari wakil dari Asika Canary kerap merebut juara 1.

Setelah ditelusuri, kenari-kenari unggulan dan langganan juara itu adalah hasil bredingan dari Asika Canary Agus AF sendiri. Jago baik yang sudah mapan maupun tahap dilatih tidak hanya satu dua ekor saja. Wajar saja jikalau di setiap even Latber maupun Latpres, kenari-kenar Asika Canary bisa juara secara bergantian.

Menurut  Yazid, owner Asika Canary Agus AF, prestasi kenari-kenari miliknya tidak lepas dari proses breeding yang ia lakukan, termasuk tahapan-tahapan pengisian suara yang dilakukan secara tepat.

Dengan teknik yang ia pakai, kenari-kenari hasil breedingnya selalu masuk nomiasi. Bahkan banyak pula kenari-kenari darinya yang sudah dipinang orang kerap merebut juara pula.

 

ANAKAN "MADE IN" ASIKA CANARY

“Mencetak kenari unggul dan juara seperti ini tidak lepas dari proses breedingnya serta proses pendewasaan kenari bersangkutan. Semuanya harus dilakukan dengan tepat seraya mengarah pada kualitas baik secara fisik maupun suaranya,” kata Yazid kepada burungnews.com di farmnya, Perum Pondok Wage Indah I Sidoarjo beberapa waktu lalu.

Sampai saat ini ada 30 kandang kenari di farmnya dan masing-masing telah berproduksi secara aktif. “Dalam satu bulan, rata-rata kami bisa menghasilkan anakan kenari sekitar 50 ekor. 75 persen di antaranya berjenis kelamin jantan, 25 persen berjenis betina,” papar Yazid yang sudah mengembangkan Asika Canary sejak tahun 1996.

Meski produksinya tinggi, Yazid tidak pusing dalam memasarkan kenari-kenari miliknya karena sudah ada pelanggan dari luar kota bahkan juga luar pulau. “Sampai saat ini saya rutin melayani kicaumania dari luar pulau khususnya Palembang, Kalimantan, dan Sumatera. Sementara pelanggan dari luar kota dan bersifat rutin adalah dari Yogyakarta dan Jakarta,” paparnya.

 

AKTIF LOMBA AKBAR MESKI JAUH, SEPERTI DI FESTIVAL JAWARA KICAU KLATEN

 

Jenis kenari yang getol dikembangan Asika Canary Agus AF saa ini adalah Yorkshire, F1, dan F2. “Semua itu tidak lepas dari trend di masyakarakat sekarang, mereka cenderung menyukai Yorkshire, F1, dan F2. Jadi kita fokus pada tiga jenis kenari itu untuk. Apalagi banderolnya lumayan mahal,” imbuh pria lulusan IAIN Sunan Ampel Surabaya itu.

 

MEMILIH INDUKAN

Dalam beternak kenari  “juara”, indukan yang dipakai terutama pejantannya adalah benar-benar memiliki suara unggul seperti rajin gacor serta suara tembakan dan ngerol yang menonjol. “Paling tidak calon induk jantannya adalah mantan juara di lomba,” terangNYA.

Yazid mengungkapkan, calon indukan jantan di farmnya sekarang adalah kenari juara seperti Raja Timur, Putra Bentar, Extrada dan lainnya. Sedang calon induk betina dipilih dalam kondisi sehat dan sudah bersuara meski ngeriwik saja.

“Ada pun syarat calon induk jantan untuk diternakkan harus sudah birahi, berumur minimal 1,5 tahun, rajin gacor dan sehat. Sebaliknya, calon induk betina harus sudah birahi, berumur 1,5 tahun, berbunyi ngeriwik dan sudah bisa membuat sarang di sangkarnya,” terang pria kelahiran Kebumen itu.

 

PRODUK ASIKA, DIMINATI LUAR KOTA BAHKAN LUAR PULAU

 

Kalau syarat pejantan dan betina sudah terpenuhi, sekarang tinggal menjodohkan saja di sangkar breeding. Awalnya pejantan dimasukkan ke dalam harian, sedang betina dimasukkan ke dalam sangkar breeding.

Di sangkar breeding yang ditempati betina, diberi bahan sarang dari serat daun nanas. Bahan sarang itu cukup diletakkan di alas sangkar. “Kemudian amati kenari betina di sangkarnya. Kalau sudah mbunderi atau membuat sarang dengan menata serat daun nanas, maka kita siap-siap mengawinkannya.”

Teknik mengawinkannya adalah sebagai berikut:

  • Sangkar harian yang berisi calon induk jantan ditempelkan dengan sangkar breeding yang berisi calon induk betina.
  • Pintu di sangkar pejantan dan pintu di sangkar betina ditempelkan, kemudian dibuka bersama-sama.
  • Saat itu burung jantan akan meloncat (pindah) dari sangkarnya untuk menghampiri si betina (di dalam sangkar betina).
  • Sangkar pejantan dan sangkar betina yang saling menempel ini dibiarkan selama 5 menit saja.
  • Setelah pejantan masuk ke sangkar betina dan saling nempel,  sangkar betina bisa ditutup pintunya seraya digantang di ruangan yang dikehendaki. Sedang sangkar pejantan diambil seraya ditempatkan di ruangan yang dikehendaki pula.
  • Agar birahi si pejantan dan betina bisa sama-sama tinggi, maka di sangkar breeding (sangkar betina) diberi pakan campuran berupa canary seed, niger seed, dan biji sawi. Daun sawi juga digantung di dinding sangkar.
  • Ditambah telur puyuh matang yang sudah dibilah menjadi dua bagian. Telur puyuh ini diberikan 1 kali dalam sehari yakni jam 7 pagi.
  • Kenari jantan dan betina akhirnya melakukan perkawinan secara ideal. Sekitar 3 – 7 hari dari perkwinan tadi, induk betina akan bertelur.
  • Jumlah telur yang dihasilkan dalam satu masa produksi berkisar 4 butir.

Setelah induk betina bertelur satu butir saja, Yazid menyarankan untuk segera mengangkat pejantannya, kemudian dikembalikan ke dalam sangkar asalnya. “Angkat saja pejantannya agar tidak mengganggu dan merusak telur yang sudah dihasilkan,” papar yazid.

Ketika pejantan dipisah, induk betina akan terus bertelur sampai batas maksimal yakni 4 butir. Kemudian induk betina akan mengerami telur-telurnya itu selama 14 hari. Usai pengeraman, telur akan menetas satu per satu menjadi anakan.

“Biarkan seluruh anakan kenari ini dipelihara oleh induknya sampai bisa memakan makannya sendiri.   Waktu yang dibutuhan sang induk hingga sang anakan bisa memakan pakannya sendiri sekitar 1 bulanan,” papar Yazid.

Saat mengasuh anak-anaknya itu, di dalam sangkar breeding perlu diberi pakan tambahan berupa telur ayam kampung yang sudah masak. “Telur ayam kampung ini dibilah menjadi dua bagian dan ditaruh dalam kondisi terbuka. Telur ayam kampung ini nantinya akan dilolohkan sang induk kepada anak-anaknya sampai dewasa atau sampai bisa memakan pakannya sendiri,” terang Yazid detail.

TERKAIT:

ASIKA CANARY SUKSES DI PAKDE KARWO CUP,  KLIK DI SINI

 

[ Pembaca burungnews.com yang budiman, Anda juga bisa ikut mengisi dan memperkaya konten burungnews.com, bisa berupa brosur lomba, hasil lomba, tips, profil, breeeding, dan informasi lainnya terkait hobi burung. Silakan kirim melalui email  naskah dan foto / video pendukung ke burungnews@gmail.com, dan/atau redaksi@burungnews.com. Jangan lupa cantumkan nama dan nomor yang bisa dihubungi, untuk keperluan konfirmasi. Terimakasih. ]

 

Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas